PESISIR SELATAN — Harapan untuk bangkit dan hidup lebih mandiri kembali tumbuh bagi ratusan warga yang membutuhkan dukungan sosial di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat.
Sebanyak 233 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI dengan total nilai mencapai Rp563.099.476.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pesisir Selatan, Sabtu (5/9/2026).
Bukan sekadar bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar, program ATENSI tersebut juga diarahkan untuk membantu penerima manfaat membangun kembali kemandirian sosial dan ekonomi.
Bantuan diberikan dalam beragam bentuk sesuai kebutuhan penerima, mulai dari modal usaha, pemenuhan kebutuhan dasar hingga alat bantu bagi penyandang disabilitas.
Program tersebut disalurkan melalui Sentra Terpadu Inten Soeweno Kemensos RI sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan dan rehabilitasi sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan penyerahan bantuan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Zainal Arifin, perwakilan Sentra Terpadu Inten Soeweno Kemensos RI Pepi Rubyanti, Kepala Dinas Sosial P3A Pessel Ilham Rahmadsyah, Wali Nagari Salido Roni, sejumlah pejabat eselon III, serta ratusan penerima manfaat.
Di hadapan para penerima manfaat, Lisda menegaskan bahwa bantuan ATENSI merupakan bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan sekaligus pemberdayaan.
Menurutnya, sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi antara lain urusan sosial, dirinya terus berupaya mengawal agar program pemerintah pusat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah.
“Sebagai wakil rakyat di Komisi VIII, tugas saya adalah memperjuangkan agar anggaran dari pusat bisa turun sebanyak-banyaknya ke Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Pesisir Selatan,” kata Lisda.
Ia berharap bantuan yang diterima masyarakat tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif, tetapi dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan taraf kehidupan penerima manfaat.
Lisda pun berpesan agar bantuan digunakan secara tepat dan benar-benar dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha maupun memenuhi kebutuhan yang paling mendesak.
“Saya pesan kepada Bapak dan Ibu penerima manfaat, pergunakanlah bantuan ini sebaik-baiknya. Jadikan ini sebagai modal agar bisa bangkit, pulih, dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mempertahankan semangat kebersamaan dan gotong royong. Menurutnya, pembangunan kesejahteraan masyarakat tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah, tetapi juga kepedulian dan kekuatan sosial di tengah masyarakat.
“Jangan berhenti sampai di sini. Mari terus kita jaga kebersamaan, semangat gotong royong, dan saling membangun,” ucapnya.
Ada momen menarik dalam penyerahan bantuan tersebut.
Ketika menyerahkan bantuan modal usaha berupa mesin jahit kepada salah seorang penerima manfaat, Lisda tidak sekadar menyerahkannya secara simbolis. Ia justru memberikan dorongan langsung agar mesin tersebut segera digunakan untuk memulai usaha.
Lisda bahkan secara spontan memesan pakaian kepada penerima bantuan tersebut.
“Nanti kalau mesin jahitnya sudah terpasang dan siap dipakai, saya mau pesan bikin baju satu ya. Ini bentuk dukungan saya supaya usahanya langsung berjalan dan makin bersemangat,” tutur Lisda.
Ucapan tersebut sontak disambut tepuk tangan para penerima manfaat dan tamu undangan.
Bagi penerima bantuan, mesin jahit tersebut bukan hanya sebuah peralatan kerja. Bantuan itu diharapkan menjadi awal untuk membuka kembali peluang usaha dan menambah penghasilan keluarga.
Semangat itulah yang menjadi salah satu tujuan utama program ATENSI, yakni membantu masyarakat agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi secara bertahap mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara lebih mandiri.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Zainal Arifin, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perjuangan Lisda Hendrajoni dalam mengawal aspirasi masyarakat Pessel melalui pemerintah pusat.
“Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mengucapkan terima kasih banyak kepada Anggota Komisi VIII DPR RI, Ibu Lisda, yang terus konsisten memperjuangkan masyarakat kita melalui Kementerian Sosial,” kata Zainal.
Menurutnya, bantuan dengan nilai lebih dari setengah miliar rupiah tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat Pessel, terutama penyandang disabilitas dan warga yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usaha.
Bantuan tersebut, kata dia, diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dan mendorong penerima untuk meningkatkan kualitas hidup serta kemandirian ekonomi.
“Kami berharap sinergi ini terus berlanjut agar semakin banyak warga Pessel yang tersentuh program ATENSI di masa mendatang,” ujarnya.
Penyerahan bantuan kemudian dilanjutkan secara simbolis kepada sejumlah penerima manfaat berupa alat bantu dan bantuan modal usaha.
Dengan total bantuan Rp563,09 juta untuk 233 penerima, program tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat yang menghadapi persoalan kesejahteraan sosial.
Bagi sebagian penerima, bantuan alat bantu dapat menjadi sarana untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Sementara bagi penerima bantuan usaha, modal dan peralatan yang diberikan diharapkan menjadi awal untuk kembali produktif.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berharap bantuan ATENSI dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran sehingga tidak berhenti sebagai bantuan sesaat.
Lebih jauh, bantuan tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi masyarakat penerima untuk bangkit, produktif, dan perlahan mencapai kemandirian.



















