JAKARTA — Zhifanna Putri Allaysa atau dikenal dengan nama panggung Zhifanna, penyanyi muda asal Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kembali mencuri perhatian di panggung D’Academy 8 Indosiar. Memasuki babak Top 31, Zhifanna tampil perdana bersama Ikhwan asal Polewali Mandar dan Sahwan dari Sampang dalam Grup 4, Rabu (19/8/2026) malam.
Ketiganya membawakan lagu “Cukuplah Cinta” karya Adibal Sahrul yang dirilis pada 2021. Penampilan trio tersebut langsung mendapat sambutan meriah dari penonton dan tiga dewan juri, yakni Dewi Persik, Lesti Kejora dan Nazar.
Bukan sekadar pujian, ketiga juri kompak memberikan mereka Standing Ovation (SO) untuk penampilan Grup 4 tersebut.
Dewi Persik bahkan menyebut penampilan ketiganya memiliki daya tarik kuat layaknya penyanyi profesional yang sedang menggelar konser.
“Tiga-tiganya magnet banget ya. Kalian itu keren banget. Kami melihat seperti artis yang lagi konser. Kalian luar biasa,” ujar Dewi Persik.
Menurut Dewi, ketiga peserta mampu memberikan improvisasi dalam penampilan tanpa mengganggu jalannya lagu.
“Semuanya kasih improve, tidak ada yang meleset,” katanya.
Khusus kepada Zhifanna, Dewi memberikan perhatian tersendiri. Ia menilai Zhifanna mampu menjadi sosok perempuan yang dapat mengimbangi karakter vokal Ikhwan dan Sahwan.
“Zhifanna adalah sosok perempuan yang bisa mengimbangi keduanya. Saya sangat suka kamu bisa adil,” tutur Dewi.
Dalam pilihannya, Dewi Persik menjatuhkan pilihan kepada Zhifanna.
Sementara itu, Lesti Kejora memilih Ikhwan. Adapun Nazar memilih Sahwan. Meski harus menentukan pilihan, Nazar mengakui bahwa penampilan ketiganya membuatnya sulit menentukan siapa yang paling layak dipilih.
“Sebenarnya kami tidak bisa memilih ketiganya. Saya tidak ada komentar, memang mereka sangat luar biasa,” ucap Nazar.
Nazar juga memberikan catatan penting mengenai kemampuan vokal ketiganya, terutama dalam mengontrol nada tinggi dan rendah.
Menurutnya, kemampuan mencapai nada tinggi memang menjadi salah satu kekuatan para peserta. Namun, seorang penyanyi juga harus mampu menjaga kualitas suara ketika menyanyikan nada rendah.
“Kekuatan suara tinggi hampir 90 persen mereka mampu, tetapi saya pesan tetap bersama. Kita tetap saling menjaga, baik itu di nada rendah, karena itu PR kita bagi penyanyi,” kata Nazar.
Ia menyebut, kemampuan bernyanyi tidak hanya diukur dari seberapa tinggi seorang penyanyi mampu mencapai nada.
“Penyanyi harus bisa nyanyi nada tinggi dan nada rendah. Nada rendah harus diperhatikan juga. Ini bukan koreksi, tapi ini untuk kita semua sebagai penyanyi,” ujarnya.
Khusus Zhifanna, Nazar memberikan pujian atas kemampuan vokalnya dalam menjangkau nada tinggi.
“Nada tingginya luar biasa, karena tidak sakit di telinga,” tutur Nazar.
Penampilan Grup 4 semakin menarik karena ketiga peserta datang dari binaan coach yang berbeda. Zhifanna merupakan anak didik Selfi Yamma, Ikhwan berada di bawah binaan Fildan, sedangkan Sahwan dibina Melly Lee.
Setelah penampilan trio, perjuangan Zhifanna berlanjut melalui penampilan solo.
Membawakan lagu “Hari-Hari Cinta” karya Evie Tamala yang populer sejak 1991, Zhifanna kembali menunjukkan karakter vokalnya di atas panggung.
Kali ini, penampilannya bahkan membuat ketiga dewan juri terlihat menikmati lagu sambil bergoyang mengikuti gaya Zhifanna yang centil dan penuh ekspresi.
Ketiganya kembali memberikan Standing Ovation.
Nazar menilai Zhifanna berhasil memberikan sentuhan khas dalam lagu tersebut. Ia menangkap adanya permainan vokal yang menjadi daya tarik tersendiri.
“Saya tadi mendengar ada keperlan-keperlan pada lagu yang kamu bawakan. Keperlan-keperlan itu luar biasa dan enak banget,” ujar Nazar.
Ia berharap Zhifanna dapat terus melaju ke babak berikutnya.
“Mudah-mudahan kamu lanjut ke babak selanjutnya,” katanya.
Pujian juga datang dari Dewi Persik. Menurutnya, Zhifanna mampu menyesuaikan karakter vokalnya dengan lagu yang dibawakan.
“Aku suka nada ini, Kamis, Jumat, Sabtu, malam Minggu pacaran,” ucap Dewi dengan gaya khasnya.
Dewi menilai Zhifanna telah mengeksekusi lagu dengan baik. Namun, ia kembali mengingatkan pentingnya mengontrol kekuatan vokal agar lagu terdengar lebih syahdu dan nyaman dinikmati.
“Kamu di lagu ini sudah mengeksekusi dengan baik, semuanya sudah bagus. Namun seperti yang kita bahas tadi, enggak semua penyanyi itu keren kalau nyanyi kencang-kencang atau nada tinggi,” ujarnya.
Menurut Dewi, penyanyi harus mampu mengendalikan emosi dan tenaga ketika membawakan sebuah lagu.
“Kamu harus bisa mengontrol nada kamu supaya lebih syahdu di telinga. Kalau aku pribadi suka yang syahdu-syahdu dan tidak kencang-kencang. Sebab, segala yang berlebihan itu tidak baik,” tuturnya.
Sementara Lesti Kejora menilai Zhifanna telah mampu menyesuaikan karakter nada dengan lagu yang dibawakannya.
“Disesuaikan nadanya dengan lagunya. Sukses selalu untuk kamu,” kata Lesti.
Perjuangan Zhifanna di Top 31 akhirnya berbuah manis. Ia dinyatakan lolos melalui keputusan Robot Joko Prabuwesi yang menjadi salah satu bagian menarik dalam rangkaian acara D’Academy 8.
Kelolosan tersebut sekaligus menjaga Zhifanna untuk terus membawa nama Pesisir Selatan di panggung kompetisi dangdut bergengsi tersebut.
Penampilan Zhifanna di Top 31 menunjukkan perkembangan yang semakin matang. Tak hanya mengandalkan kemampuan mencapai nada tinggi, ia juga mulai menunjukkan kemampuan mengontrol vokal, membangun karakter lagu, serta tampil percaya diri ketika harus berkolaborasi dengan peserta lain.
Bagi masyarakat Pesisir Selatan, perjalanan Zhifanna di D’Academy 8 menjadi perhatian tersendiri. Setiap penampilannya di panggung nasional bukan hanya menjadi ajang pembuktian bagi dirinya, tetapi juga membawa nama daerah asalnya semakin dikenal di tengah persaingan para talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia.















