PESISIR SELATAN — Pembangunan kembali Jembatan Gantung Bintungan di Nagari Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, tidak hanya menjadi momentum pemulihan akses masyarakat. Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni juga menitipkan pesan penting agar pembangunan infrastruktur tersebut disertai dengan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian hutan.
Hendrajoni mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penebangan kayu secara sembarangan. Menurutnya, menjaga kawasan hulu dan kelestarian hutan merupakan bagian penting dari upaya mencegah terjadinya banjir yang dapat kembali mengancam infrastruktur, termasuk Jembatan Gantung Bintungan.
Pesan itu disampaikan Hendrajoni saat menghadiri sekaligus meresmikan dimulainya pembangunan kembali Jembatan Gantung Bintungan, Senin (3/8/2026).
“Jangan tebang kayu sembarangan. Mari kita sama-sama menjaga hutan agar tidak terjadi banjir, sehingga jembatan yang sudah dibangun ini dapat bertahan lama,” kata Hendrajoni.
Ia menegaskan, pembangunan jembatan dengan anggaran miliaran rupiah akan menjadi sia-sia apabila lingkungan di sekitar kawasan hulu tidak dijaga. Banjir yang terjadi akibat kerusakan lingkungan berpotensi kembali merusak infrastruktur yang telah dibangun pemerintah.
Karena itu, Hendrajoni meminta masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut mengambil peran dalam menjaga keberadaan jembatan dan lingkungan di sekitarnya.
“Mari bersama-sama menjaga fasilitas yang sudah ada. Kepada masyarakat, Wali Nagari, Camat, dan Kapolsek, saya minta kerja samanya untuk sama-sama mengawal ini,” ujarnya.
Menurut Hendrajoni, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan kesadaran menjaga lingkungan. Jembatan yang kokoh membutuhkan kondisi alam yang juga terjaga agar dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
Jembatan Gantung Bintungan bukan tanpa sejarah panjang kerusakan. Infrastruktur tersebut sebelumnya telah mengalami kerusakan dan kondisinya semakin parah setelah diterjang banjir pada 27 November 2025.
Banjir akhirnya menyebabkan jembatan hanyut dan tidak dapat lagi difungsikan secara normal. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat karena mobilitas warga, aktivitas ekonomi, serta akses menuju berbagai pelayanan dasar ikut terganggu.
Kini, pemerintah daerah kembali membangun jembatan tersebut melalui dukungan dana Transfer ke Daerah (TKD).
Hendrajoni mengatakan, infrastruktur merupakan urat nadi pembangunan sekaligus salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memahami betul bahwa infrastruktur merupakan urat nadi pembangunan dan penggerak ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Ia menjelaskan, keberadaan jembatan yang layak tidak hanya berkaitan dengan kelancaran transportasi. Jembatan juga menjadi penunjang aktivitas masyarakat di sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi.
Jembatan baru yang akan dibangun memiliki panjang bentang 90 meter dengan nilai kontrak Rp4.728.956.107. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Arifan dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender, terhitung sejak kontrak 3 Agustus hingga 31 Desember 2026.
Hendrajoni berharap setelah selesai dibangun, akses masyarakat menjadi lebih cepat, aman dan nyaman. Mobilitas hasil pertanian juga diharapkan semakin lancar sehingga berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Selain itu, jembatan tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antar wilayah, memperlancar akses pendidikan dan kesehatan serta mengurangi keterisolasian masyarakat.
Selain mengingatkan masyarakat menjaga hutan, Hendrajoni juga memberikan perhatian serius terhadap kualitas pembangunan jembatan.
Ia meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor dan konsultan pengawas tidak menganggap pembangunan tersebut sekadar proyek rutin pemerintah.
Menurutnya, setiap rupiah anggaran yang dikucurkan harus menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
“Saya menitipkan pesan kepada PPK, pihak kontraktor dan konsultan pengawas agar melaksanakan pekerjaan ini dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan kualitas, mematuhi spesifikasi teknis serta menyelesaikan pekerjaan tepat waktu,” ujarnya.
Hendrajoni juga mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan. Pengawasan bersama, katanya, diperlukan agar pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan jembatan yang benar-benar aman serta berkualitas.
“Mari kita awasi bersama agar pelaksanaan pekerjaannya berjalan dengan baik sehingga nantinya jembatan ini dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang,” pungkasnya.















