PESISIR SELATAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan meluncurkan majalah digital Suara Pengawasan, Senin (17/8/2026). Peluncuran bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus HUT ke-8 Bawaslu kabupaten/kota se-Indonesia.
Peluncuran majalah digital tersebut berlangsung di ruang media center Kantor Bawaslu Pesisir Selatan dan diikuti Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Muhamad Khadafi, melalui zoom meeting.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pesisir Selatan, Wendi serta Ketua KPU Pesisir Selatan, Aswandi.
Ketua Bawaslu Pesisir Selatan, Afriki Musmaidi, mengatakan kehadiran Suara Pengawasan menjadi bagian dari upaya lembaganya menyesuaikan pendidikan kepemiluan dengan perkembangan teknologi informasi saat ini.
Menurutnya, ruang digital memiliki potensi besar untuk memperluas jangkauan informasi dan pendidikan politik kepada masyarakat.
“Dengan semangat kemerdekaan dan semangat delapan tahun hadirnya Bawaslu kabupaten/kota, ini menjadi momentum bagi kami untuk terus mengoptimalkan pendidikan kepemiluan secara digital,” ujar Afriki saat peluncuran.
Ia mengatakan, meski Pemilu dan Pemilihan 2024 telah selesai, pendidikan demokrasi dan kepemiluan tidak boleh berhenti. Bawaslu Pesisir Selatan terus berupaya mengambil bagian dalam menjaga keberlanjutan pendidikan politik masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui sejumlah inovasi yang lahir dari forum pleno lembaga, salah satunya program Kelas Pemilu. Program ini diarahkan untuk memperluas pendidikan politik sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tahapan dan proses kepemiluan.
Sementara itu, gagasan menerbitkan Suara Pengawasan bermula dari diskusi antara Bawaslu Pesisir Selatan dengan Diskominfo terkait pengembangan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).
“Dari diskusi pengembangan PPID bersama Dinas Kominfo, kemudian muncul gagasan untuk menghadirkan sebuah media yang dapat mendokumentasikan sekaligus menyampaikan informasi mengenai kerja-kerja pengawasan kepada masyarakat,” katanya.
Anggota Bawaslu Sumatera Barat, Muhamad Khadafi, mengapresiasi langkah Bawaslu Pesisir Selatan yang melahirkan inovasi media digital dengan melibatkan pemerintah daerah melalui Diskominfo.
Khadafi menyebut kehadiran majalah digital itu menjadi sesuatu yang baru dalam perjalanan Bawaslu Sumatera Barat.
“Sejak Bawaslu Provinsi Sumatera Barat hadir, ini pertama kali hadir majalah digital. Sejarah sangat terkait erat dengan tulisan,” ucap Khadafi.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak semestinya menjadi alasan bagi lembaga untuk berhenti berinovasi. Sebaliknya, inovasi dapat dimulai dari semangat, komitmen dan keberanian untuk menghadirkan sesuatu yang bermanfaat.
“Dengan keterbatasan anggaran, inovasi yang dibuat Bawaslu Pesisir Selatan menyampaikan pesan untuk berinovasi cukup membutuhkan semangat dan komitmen. Kemudian, ada legacy sejarah yang ditinggalkan nantinya,” ujarnya.
Khadafi juga menyoroti masih adanya anggapan di tengah masyarakat bahwa Pemilu hanya berlangsung pada hari pemungutan suara.
Padahal, proses kepemiluan berlangsung melalui rangkaian tahapan panjang yang dimulai jauh sebelum masyarakat datang ke tempat pemungutan suara.
“Kecenderungan masyarakat kita melihat Pemilu itu hanya pada hari pemungutan suara saja. Padahal, secara konstitusional Pemilu diselenggarakan jauh sebelum hari pemungutan suara,” katanya.
Karena itu, pendidikan kepemiluan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan berbagai kanal komunikasi yang sesuai dengan karakter masyarakat, termasuk melalui media digital.
Khadafi juga memberikan apresiasi terhadap program Kelas Pemilu yang lebih dahulu digagas Bawaslu Pesisir Selatan. Program tersebut, menurutnya, mulai dikembangkan melalui kegiatan tatap muka sejak Juli 2025.
“Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan juga pertama kali menginisiasi program tatap muka berbentuk Kelas Pemilu. Seingat saya, dimulai sejak Juli 2025,” tuturnya.
Kepala Sekretariat Bawaslu Pesisir Selatan, Rinaldi, mengatakan edisi perdana Suara Pengawasan memuat sekitar 70 berita, ditambah sejumlah artikel dan opini yang berkaitan dengan aktivitas kelembagaan, pengawasan Pemilu serta pendidikan demokrasi.
Menurutnya, majalah tersebut masih jauh dari sempurna karena proses pengerjaannya dilakukan dalam waktu relatif singkat.
“Majalah ini tentu belum sempurna karena dikerjakan dalam waktu kurang lebih tiga minggu. Tetapi kami berupaya menghadirkan informasi yang dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas dan kerja-kerja lembaga pengawas Pemilu kepada masyarakat,” kata Rinaldi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Diskominfo Pesisir Selatan yang turut memberikan dukungan dalam pengembangan media digital tersebut.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Pesisir Selatan, Wendi, mengatakan pemerintah daerah sebelumnya juga telah mengembangkan majalah digital dan telah menerbitkan empat edisi.
Menurutnya, optimalisasi informasi digital merupakan bagian penting dalam mendukung transformasi pemerintahan berbasis elektronik.
Ia menyebut Pesisir Selatan kini masuk 10 besar secara nasional dalam capaian Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
“Ke depan, berbagi informasi dan penyampaian informasi digital harus terus kita optimalkan. Salah satunya melalui majalah digital seperti ini dan berbagai platform media sosial,” ujarnya.
Wendi berharap inovasi yang dilakukan Bawaslu Pesisir Selatan dapat ikut memperkuat transformasi digital di daerah.
Pemerintah daerah, kata dia, juga mendukung penyebarluasan Suara Pengawasan. Bahkan, video peluncuran majalah digital tersebut akan turut ditayangkan melalui videotron untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
“Harapannya Pesisir Selatan menjadi kabupaten digital terbaik,” ucapnya.
Ketua KPU Pesisir Selatan, Aswandi, turut mengapresiasi peluncuran Suara Pengawasan. Ia menilai Bawaslu dan KPU merupakan bagian dari satu kesatuan penyelenggara Pemilu yang memiliki tanggung jawab bersama dalam memberikan informasi sekaligus mencerdaskan masyarakat.
Ia berharap majalah digital tersebut tidak berhenti pada edisi perdana, tetapi terus dikembangkan dan diterbitkan secara berkelanjutan.
“Jangan sampai pada edisi ini saja. Terus memberikan informasi dan mencerdaskan publik. Atas nama KPU Kabupaten Pesisir Selatan, kami ikut bangga. Selamat atas peluncuran Suara Pengawasan,” pungkasnya.














