Kabar Gembira! Jembatan Gantung Bintungan di Pelangai Gadang Mulai Dibangun Agustus

PESISIR SELATAN – Setelah lebih dari dua tahun masyarakat harus menghadapi sulitnya akses penyeberangan akibat diterjang banjir, harapan baru akhirnya datang bagi warga Nagari Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) memastikan kembali pembangunan Jembatan Gantung Bintungan akan segera dimulai pada 3 Agustus 2026.

Jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat itu sebelumnya rusak dan hanyut diterjang banjir besar pada Maret 2024, kemudian kembali terdampak bencana pada November 2025. Sejak saat itu, akses penghubung antar kampung terputus, sehingga memaksa warga mencari jalur alternatif lain yang lebih jauh dan memakan waktu.

Bagi masyarakat Pelangai Gadang, keberadaan Jembatan Gantung Bintungan bukan sekadar sarana penyeberangan. Infrastruktur tersebut menjadi akses utama bagi petani mengangkut hasil panen, anak-anak menuju sekolah, hingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Putusnya jembatan selama ini berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Distribusi hasil pertanian menjadi terhambat, biaya transportasi meningkat, sementara mobilitas warga sehari-hari menjadi jauh lebih sulit.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kabupaten Pesisir Selatan, Fahresi Eka Siska, mengatakan pembangunan kembali jembatan tersebut telah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah pada tahun 2026.

“Jembatan Bintungan mengalami kerusakan akibat banjir pada Maret 2024 dan kembali terdampak banjir pada November 2025. Akibatnya akses masyarakat terputus. Karena itu, pembangunan kembali jembatan tersebut menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan pada tahun ini,” ujarnya kepada wartawan di Painan, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, proyek tersebut akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pesisir Selatan yang bersumber dari Transfer ke Daerah (TKD).

“Pembangunan direncanakan mulai dilaksanakan pada 3 Agustus 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp4.728.956.107,” katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus mematangkan seluruh tahapan pelaksanaan agar pekerjaan konstruksi dapat berjalan sesuai jadwal, tepat mutu, dan memenuhi standar keselamatan.

Pembangunan kembali Jembatan Gantung Bintungan diharapkan mampu mengembalikan konektivitas masyarakat yang selama ini terhambat. Selain memperlancar arus transportasi antar kampung dan nagari, jembatan tersebut juga diyakini akan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan komoditas lokal.

Tak hanya itu, keberadaan jembatan baru nantinya juga akan mempersingkat waktu tempuh masyarakat dalam mengakses sekolah, fasilitas kesehatan, maupun berbagai layanan publik lainnya.

Pemerintah berharap konstruksi jembatan yang akan dibangun memiliki spesifikasi yang lebih kuat dan mampu bertahan terhadap kondisi cuaca ekstrem maupun luapan sungai, sehingga dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Dengan dimulainya pembangunan pada awal Agustus mendatang, warga Nagari Pelangai Gadang kini menaruh harapan besar agar proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu. Kehadiran kembali Jembatan Gantung Bintungan diyakini akan menghidupkan kembali denyut aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat yang selama ini terdampak akibat putusnya akses penghubung tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed