PESISIR SELATAN — Suasana di Lakitan Selatan, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mendadak panik setelah satu unit rumah permanen milik Nurhayati (63) terbakar pada Jumat (28/8/2026) pagi.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 09.05 WIB tersebut diduga bermula dari sebuah laptop yang sedang digunakan cucu pemilik rumah di salah satu kamar.
Berdasarkan keterangan pemilik rumah, laptop tersebut diduga mengalami ledakan dan kemudian terbakar. Api selanjutnya menyambar kasur di kamar nomor dua hingga dengan cepat membesar.
Laporan mengenai kebakaran diterima petugas pada pukul 09.05 WIB. Anggota piket Regu A Pos Sektor Damkarmat Lengayang langsung bergerak menuju lokasi dan mendapat bantuan dari personel Regu C.
Petugas tiba di lokasi sekitar enam menit setelah menerima laporan.
Setibanya di lokasi, petugas langsung berjibaku melakukan pemadaman. Selain memutus sumber api, petugas juga melakukan pendinginan dan overhaul untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Gerak cepat petugas menjadi sangat penting karena rumah korban berada di lingkungan permukiman. Kobaran api berpotensi merambat ke sejumlah rumah warga yang berada di sekitar lokasi.
Beruntung, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Pesisir Selatan, Dongki Agung Pribumi, mengatakan respons cepat petugas menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas.
“Petugas langsung bergerak begitu laporan diterima dan tiba di lokasi sekitar enam menit. Pemadaman, pendinginan, dan overhaul dilakukan untuk memastikan api benar-benar terkendali serta mencegah penjalaran ke bangunan di sekitar,” ujar Agung.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap penggunaan perangkat elektronik, terutama peralatan yang menggunakan sumber listrik dan berada dekat dengan bahan yang mudah terbakar.
“Peralatan elektronik seperti laptop sebaiknya digunakan dengan memperhatikan kondisi perangkat, sumber listrik, serta penempatannya. Jangan meninggalkan perangkat dalam kondisi menyala tanpa pengawasan, terutama ketika digunakan di dekat kasur atau bahan yang mudah terbakar,” katanya.
Dalam kejadian tersebut, sebagian bangunan rumah milik Nurhayati mengalami kerusakan akibat terbakar. Kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, pemilik rumah mengalami kepanikan akibat kebakaran yang terjadi secara tiba-tiba.
Sejumlah rumah warga yang berada di sekitar lokasi juga berhasil diselamatkan sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Penanganan di lokasi melibatkan personel Damkar, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat. Setelah api berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan serta pengecekan menyeluruh, kondisi lokasi dinyatakan aman dan terkendali.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi bahaya dari peralatan elektronik di dalam rumah. Kerusakan kecil atau gangguan pada perangkat listrik dapat berubah menjadi ancaman serius apabila terjadi di dekat benda-benda yang mudah terbakar.















