Bawaslu Pessel-PWI Perkuat Sinergi, Kawal Informasi Pemilu yang Akurat dan Berimbang

PESISIR SELATAN — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan memperkuat sinergi dengan insan pers untuk bersama-sama mengawal demokrasi dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi kepemiluan yang akurat, berimbang, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Upaya tersebut ditandai dengan kunjungan jajaran Bawaslu Pesisir Selatan ke Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pesisir Selatan di Gedung Painan Convention Center, Senin (14/9/2026).

Rombongan Bawaslu dipimpin anggota Bawaslu Pesisir Selatan Nurmaidi dan Bambang Putra Niko, didampingi Kepala Sekretariat Rinaldi serta staf Naimul Qisman. Kedatangan mereka disambut Ketua PWI Pesisir Selatan Robby Oktora Romanza, Sekretaris Rega Desfinal, Bendahara Riko, serta sejumlah pengurus lainnya.

Anggota Bawaslu Pesisir Selatan Bambang Putra Niko mengatakan, kunjungan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan membangun sinergi antara lembaga pengawas Pemilu dengan insan pers.

Menurut Niko, pers memiliki posisi strategis dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai proses demokrasi, termasuk dalam mengawal setiap tahapan kepemiluan.

“Pers memiliki posisi strategis dalam mengawal demokrasi. Pemberitaan yang berpedoman pada fakta dan kode etik jurnalistik dapat membantu masyarakat memahami proses Pemilu sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang keliru atau menyesatkan,” kata Niko.

Ia menjelaskan, pengawasan Pemilu tidak semata-mata berkaitan dengan menemukan maupun menindak dugaan pelanggaran. Lebih dari itu, pengawasan juga diarahkan untuk memastikan seluruh tahapan kepemiluan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Karena itu, menurut Niko, keberadaan media menjadi penting dalam menyampaikan informasi kepemiluan kepada masyarakat secara objektif dan edukatif.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Pesisir Selatan sekaligus Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (P2H), Nurmaidi, mengatakan Bawaslu dan PWI memiliki kesamaan nilai dalam menjaga kehidupan demokrasi.

Ia menilai kebebasan yang berkembang setelah reformasi telah menjadi bagian penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Namun, kebebasan tersebut harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab dan kepentingan publik.

“Oleh karena itu, sinergi Bawaslu dan PWI diharapkan dapat memperkuat pendidikan politik masyarakat, meningkatkan kesadaran hukum Pemilu, serta mendorong partisipasi publik dalam pengawasan,” ujar Nurmaidi.

Menurutnya, hubungan antara Bawaslu dan pers bersifat saling membutuhkan. Bawaslu membutuhkan pers untuk memperluas jangkauan informasi pengawasan kepada masyarakat, sementara pers membutuhkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai bahan pemberitaan.

“Bawaslu membutuhkan wartawan sebagai mitra dalam menyampaikan informasi pengawasan kepada masyarakat. Sebaliknya, wartawan membutuhkan informasi yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan untuk menghasilkan pemberitaan yang berkualitas,” ucapnya.

Nurmaidi berharap komunikasi dan kolaborasi antara Bawaslu dan PWI Pesisir Selatan dapat terus ditingkatkan. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga ruang demokrasi tetap sehat sekaligus mendorong terwujudnya Pemilu yang jujur, adil, transparan dan berintegritas.

Sementara itu, Ketua PWI Pesisir Selatan Robby Octora Romanza menyambut baik kunjungan jajaran Bawaslu tersebut.

Robby mengatakan PWI Pesisir Selatan sejak awal berkomitmen memperkuat soliditas organisasi, baik di lingkungan internal maupun melalui hubungan kelembagaan dengan berbagai pihak.

“PWI Pesisir Selatan terus berupaya membangun soliditas internal sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Robby.

Ia mengatakan hubungan kelembagaan dengan pemerintah daerah, Bawaslu, maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya perlu terus dibangun. Namun, kata dia, hubungan tersebut tidak boleh mengurangi independensi pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Hubungan kelembagaan perlu terus dibangun, tetapi independensi pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial harus tetap dijaga,” pungkasnya.

Pertemuan Bawaslu dan PWI Pesisir Selatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara pengawas Pemilu dan insan pers, sehingga informasi kepemiluan yang sampai kepada masyarakat tidak hanya cepat, tetapi juga faktual, berimbang dan mencerdaskan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *