PESISIR SELATAN — Kekayaan budaya lokal Pesisir Selatan dinilai tidak cukup hanya diwariskan secara lisan dan melalui tradisi. Di tengah derasnya arus informasi digital, budaya daerah juga perlu hadir dalam bentuk konten yang menarik agar tetap dikenal dan dekat dengan generasi muda.
Semangat tersebut menjadi salah satu fokus Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Pusip) Kabupaten Pesisir Selatan saat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepedulian Konten Budaya Lokal tingkat Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (2/9/2026).
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kepedulian sekaligus pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang di Pesisir Selatan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesisir Selatan, Adril Yesmen, S.Pd., M.Pd., mengatakan pelestarian budaya lokal membutuhkan proses yang berkelanjutan serta keterlibatan berbagai pihak.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi justru dapat dimanfaatkan sebagai ruang baru untuk menjaga eksistensi budaya daerah. Berbagai tradisi, kesenian, sejarah, kuliner, permainan tradisional hingga kearifan lokal dapat didokumentasikan dan diperkenalkan melalui platform digital.
“Konten budaya lokal perlu terus dikembangkan dan dikemas secara menarik agar mampu menjadi media edukasi sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya Pesisir Selatan kepada generasi muda,” kata Adril.
Ia menilai, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat membuat strategi pelestarian budaya juga perlu beradaptasi. Jika sebelumnya pengetahuan budaya lebih banyak diperoleh melalui pertemuan langsung dan tradisi lisan, kini ruang digital dapat menjadi salah satu sarana untuk memperluas jangkauan informasi tersebut.
Karena itu, peserta bimtek tidak hanya didorong untuk mengenali berbagai kekayaan budaya lokal, tetapi juga memahami bagaimana mendokumentasikan dan mengolahnya menjadi konten yang informatif, edukatif dan menarik.
Kemampuan tersebut dinilai penting agar budaya lokal tidak sekadar menjadi arsip masa lalu, melainkan dapat terus hadir dalam kehidupan generasi sekarang.
Pesisir Selatan sendiri memiliki beragam potensi budaya yang dapat diangkat menjadi materi literasi dan konten digital. Potensi tersebut dapat menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah semakin cepatnya pertukaran informasi.
Bagi generasi muda, pengenalan budaya melalui media yang mereka gunakan sehari-hari juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki. Ketika budaya lokal dikemas dengan pendekatan kreatif, pesan mengenai nilai-nilai tradisi dapat lebih mudah diterima dan dibagikan kepada khalayak yang lebih luas.
Adril menyebut, Dinas Pusip Pessel berkomitmen melanjutkan program literasi dan penguatan budaya lokal dengan melibatkan masyarakat, komunitas, sekolah serta berbagai pemangku kepentingan.
Kolaborasi ini dinilai penting karena pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat sebagai pemilik dan pelaku budaya memiliki peran besar dalam menjaga keberlangsungan berbagai tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui Bimtek Kepedulian Konten Budaya Lokal ini, Dinas Pusip Pessel berharap lahir semakin banyak konten positif yang mengangkat kekayaan budaya daerah.
Konten-konten tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bahan dokumentasi, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan akar budaya mereka sendiri.
Dengan demikian, kemajuan teknologi tidak dipandang sebagai ancaman terhadap budaya lokal, melainkan sebagai peluang untuk membuat warisan budaya Pesisir Selatan semakin dikenal, dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.





















