Pemkab Pessel Bangun Ekosistem Belajar ASN, Gandeng LAN RI dan Cirebon Perkuat Corporate University

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) terus mencari cara untuk meningkatkan kualitas aparatur sipil negara (ASN) agar tidak sekadar piawai menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks.

Salah satu langkah yang kini diperkuat adalah pembangunan ASN Corporate University (ASN Corpu), sebuah pendekatan pengembangan kompetensi yang menempatkan proses belajar sebagai bagian dari kebutuhan organisasi dan pekerjaan sehari-hari.

Untuk mematangkan konsep tersebut, Pemkab Pessel melakukan audiensi dan studi penguatan pembangunan ASN Corporate University ke Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia dan BKPSDM Kabupaten Cirebon pada 28–29 Juli 2026.

Rombongan dipimpin Asisten Administrasi Umum Setdakab Pesisir Selatan, Acik N. Riswandi, ST., M.Si., bersama Kepala BKPSDM Pesisir Selatan Yozki Wandri, S.Pi., M.Si., Kabid Pengembangan Kompetensi Gustin Yulia Roza, serta jajaran terkait.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Pessel untuk membangun sistem pengembangan kompetensi ASN yang tidak berjalan secara parsial, tetapi terintegrasi dengan kebutuhan organisasi, target pembangunan daerah, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selama audiensi, rombongan mendapatkan berbagai masukan terkait tata kelola Corporate University, mulai dari penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan organisasi, pengembangan platform pembelajaran digital, hingga strategi membangun budaya belajar di lingkungan ASN.

Kepala BKPSDM Pesisir Selatan, Yozki Wandri, menyampaikan bahwa pembangunan ASN Corporate University tidak boleh dimaknai sebatas memperbanyak kegiatan pelatihan.

Menurutnya, yang lebih penting adalah membangun sebuah ekosistem pembelajaran yang mampu memastikan peningkatan kompetensi ASN benar-benar berkaitan dengan kebutuhan organisasi.

“Corporate University menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap ASN memperoleh pembelajaran yang relevan dengan tugas, jabatan, dan sasaran pembangunan daerah. Kompetensi aparatur harus terus berkembang agar mampu memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas,” ujarnya.

Dari audiensi dan studi tersebut, Pemkab Pessel memperoleh sejumlah rekomendasi yang akan menjadi bahan penyempurnaan pembangunan ASN Corporate University di daerah.

Pertama, dilakukan perbaikan proses bisnis ASN Corporate University agar seluruh tahapan pengembangan kompetensi dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan terintegrasi dengan kebutuhan organisasi.

Kedua, Pemkab Pessel akan menyusun Action Plan pembangunan ASN Corporate University sebagai peta jalan implementasi program pengembangan kompetensi aparatur secara bertahap.

Ketiga, disiapkan desain platform pembelajaran ASN yang nantinya diharapkan dapat mendukung proses belajar secara digital, fleksibel, dan mudah diakses oleh seluruh aparatur.

Keempat, dilakukan penyempurnaan Human Capital Development Plan (HCDP) Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2026–2030 agar lebih selaras dengan arah pembangunan sumber daya manusia aparatur, kebutuhan organisasi, serta kebijakan nasional.

Keempat rekomendasi tersebut dinilai penting karena pengembangan kompetensi ASN tidak lagi cukup mengandalkan pola pelatihan konvensional. Perubahan teknologi, tuntutan masyarakat, serta kebutuhan pelayanan publik menuntut aparatur untuk terus belajar dan memperbarui kemampuan.

Selain mendatangi LAN RI, rombongan Pemkab Pessel juga melakukan kunjungan ke BKPSDM Kabupaten Cirebon.

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung praktik baik atau best practice yang telah diterapkan dalam pengembangan Corporate University.

Dari kunjungan tersebut, Pemkab Pessel mendapatkan gambaran mengenai bagaimana pembelajaran aparatur dapat dikelola sebagai bagian dari sistem organisasi, bukan sekadar agenda pelatihan yang berdiri sendiri.

Asisten Administrasi Umum Setdakab Pesisir Selatan, Acik N. Riswandi, mengatakan hasil audiensi dan studi tersebut akan menjadi salah satu landasan untuk mempercepat implementasi ASN Corporate University di lingkungan Pemkab Pesisir Selatan.

Ia menilai transformasi pengembangan kompetensi ASN harus dilakukan secara sistematis agar investasi pemerintah dalam peningkatan kapasitas aparatur benar-benar memberikan dampak terhadap kinerja organisasi.

“Ke depan, ASN dituntut tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi memiliki budaya belajar sepanjang hayat. Corporate University menjadi wadah untuk mengintegrasikan pembelajaran dengan kebutuhan organisasi sehingga menghasilkan aparatur yang profesional, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan ASN Corporate University nantinya tidak hanya diukur dari berapa banyak ASN yang mengikuti pelatihan. Lebih jauh, ukuran keberhasilannya adalah sejauh mana proses pembelajaran tersebut mampu mengubah cara kerja aparatur, meningkatkan kinerja organisasi, dan pada akhirnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dengan penguatan tersebut, Pemkab Pessel menargetkan terbentuknya sistem pengembangan kompetensi ASN yang modern, kolaboratif, berbasis digital, dan berkelanjutan.

Langkah itu diharapkan menjadi fondasi dalam membangun birokrasi yang semakin profesional sekaligus mendukung pencapaian visi pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan.

Sebab, di tengah perubahan yang bergerak cepat, birokrasi tidak cukup hanya bekerja berdasarkan apa yang sudah dikuasai. ASN dituntut terus belajar, beradaptasi, dan menemukan cara baru agar pelayanan publik tetap mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *