PADANG — Prestasi akademik kembali ditorehkan siswa SMA Negeri 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan. Tak tanggung-tanggung, dua tim sekolah tersebut berhasil mendominasi Lomba Cerdas Cermat Pekan Kreativitas UKM PIKMAG Universitas Andalas (Unand) Tahun 2026 dengan meraih Juara 1 dan Juara 2.
Kompetisi yang digelar Kamis (10/9/2026) itu mengangkat tema “Remaja di Tengah Arus Zaman: Antara Tekanan Lingkungan dan Impian Masa Depan”.
Tema tersebut membawa peserta pada tantangan yang tidak sekadar menguji kemampuan menghafal pengetahuan. Para pelajar dituntut mampu berpikir cepat, memahami persoalan, menyampaikan argumentasi dengan tepat, sekaligus mengambil keputusan dalam tekanan kompetisi.
Di tengah persaingan tersebut, dua tim SMAN 3 Painan justru tampil paling menonjol.
Tim 1 yang diperkuat Auniqisha Ferzi Ananta, Najwa Lovely Ciyo, dan Nadziifah Ul Fhani berhasil mengamankan posisi Juara 1.
Sementara Tim 2 yang beranggotakan Hafiza Raihana Saqira, Silvia Ramadani, dan Fintashil Fanni menyusul di posisi Juara 2.
Capaian tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pembinaan akademik yang dilakukan secara konsisten mampu mendorong siswa untuk tampil percaya diri ketika berhadapan dengan peserta dari sekolah lain.
Kedua tim tersebut dipersiapkan di bawah bimbingan Resa Susila Sari, S.Pd. Proses latihan dan pembinaan menjadi bagian penting sebelum para siswa turun menghadapi kompetisi.
Kepala SMAN 3 Painan, Rini Amelia, M.Pd., mengapresiasi keberhasilan tersebut. Menurutnya, capaian dua tim dalam satu kompetisi bukan semata-mata tentang piala dan predikat juara, tetapi juga menunjukkan hasil dari proses pendidikan yang membangun kompetensi dan mental siswa.
“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMAN 3 Painan. Anak-anak telah menunjukkan bahwa dengan kemauan belajar, kerja keras, disiplin dan bimbingan yang tepat, mereka mampu bersaing dan mengharumkan nama sekolah,” ujar Rini.
Ia mengatakan, sekolah akan terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Dukungan tersebut tidak hanya diarahkan pada bidang akademik, tetapi juga berbagai bidang nonakademik sesuai minat dan kemampuan masing-masing siswa.
Menurutnya, keberhasilan dalam sebuah kompetisi tidak lahir secara instan. Ada proses panjang yang harus dilalui, mulai dari belajar, berlatih, membangun keberanian, hingga membentuk kemampuan siswa untuk tetap tenang ketika berada dalam situasi kompetitif.
Karena itu, capaian dua tim SMAN 3 Painan di ajang Unand tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah prestasi, tetapi menjadi pemantik semangat bagi siswa lainnya untuk berani mengambil kesempatan dan mengasah kemampuan.
Prestasi tersebut juga memperlihatkan bahwa pelajar dari daerah mampu tampil kompetitif di tingkat perguruan tinggi. Ketika mendapat pembinaan dan kesempatan yang memadai, siswa tidak hanya mampu menjadi peserta, tetapi juga bisa berdiri di posisi teratas.
Bagi SMAN 3 Painan, keberhasilan menyabet Juara 1 dan Juara 2 dalam satu ajang menjadi tambahan catatan prestasi sekaligus penguat komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong siswa untuk terus berkembang, berprestasi, dan membawa nama baik sekolah di tingkat yang lebih luas.














