PESISIR SELATAN — Pengurus Ikatan Keluarga Wilayah Lengayang (IKWAL) Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, menggelar pertemuan perdana untuk mematangkan persiapan pengukuhan kepengurusan sekaligus membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Pertemuan yang dihadiri puluhan peserta tersebut berlangsung di RM Mak Ema, Muaro Salido, Kecamatan IV Jurai, Kamis (3/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi pengurus yang telah ditetapkan melalui tim formatur untuk menyamakan persepsi, memperkuat silaturahmi, serta menyusun arah organisasi, terutama dalam bidang sosial.
Dewan Penasehat IKWAL IV Jurai, Evafauza Yuliasman Dt. MA Tigo Lareh, mengapresiasi kehadiran para pengurus, penasehat dan dewan pengawas dalam pertemuan perdana tersebut.
Menurutnya, pertemuan penting dilakukan agar organisasi yang telah terbentuk tidak hanya memiliki struktur kepengurusan, tetapi juga mempunyai tujuan dan langkah yang jelas dalam menjalankan amanah para anggotanya.
“Pertemuan ini penting untuk mencari kesepakatan bersama, terutama mengenai kegiatan sosial. Sebab, salah satu tujuan utama organisasi ini adalah bagaimana kita dapat membangun kepedulian dan membantu sesama,” ujarnya.
Ia menekankan, keberadaan organisasi perantau tidak semata-mata menjadi wadah berkumpul karena memiliki kampung asal yang sama. IKWAL diharapkan mampu menjaga hubungan kekeluargaan, menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan, serta memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat.
Evafauza juga mengingatkan seluruh perantau Lengayang yang tergabung dalam IKWAL IV Jurai agar menjadikan organisasi sebagai wadah mempererat persaudaraan dan menyelesaikan setiap perbedaan melalui musyawarah.
“Jangan sampai perbedaan kecil membuat kita terpecah. Justru dengan adanya organisasi ini, kita harus semakin dekat, saling membantu dan saling menguatkan,” katanya.
Ia menyebut, kepengurusan IKWAL IV Jurai yang telah dibentuk tim formatur selanjutnya akan dikukuhkan oleh Dewan Pelindung, yakni Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, yang juga dikenal sebagai salah seorang tokoh Lengayang di Kecamatan IV Jurai.
Menurut Evafauza, pengukuhan tersebut penting sebagai bentuk legitimasi sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pengurus dalam menjalankan amanah organisasi.
“Hal ini perlu kita lakukan untuk membangun rasa kepedulian sekampung. Ketika ada saudara kita yang membutuhkan perhatian, kita harus hadir dan menunjukkan bahwa hubungan kekeluargaan itu benar-benar ada,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua IKWAL IV Jurai, N Riswandi, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus, penasehat dan dewan pengawas yang telah hadir.
Ia berharap IKWAL dapat menjadi wadah yang membuat para perantau asal Lengayang di Kecamatan IV Jurai merasa memiliki keluarga dan tempat untuk saling berbagi.
“Dengan adanya organisasi ini, kita berharap para perantau Lengayang yang berada di Kecamatan IV Jurai tidak merasa sendiri. Kita ingin membangun kekuatan bersama melalui persaudaraan dan kepedulian,” tutur Riswandi.
Riswandi mengatakan, kekuatan organisasi sosial tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah anggota atau besarnya kegiatan, tetapi oleh kemampuan menjaga kebersamaan dan memberikan manfaat bagi sesama.
Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus menghindari persoalan yang berpotensi memicu perpecahan, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan organisasi.
Ia juga menilai sistem organisasi harus dibangun secara adil dan dapat diterima seluruh anggota. Salah satunya terkait sumbangan wajib yang menurutnya perlu dibahas secara bijaksana dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi masing-masing anggota.
“Kita ingin organisasi ini menjadi kuat, bukan justru terpecah belah karena hal-hal sepele. Misalnya persoalan sumbangan wajib, tentu tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama untuk menjalankannya. Begitu juga dalam kegiatan sosial, jangan sampai ada yang merasa diperlakukan tidak adil,” katanya.
Menurut Riswandi, kepedulian terhadap anggota yang mengalami musibah, seperti sakit maupun meninggal dunia, tetap menjadi perhatian bersama. Namun, bentuk bantuan perlu disesuaikan dengan kemampuan organisasi dan anggota agar semangat sosial tidak berubah menjadi beban.
“Yang paling penting adalah rasa kepedulian. Ketika ada saudara kita yang sakit atau mendapat musibah kematian, kita tetap harus hadir. Jangan sampai persoalan teknis organisasi menghilangkan nilai persaudaraan yang menjadi dasar berdirinya IKWAL,” ujarnya.
Lebih lanjut, Riswandi menyampaikan bahwa susunan kepengurusan IKWAL IV Jurai telah ditetapkan melalui tim formatur. Meski belum dikukuhkan secara resmi, ia meminta seluruh pengurus mulai memahami dan menjalankan peran sesuai bidang masing-masing.
“Walaupun secara resmi belum dikukuhkan, saya berharap seluruh pengurus yang sudah dipercaya dapat mulai menjalankan perannya masing-masing. Jangan menunggu pengukuhan untuk berbuat sesuatu yang baik bagi organisasi,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut juga membahas AD/ART sebagai landasan dalam menjalankan organisasi. Aturan tersebut diharapkan dapat memberikan arah yang jelas mengenai tujuan organisasi, hak dan kewajiban anggota, mekanisme kepengurusan, pengambilan keputusan hingga pelaksanaan kegiatan sosial.
Dengan adanya aturan yang disepakati bersama, IKWAL IV Jurai diharapkan dapat berkembang menjadi organisasi sosial yang sehat, terbuka dan mampu mengakomodasi kepentingan para perantau asal Lengayang di Kecamatan IV Jurai.
Pertemuan turut dihadiri Sekretaris IKWAL IV Jurai Wendriyanto, Bendahara Mugi Rahayu R, para Dewan Penasehat, Dewan Pengawas serta jajaran pengurus bidang lainnya.
Melalui pertemuan perdana tersebut, pengurus berharap semangat kebersamaan terus terjaga sehingga IKWAL IV Jurai tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi anggota dan masyarakat di sekitarnya.




















