PESISIR SELATAN – Upaya menjaga kelestarian sumber daya perikanan air tawar di Kabupaten Pesisir Selatan terus diperkuat. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat melakukan restocking atau penebaran kembali ikan di perairan umum dengan menyerahkan sebanyak 10.000 ekor benih ikan gariang kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Lubuk Kasai, Nagari Sungai Gayo, Kecamatan IV Jurai, Rabu (29/7/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus memastikan keberlanjutan sumber daya ikan yang menjadi penopang mata pencaharian masyarakat di wilayah tersebut.
Penyerahan benih dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat dan dihadiri langsung Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim. Turut mendampingi Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pesisir Selatan, Yusma Joyo, bersama jajaran pemerintah daerah.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dalam mendukung pelestarian sumber daya perikanan di daerah setempat.
Menurutnya, program restocking bukan sekadar menambah populasi ikan di sungai, tetapi juga menjadi langkah strategis menjaga keseimbangan ekosistem serta menjamin keberlangsungan sumber pangan dan ekonomi masyarakat pada masa mendatang.
“Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kesadaran dan komitmen masyarakat, khususnya Pokmaswas, untuk menjaga habitat ikan dan mencegah praktik penangkapan yang merusak lingkungan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga kawasan perairan umum dari aktivitas yang dapat mengancam kelestarian ikan, seperti penggunaan racun, bahan peledak, maupun alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pesisir Selatan, Yusma Joyo, mengatakan bantuan 10.000 benih ikan gariang diharapkan mampu memperkuat populasi ikan lokal di perairan Nagari Sungai Gayo.
Selain memberikan manfaat ekologis, peningkatan populasi ikan juga diyakini akan berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat yang selama ini menggantungkan penghidupan pada sektor perikanan air tawar.
“Restocking merupakan investasi jangka panjang. Jika habitat tetap terjaga, masyarakat akan merasakan manfaatnya melalui meningkatnya hasil tangkapan secara berkelanjutan,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut (PRL) dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat beserta tim, Camat IV Jurai Abadi Jaya, Wali Nagari Sungai Gayo bersama perangkat nagari, unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa, ninik mamak, Bundo Kanduang, serta anggota Pokmaswas Lubuk Kasai.
Melalui program restocking ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian sumber daya perairan terus meningkat. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, potensi perikanan air tawar di Kabupaten Pesisir Selatan diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan sekaligus menjadi sumber ekonomi yang tetap lestari bagi generasi mendatang.















