PESISIR SELATAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), menegaskan bahwa siswa tidak diperbolehkan keluar dari lingkungan sekolah untuk menjemput ompreng atau wadah makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Disdikbud Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, menyusul viralnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan seorang siswa diduga terjatuh saat menjemput ompreng MBG di Nagari Salido Kecil, Kecamatan IV Jurai.
Menurut Salim, mekanisme distribusi makanan bergizi seharusnya dilakukan hingga ke lingkungan sekolah. Karena itu, peserta didik tidak boleh meninggalkan halaman sekolah untuk mengambil ompreng dari titik distribusi.
“Hal itu tidak dibenarkan. Dalam pelaksanaan SPPG, makanan harus diantarkan sampai ke sekolah. Siswa tidak dibenarkan meninggalkan halaman sekolah untuk mengambil ompreng. Distribusi harus sampai ke sekolah yang dituju,” kata Salim kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).
Meski demikian, Disdikbud belum menyimpulkan penyebab maupun kronologi pasti insiden yang disebut terjadi di SD Negeri 24 Salido Kecil tersebut. Saat ini, pihak sekolah masih diminta menyusun laporan resmi sebagai dasar untuk mengambil langkah lanjutan.
Salim mengatakan, setelah laporan dari sekolah diterima dan diverifikasi, Disdikbud akan menyampaikan surat kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar melakukan evaluasi terhadap mekanisme pendistribusian makanan bergizi.
“Ya, kita tunggu laporan dari sekolah terlebih dahulu. Setelah laporan dinyatakan lengkap, kita akan menyurati SPPG agar makanan benar-benar diantarkan langsung ke lingkungan sekolah, sehingga siswa tidak perlu bergerak keluar pekarangan sekolah,” ujarnya.
Untuk memastikan informasi di lapangan, Disdikbud juga telah menugaskan koordinator wilayah melakukan penelusuran dan mengumpulkan data terkait kejadian tersebut.
“Saya sudah memerintahkan koordinator wilayah turun ke lapangan. Setelah seluruh informasi terkumpul dan laporan diterima, barulah kita mengambil langkah selanjutnya, termasuk menyurati pihak SPPG,” ucapnya lagi.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa aspek keselamatan peserta didik merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Disdikbud berharap seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi MBG mematuhi prosedur yang telah ditetapkan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Sebelumnya, sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang siswa menangis setelah diduga terjatuh saat menjemput ompreng MBG. Video tersebut memicu perhatian publik dan mendorong Disdikbud Pesisir Selatan untuk melakukan penelusuran serta mengevaluasi mekanisme distribusi bersama pihak SPPG setelah laporan resmi dari sekolah diterima.














