APBD-P Baru Disahkan H-5 Porprov, Pemkab Pessel Siapkan Rp2,2 Miliar

DAERAH, HEADLINE, OLAHRAGA304 Dilihat

PESISIR SELATAN — Dukungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) terhadap keikutsertaan kontingen daerah pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 dipastikan tetap kuat. Namun, persoalan waktu pengesahan anggaran yang berdekatan dengan jadwal pelaksanaan Porprov menjadi tantangan tersendiri bagi persiapan kontingen.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pesisir Selatan, Ronald Bernando, mengatakan komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengalokasian anggaran sebesar Rp2,2 miliar dalam APBD Perubahan (APBD-P) Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2026.

“Pemkab Pessel sangat mendukung pelaksanaan Porprov Sumbar tahun ini. Dukungan itu juga sudah diwujudkan dengan anggaran yang telah dimasukkan dalam APBD Perubahan sebesar Rp2,2 miliar,” kata Ronald di Painan, Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, persoalan yang dihadapi saat ini bukan menyangkut ada atau tidaknya dukungan pemerintah daerah. Tantangannya adalah rentang waktu antara pengesahan APBD-P dengan jadwal pembukaan Porprov yang sangat berdekatan.

APBD-P Pesisir Selatan dijadwalkan disahkan pada 27 September 2026. Sementara itu, Porprov Sumatera Barat dijadwalkan mulai digelar pada 2 Oktober 2026.

Artinya, hanya tersedia waktu sekitar lima hari setelah pengesahan anggaran untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan kontingen sebelum pertandingan dimulai.

Ronald menjelaskan, keikutsertaan kontingen dalam Porprov tidak hanya berkaitan dengan keberadaan atlet. Berbagai kebutuhan administrasi, perlengkapan atlet dan kontingen, hingga persiapan teknis lainnya juga harus disiapkan.

Dengan waktu yang relatif singkat tersebut, proses persiapan menjadi tantangan tersendiri. Di sisi lain, pemerintah daerah tetap harus memastikan setiap penggunaan anggaran dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

“Kita tentunya harus mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku dalam penggunaan anggaran. Karena itu, persoalan waktu ini memang menjadi tantangan yang harus dicarikan solusi,” ujarnya.

Ronald menyebut, kondisi serupa juga dihadapi sejumlah daerah lain di Sumatera Barat. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sedikitnya 12 kabupaten/kota menghadapi persoalan relatif sama terkait penyesuaian waktu penganggaran dengan jadwal pelaksanaan Porprov.

Ia berharap, kondisi tersebut tidak dipandang sebagai bentuk ketidaksiapan Pesisir Selatan mengikuti Porprov. Sebaliknya, Pemkab Pessel tetap menunjukkan komitmen terhadap pembinaan olahraga dan keikutsertaan atlet daerah melalui dukungan anggaran yang telah disiapkan.

Sementara itu, Ketua KONI Pesisir Selatan M. Adli memastikan pihaknya bersama para atlet telah melakukan persiapan menghadapi Porprov Sumatera Barat 2026.

“Kami sangat siap. Data atlet Pesisir Selatan yang akan bertanding pada Porprov juga sudah kami persiapkan. Tentunya kami ingin atlet-atlet kita bisa tampil dan membawa nama baik Pesisir Selatan,” kata M. Adli.

Ia mengaku, memahami persoalan yang dihadapi pemerintah daerah terkait waktu penganggaran. Menurutnya, alokasi Rp2,2 miliar dalam APBD-P 2026 merupakan bentuk keseriusan Pemkab Pessel dalam mendukung kontingen daerah.

Namun, persoalan waktu antara pengesahan anggaran dan dimulainya Porprov tetap perlu dicarikan jalan keluar bersama.

M. Adli mengatakan KONI Pessel sebelumnya juga telah menyampaikan harapan agar pelaksanaan Porprov, apabila memungkinkan, dapat dipertimbangkan pada November atau Desember 2026.

Menurutnya, usulan tersebut bukan karena Pesisir Selatan tidak siap mengikuti Porprov, melainkan agar seluruh kontingen memiliki waktu yang lebih memadai untuk mempersiapkan kebutuhan atlet dan teknis pertandingan.

“Kami tentu menghormati jadwal dan keputusan yang telah ditetapkan. Harapan tersebut semata-mata merupakan masukan agar daerah memiliki waktu persiapan yang lebih memadai, apalagi persoalan penyesuaian waktu penganggaran ini juga dialami sejumlah kabupaten/kota lainnya,” tuturnya.

M. Adli menegaskan, hal terpenting saat ini adalah mencari solusi terbaik tanpa mengurangi semangat para atlet yang telah mempersiapkan diri.

Dengan kesiapan KONI dan para atlet serta dukungan anggaran yang telah disiapkan Pemkab Pessel, ia berharap kontingen Pesisir Selatan tetap dapat tampil maksimal dan membawa nama baik daerah pada Porprov Sumatera Barat 2026.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *