PESISIR SELATAN — Upaya menghidupkan kembali kejayaan olahraga paralayang di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terus digerakkan Langkisau Soaring Club (LASAC).
Komunitas olahraga dirgantara yang selama ini menjadikan kawasan Langkisau sebagai salah satu basis aktivitasnya itu, kini mendorong penguatan sarana dan prasarana sebagai bagian dari langkah pembinaan atlet sekaligus pengembangan potensi sport tourism di Pesisir Selatan.
Langkah tersebut dilakukan melalui audiensi bersama Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat. Dalam kesempatan itu, LASAC menyerahkan proposal bantuan melalui dana aspirasi kepada Anggota DPRD Sumbar asal Pesisir Selatan, Sri Kumala Dewi, yang juga menjadi Ibu Angkat LASAC.
Audiensi tersebut menjadi ruang bagi pengurus LASAC untuk menyampaikan kondisi, kebutuhan, serta program yang ingin dikembangkan ke depan. Salah satu perhatian utama adalah pemenuhan peralatan paralayang yang dinilai penting untuk menunjang pembinaan atlet dan keberlangsungan kegiatan olahraga dirgantara di kawasan Langkisau.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran pengurus LASAC didampingi Pembina LASAC Pesisir Selatan Ade Rivai dan Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus. Sri Kumala Dewi hadir dalam kapasitasnya sebagai anggota legislatif sekaligus Ibu Angkat LASAC.
Pembina LASAC Pesisir Selatan, Ade Rivai, mengatakan pertemuan tersebut mendapat respons positif dari Sri Kumala Dewi.
Menurut Ade, dukungan tersebut menjadi tambahan energi bagi keluarga besar LASAC untuk kembali membangun olahraga paralayang yang pernah menjadi salah satu aktivitas olahraga dan wisata yang memiliki daya tarik di kawasan Langkisau.
“Kita ingin menghidupkan kembali kejayaan Langkisau sebagai salah satu lokasi potensial untuk olahraga dirgantara sekaligus wisata olahraga,” ujarnya, Sabtu (29/8/2026).
Bagi LASAC, kebangkitan paralayang tidak semata-mata berbicara mengenai kompetisi dan prestasi atlet. Langkisau juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata olahraga yang dapat memperkuat daya tarik Pesisir Selatan.
Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, ketersediaan peralatan dan fasilitas pendukung menjadi salah satu kebutuhan yang harus mendapat perhatian.
Sri Kumala Dewi menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengembangan olahraga paralayang di Kabupaten Pesisir Selatan. Dukungan tersebut salah satunya diarahkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan peralatan paralayang yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam pengembangan olahraga tersebut.
Sementara itu, Ketua LASAC Kabupaten Pesisir Selatan, Yuher Firmandes, menyambut baik perhatian yang diberikan tersebut.
Ia mengatakan dukungan dari berbagai pihak menjadi angin segar bagi LASAC yang selama ini berupaya mempertahankan semangat pembinaan di tengah keterbatasan sarana.
“Ini adalah momentum penting bagi LASAC. Apa yang selama ini kita perjuangkan dengan keterbatasan sarana, sedikit demi sedikit mulai mendapatkan perhatian,” kata Yuher.
Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan peralatan, tetapi menjadi pintu masuk bagi penguatan pembinaan atlet secara berkelanjutan.
LASAC menargetkan dukungan tersebut dapat membantu meningkatkan ketersediaan peralatan, memperkuat aktivitas latihan, serta membuka peluang bagi atlet untuk kembali mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi paralayang.
Yuher juga menyampaikan apresiasi kepada Sri Kumala Dewi selaku Ibu Angkat LASAC atas perhatian yang diberikan. Ia berharap dukungan tersebut dapat menjadi bagian dari kolaborasi yang lebih luas antara komunitas olahraga, pemerintah, legislatif, KONI, dan pihak lainnya.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungannya untuk kebangkitan paralayang Pesisir Selatan. Semoga Langkisau kembali berjaya,” tuturnya.
Yuher menegaskan, LASAC bukan sekadar wadah bagi para penghobi paralayang. Komunitas tersebut juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, pembinaan, serta melahirkan atlet yang dapat membawa nama Pesisir Selatan dalam berbagai ajang olahraga dirgantara.
Karena itu, ia mengajak seluruh keluarga besar LASAC menjaga kekompakan dan semangat bersama. Menurutnya, kebangkitan paralayang Langkisau membutuhkan kerja bersama dan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah, DPRD, KONI, serta pemangku kepentingan lainnya, LASAC optimistis olahraga paralayang di Pesisir Selatan dapat kembali berkembang.
Jika pembinaan atlet berjalan beriringan dengan pengembangan fasilitas dan promosi wisata olahraga, kawasan Langkisau diharapkan tidak hanya kembali melahirkan prestasi, tetapi juga menjadi salah satu magnet sport tourism di Pesisir Selatan.
Kini, harapan itu kembali diarahkan ke langit Langkisau, tempat para penerbang pernah mengukir cerita dan tempat LASAC ingin menulis kembali kejayaan paralayang di Pesisir Selatan.





















