Hendrajoni Lantik Dua Pejabat Eselon II, Tekankan Integritas dan Kinerja Nyata

DAERAH, HEADLINE199 Dilihat

PESISIR SELATAN — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) kembali melakukan penyegaran pada jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama. Dua pejabat resmi dilantik untuk mengisi posisi strategis di sektor pertanian serta penegakan peraturan daerah dan pelayanan kebencanaan.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (4/8/2026), dipimpin langsung Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni.

Dua pejabat yang dilantik yakni Hamdi sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan dan Dongki Agung Pribumi sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Pesisir Selatan.

Keduanya bukan nama baru di instansi yang kini dipimpinnya. Hamdi sebelumnya dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, sementara Dongki Agung Pribumi juga sebelumnya menjalankan tugas sebagai Plt Kepala Satpol PP dan Damkar.

Dalam sambutannya, Hendrajoni menyampaikan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian atau pengisian jabatan struktural. Menurutnya, momentum itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun birokrasi yang lebih profesional melalui penerapan manajemen talenta.

“Hari ini kita menyaksikan sebuah momentum penting dalam perjalanan Pemerintahan Kabupaten Pesisir Selatan, yaitu pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama untuk dua posisi strategis, yakni Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran,” ujar Hendrajoni.

Ia menjelaskan, pengisian kedua jabatan tersebut dilakukan melalui pendekatan manajemen talenta. Ini merupakan kali kedua Pemkab Pesisir Selatan menggunakan pendekatan tersebut dalam mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama.

Dengan sistem tersebut, kata Hendrajoni, proses penempatan pejabat tidak lagi hanya mempertimbangkan aspek administratif, tetapi juga memperhatikan kompetensi, potensi, integritas dan rekam kinerja.

“Artinya, pengisian jabatan ini tidak lagi semata-mata administratif, melainkan berbasis kompetensi, potensi, integritas dan kinerja,” katanya.

Khusus kepada Hamdi yang dipercaya memimpin Dinas Pertanian, Hendrajoni memberikan sejumlah pesan strategis. Ia meminta sektor pertanian tidak hanya dikelola dengan pola kerja rutin, tetapi harus bergerak mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pertanian merupakan salah satu sektor vital yang memiliki hubungan langsung dengan perekonomian masyarakat Pesisir Selatan.

Hendrajoni juga mengingatkan adanya program prioritas pemerintah daerah di tingkat nagari yang membutuhkan dukungan dan inovasi dari jajaran Dinas Pertanian.

“Saya memiliki program prioritas nagari. Untuk itu saya mengharapkan saudara bisa menggunakan pendekatan inovatif, teknologi tepat guna, serta membangun sinergi dengan masyarakat dan dunia usaha,” ucapnya.

Ia menekankan, kemajuan sektor pertanian harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani. Karena itu, produktivitas harus terus didorong, ketahanan pangan diperkuat, dan petani harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Pertanian adalah sektor vital yang menopang perekonomian daerah. Artinya, kemajuan pertanian akan berkontribusi langsung kepada peningkatan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, kepada Dongki Agung Pribumi yang dipercaya memimpin Satpol PP dan Damkar, Hendrajoni meminta agar dua fungsi utama instansi tersebut dijalankan secara profesional.

Ia menegaskan Satpol PP harus menjadi garda terdepan pemerintah daerah dalam menegakkan peraturan daerah serta menjaga ketenteraman dan ketertiban umum.

Di sisi lain, fungsi pemadam kebakaran juga dituntut semakin responsif dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama ketika menghadapi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.

“Satpol PP harus menjadi garda terdepan dalam menegakkan peraturan daerah dan menjaga ketertiban umum. Damkar harus sigap melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran dan bencana lainnya,” kata Hendrajoni.

Namun, ketegasan tersebut, menurutnya, harus tetap dibarengi pendekatan yang humanis. Aparatur diminta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

“Jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan humanis. Pastikan pelayanan cepat tanggap dan profesional,” tambahnya.

Hendrajoni juga meminta Satpol PP dan Damkar memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait dalam menghadapi persoalan sosial yang dinilai semakin kompleks, termasuk berbagai bentuk penyakit masyarakat yang dapat menjadi tantangan dalam pembangunan daerah.

Lebih jauh, Hendrajoni meminta kedua pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan tanggung jawab barunya dan tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan hasil kerja.

Ia menekankan bahwa jabatan pimpinan tinggi pratama bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata dan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya berharap saudara segera beradaptasi, bekerja dengan integritas dan menunjukkan kinerja nyata. Ingatlah bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi demi kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah,” pungkasnya.

Pelantikan Hamdi dan Dongki Agung Pribumi sekaligus menandai dimulainya fase baru kepemimpinan di dua organisasi perangkat daerah yang memiliki peran penting dalam agenda pembangunan Pesisir Selatan.

Dinas Pertanian berada di garis depan dalam mendorong produktivitas dan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Sementara Satpol PP dan Damkar memiliki tanggung jawab langsung dalam menjaga ketertiban sekaligus memberikan perlindungan dan pelayanan pada situasi darurat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *