JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) terus mengintensifkan upaya mempercepat pembangunan sektor kesehatan. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui audiensi Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, dengan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benyamin Paulus Octavianus, di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Pertemuan itu menjadi langkah strategis Pemkab Pesisir Selatan untuk memperjuangkan dukungan pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mulai dari pembangunan infrastruktur, pengadaan peralatan medis modern, hingga pemerataan akses layanan bagi masyarakat di seluruh wilayah kabupaten.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Hendrajoni didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP&KB) Kabupaten Pesisir Selatan, Agustina Rahmadani, Sekretaris Dinkes PP&KB Donny Tayes, Direktur RSUD Dr. Muhammad Zein Painan, Dona Hamrita, serta Direktur RSUD Tapan, Silvia Ikhlas.
Kehadiran jajaran pimpinan sektor kesehatan itu menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperjuangkan peningkatan fasilitas dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Pesisir Selatan.
Dalam kesempatan itu, Pemkab Pesisir Selatan menyerahkan sejumlah proposal strategis kepada Kementerian Kesehatan RI. Proposal itu mencakup usulan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan, serta pengadaan berbagai peralatan medis yang dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan di daerah.
Bupati Hendrajoni menegaskan bahwa peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi kunci untuk mewujudkan pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke daerah-daerah yang selama ini masih memiliki keterbatasan fasilitas.
“Pelayanan kesehatan yang berkualitas adalah hak seluruh masyarakat. Karena itu, kami datang langsung ke Kementerian Kesehatan untuk memperjuangkan berbagai kebutuhan daerah agar masyarakat Pesisir Selatan memperoleh layanan kesehatan yang semakin baik dan merata,” ujar Hendrajoni.
Salah satu usulan prioritas yang diajukan adalah pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Nagari Sago, Kecamatan IV Jurai. Fasilitas tersebut dinilai sangat penting untuk memperkuat layanan pemeriksaan laboratorium, mempercepat deteksi penyakit, sekaligus meningkatkan kemampuan surveilans kesehatan masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan.
Selain Labkesmas, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan dua puskesmas baru di kawasan Punggasan dan Mandeh. Tak hanya itu, Pemkab Pessel turut mengajukan pembangunan puskesmas pembantu (Pustu), renovasi sejumlah Pustu yang kondisinya sudah memerlukan pembaruan, hingga penambahan kapasitas ruang rawat inap pada beberapa fasilitas pelayanan kesehatan.
Di sektor pelayanan rujukan, RSUD Dr. Muhammad Zein Painan juga mengusulkan bantuan pengadaan alat echocardiography untuk pemeriksaan jantung. Kehadiran alat tersebut diharapkan dapat meningkatkan layanan spesialis jantung di rumah sakit daerah, sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah hanya untuk menjalani pemeriksaan tertentu.
Menurut Hendrajoni, terpenuhinya berbagai kebutuhan tersebut akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat sistem kesehatan daerah secara menyeluruh.
Ia berharap seluruh usulan yang telah disampaikan mendapat perhatian dan dukungan dari Kementerian Kesehatan RI sehingga dapat direalisasikan secara bertahap.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, kami optimistis pembangunan sektor kesehatan di Pesisir Selatan akan semakin maju. Tujuannya tentu agar seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil, dapat menikmati pelayanan kesehatan yang modern, berkualitas, dan mudah diakses,” pungkasnya.




















