Limapuluh Kota,Sumbarinvestigasi.com — Kelompok Tani Tanjung Jaya di Kelurahan Koto Tuo Limo Kampuang (KTLK) menggelar temu ramah sekaligus syukuran pasca selesainya Rehabilitasi Jaringan Irigasi Terpadu (RJIT), Rabu (7/1/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Kelompok Tani Tanjung Jaya yang diketuai oleh Syaiful Yasnul, dengan Susi Susanti sebagai sekretaris dan Hendi Nelvia sebagai bendahara, memiliki 33 orang anggota aktif yang mengelola hamparan sawah di wilayah KTLK.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur terkait, antara lain perwakilan kelurahan, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), pendamping kegiatan, serta petani dari hamparan sawah di sekitar jaringan irigasi tersier. Dalam diskusi pasca pembangunan, disampaikan bahwa RJIT sepanjang 265 meter kini telah berfungsi mengalirkan air ke lahan sawah seluas 15 hektare, dengan sumber air berasal dari Banda Bulakan dan Daerah Irigasi (DI) Sungai Dareh. Sebelum rehabilitasi, petani hanya mampu melakukan dua kali musim tanam dalam setahun pada tahun 2025.
Dengan berfungsinya jaringan irigasi terpadu ini, para petani menargetkan peningkatan indeks tanam menjadi tiga kali musim tanam padi per tahun. Untuk mendukung target tersebut, petani didorong menerapkan teknologi budidaya padi sistem tanam Jajar Legowo, serta melakukan percepatan tanam dengan menyiapkan benih sebelum masa panen.
Namun demikian, permasalahan pengairan masih menjadi perhatian utama. Selama ini, aliran air dari sumber Bulakan dinilai belum optimal menjangkau lahan sawah di Kelurahan KTLK dan Kelurahan Padang Karambia. Hal ini disebabkan perlunya keterlibatan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kenagarian Limbukan dalam memfasilitasi Kelurahan Limbukan untuk pengajuan irigasi perpipaan, sehingga air dari Embung Bulakan dapat dialirkan secara maksimal ke kawasan persawahan.
Selain itu, petani juga dianjurkan untuk mengembalikan jerami ke lahan sebagai bagian dari upaya perbaikan struktur tanah dan peningkatan kesuburan secara berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut atas permasalahan pengairan tersebut, disepakati bahwa usulan rencana pembangunan irigasi perpipaan dari Bulakan akan diajukan langsung oleh penyuluh pertanian kepada Dinas Pertanian melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, untuk selanjutnya diprogramkan melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distributor) Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama antara petani, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan pertanian produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing, sejalan dengan agenda ketahanan pangan nasional.(Tim)
![]()
