PESISIR SELATAN – Sebuah ruko dua lantai di Nagari Kudo-Kudo Indrapura, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), ludes dilalap si jago merah pada Sabtu (25/7/2026) malam. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting arus pendek listrik itu, menyebabkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp450 juta.
Peristiwa tersebut sontak menggegerkan warga sekitar. Kobaran api yang dengan cepat membesar membuat masyarakat berupaya memberikan pertolongan sambil menghubungi Pos Pemadam Kebakaran Tapan.
Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 19.12 WIB. Hanya berselang beberapa menit, Regu Piket C Pos Damkar Tapan langsung bergerak menuju lokasi dan diperkuat personel dari Pos Damkar Kambang.
Dua unit mobil pemadam berkapasitas 4.000 liter diterjunkan untuk memadamkan api. Berkat respons cepat petugas, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke ruko lain maupun rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi.
Proses pemadaman berlangsung sejak pukul 19.25 WIB hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan dan overhaul untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Data dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pesisir Selatan menyebutkan, pemilik ruko yang terbakar adalah Melda Olviani (42), seorang pedagang yang berdomisili di Nagari Kudo-Kudo Indrapura.
Selain menghanguskan bangunan ruko dua lantai, api juga melalap seluruh isi bangunan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Dalam operasi pemadaman, personel Damkar turut dibantu unsur TNI, Polri, Tim SAR, petugas PLN, serta masyarakat yang bahu-membahu membantu proses evakuasi dan pengamanan lokasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pesisir Selatan, Dongki Agung Pribumi, mengapresiasi kesigapan seluruh personel yang bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak ke lokasi sesuai standar operasional prosedur. Alhamdulillah api berhasil dikendalikan sehingga tidak menjalar ke bangunan lain di kawasan tersebut. Ini berkat kerja sama seluruh unsur, mulai dari petugas Damkar, TNI, Polri, PLN, Tim SAR hingga masyarakat yang ikut membantu di lapangan,” kata Agung.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari instalasi listrik.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha. Jangan menggunakan sambungan listrik yang tidak sesuai standar karena dapat memicu korsleting. Pencegahan merupakan langkah terbaik untuk menghindari musibah yang lebih besar,” ujarnya.
Agung menambahkan, kondisi di lokasi kebakaran kini telah dinyatakan aman dan terkendali setelah petugas memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang, meski dugaan awal mengarah pada korsleting arus pendek listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp450 juta.




















