PESISIR SELATAN – Musibah kebakaran merenggut satu korban jiwa di Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (29/6/2026). Seorang perempuan lanjut usia bernama Warni (64) ditemukan meninggal dunia setelah rumah yang ditempatinya dilalap si jago merah di Balarambahan, Kampung Rantau Batu Pasar, Nagari Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti.
Peristiwa itu dilaporkan warga kepada Pos Pemadam Kebakaran Balai Selasa sekitar pukul 15.02 WIB. Mendapat informasi tersebut, personel Damkar dari Pos Balai Selasa bersama Pos Lengayang langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merambat ke bangunan lain.
Namun, proses penanganan menghadapi kendala. Mobil pemadam tidak dapat mencapai titik kebakaran karena akses jalan menuju lokasi terlalu sempit. Petugas terpaksa menempuh sekitar 200 meter dari titik kendaraan berhenti menuju lokasi kebakaran dengan membawa peralatan pemadaman secara manual.
Meski demikian, petugas berhasil mengendalikan kobaran api sehingga tidak meluas ke permukiman sekitar. Satu unit rumah permanen yang berada di dekat lokasi berhasil diselamatkan dari perambatan api.
Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pesisir Selatan, Dongki Agung Pribumi, mengatakan laporan kebakaran langsung ditindaklanjuti begitu diterima petugas.
“Begitu menerima laporan, personel dari Pos Damkar Balai Selasa bersama Pos Damkar Lengayang segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan pengendalian api sesuai prosedur operasional. Meskipun kendaraan tidak dapat masuk karena akses jalan yang sempit, petugas tetap berupaya maksimal agar api tidak meluas,” ujarnya.
Agung mengungkapkan, kebakaran menghanguskan satu unit rumah dengan estimasi kerugian mencapai sekitar Rp150 juta.
Dalam peristiwa tersebut, Warni yang diketahui merupakan warga setempat meninggal dunia di lokasi kejadian. Berdasarkan informasi yang diterima petugas, korban merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
“Sangat kami sesalkan adanya korban jiwa dalam kejadian ini. Kami turut berduka cita kepada keluarga yang ditinggalkan. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” kata Agung.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman yang memiliki akses terbatas bagi kendaraan pemadam.
“Kami mengajak masyarakat memastikan instalasi listrik dan sumber api dalam kondisi aman. Selain itu, akses menuju permukiman perlu menjadi perhatian bersama agar penanganan keadaan darurat dapat dilakukan lebih cepat dan optimal,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran yang menewaskan satu orang tersebut. Situasi di lokasi dilaporkan telah aman setelah api berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar bersama masyarakat setempat.









