MENTAWAI — Masyarakat di Pulau Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak atau BBM dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat sejumlah warga harus berulang kali mendatangi SPBU, namun tetap pulang dengan tangan kosong.
Keluhan tersebut terjadi di dua titik SPBU, yakni SPBU PT Ekindo Putera Andalas Nomor 16253921 yang berlokasi di Dusun Takkuman, Desa Sioban, Kecamatan Sipora Selatan, serta SPBU PT Rimata Saibi Jaya Nomor 16253121 yang berada di Desa Goisooinan, Kecamatan Sipora Utara.
Sejumlah warga mengaku sudah bolak-balik ke SPBU untuk mendapatkan BBM bagi kendaraan dan kebutuhan melaut. Namun, mereka harus menelan kekecewaan karena stok BBM di SPBU disebut telah habis.
Awalnya, sebagian warga mengaku tidak percaya jika SPBU benar-benar kehabisan stok. Namun setelah pegawai SPBU menunjukkan tangki penyimpanan yang kosong, kemarahan warga mulai mereda. Mereka pun tidak punya pilihan selain menunggu kedatangan pasokan BBM berikutnya.
Dampak kelangkaan BBM ini sangat dirasakan masyarakat, terutama nelayan yang menggantungkan aktivitas hariannya pada ketersediaan bahan bakar untuk speedboat.
“Tidak bisa turun melaut, Pak. Minyak untuk speedboat nggak ada,” ujar salah seorang warga kepada awak media.
Kondisi tersebut dinilai cukup mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, sebab BBM merupakan kebutuhan utama untuk transportasi, distribusi barang, hingga kegiatan melaut. Bila pasokan tidak segera tiba, masyarakat khawatir dampaknya akan semakin luas, terutama bagi warga yang mengandalkan pendapatan harian dari laut.
Sementara itu, ketika salah satu pengelola SPBU dikonfirmasi terkait kondisi kelangkaan BBM tersebut, diperoleh informasi bahwa pasokan BBM sebenarnya sudah ditebus dan telah berada di atas kapal pengangkut. Namun, pihak SPBU belum dapat memastikan kapan kapal tersebut berangkat dan kapan pasokan tiba di pelabuhan untuk selanjutnya didistribusikan ke SPBU.
“BBM sudah kita tebus dan sudah di atas kapal. Mestinya sudah harus berangkat. Semoga saja tidak ada kendala dengan kapal pengangkut,” ujar Putra, salah seorang karyawan SPBU.
Masyarakat berharap pihak terkait, khususnya Pertamina dan instansi yang menangani distribusi BBM di wilayah kepulauan, dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini. Pasalnya, keterlambatan distribusi BBM di daerah kepulauan seperti Mentawai dapat langsung berdampak pada aktivitas ekonomi warga.
Warga juga meminta adanya kepastian jadwal distribusi BBM ke SPBU, agar masyarakat tidak terus-menerus bolak-balik tanpa kejelasan. Selain itu, pengawasan terhadap rantai distribusi BBM dinilai penting agar pasokan ke wilayah Sipora dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (Team)
![]()
