PESISIR SELATAN — Harapan warga terdampak bencana di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), untuk segera kembali memiliki tempat tinggal yang layak mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, turun langsung ke lokasi Hunian Sementara (Huntara), Rabu (2/9/2026), untuk menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) PBB Tahun 2026 sekaligus meninjau calon lokasi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana.
Sebanyak 51 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan tersebut. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp255 juta, dengan masing-masing keluarga memperoleh bantuan tunai sebesar Rp5 juta.
Penyerahan bantuan tidak sekadar menjadi agenda administratif. Di tengah kondisi warga yang masih menjalani kehidupan di Huntara, kehadiran kepala daerah secara langsung menjadi pesan bahwa proses pemulihan pascabencana masih menjadi perhatian pemerintah.
Hendrajoni mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan dasar warga selama masih menempati Huntara.
“Pemerintah Daerah hadir untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tertangani dengan baik. Bantuan tunai sebesar Rp5 juta per KK ini kami harapkan dapat meringankan beban ekonomi warga serta memenuhi kebutuhan mendasar selama berada di hunian sementara,” ujar Bupati.
Setelah menyerahkan bantuan, Hendrajoni bersama rombongan kemudian bergerak meninjau lahan yang dipersiapkan sebagai calon lokasi pembangunan Huntap.
Peninjauan tersebut turut diikuti Dinas Sosial PPPA, BPBD Pessel, jajaran Pemerintah Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, para Wali Nagari, serta didampingi jajaran Polsek Bayang.
Lokasi yang ditinjau berada tidak jauh dari kawasan Huntara yang saat ini ditempati warga. Kedekatan lokasi tersebut diharapkan dapat memudahkan proses pemindahan masyarakat ketika pembangunan hunian permanen nantinya terealisasi.
Bagi warga yang masih berada di Huntara, pembangunan Huntap menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Sebab, bantuan tunai hanya menjadi salah satu bentuk dukungan sementara, sementara kepastian tempat tinggal permanen menjadi harapan jangka panjang masyarakat terdampak.
Karena itu, Hendrajoni menekankan pentingnya mempercepat proses pemulihan dan memastikan pembangunan Huntap dapat berjalan sesuai rencana.
“Kami ingin memastikan proses pemulihan ini berjalan berkesinambungan. Peninjauan lokasi calon Huntap ini penting agar proses relokasi warga dari Huntara ke hunian tetap dapat direalisasikan secepat mungkin. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh warga agar pembangunan Huntap ini berjalan lancar,” ucapnya.
Pemerintah daerah, kata Hendrajoni, ingin memastikan masyarakat tidak berjuang sendiri dalam menghadapi dampak bencana. Kehadiran pemerintah di lapangan sekaligus menjadi upaya untuk melihat langsung kondisi warga serta memastikan kebutuhan pemulihan dapat ditindaklanjuti.
Suasana di lokasi Huntara pun tampak mendapat sambutan antusias dari masyarakat penerima bantuan. Warga berharap seluruh tahapan penanganan pascabencana, termasuk pembangunan Huntap, dapat segera dituntaskan sehingga mereka bisa meninggalkan kehidupan di hunian sementara dan kembali menjalani kehidupan secara lebih aman dan nyaman.
Dengan penyaluran BLT PBB dan peninjauan calon lokasi Huntap tersebut, Pemkab Pessel menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diarahkan hingga masyarakat kembali memiliki tempat tinggal permanen dan dapat bangkit menjalani kehidupan seperti sediakala.















