PESISIR SELATAN — Musibah kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah di Nagari Kudo-Kudo Indrapura, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), mendapat perhatian Pemkab Pessel.
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Pessel bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut dengan menyalurkan bantuan kepada keluarga korban, Selasa (15/9/2026).
Rumah yang terbakar merupakan milik Syaftin dan ditempati dua kepala keluarga (KK), yakni keluarga Fajri dan Gusnimar. Kebakaran terjadi pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB dan menghanguskan bangunan rumah berikut seluruh aset serta peralatan rumah tangga milik keluarga tersebut.
Kepala Dinsos PPPA Pessel yang diwakili Yusmardi, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan dasar korban pascakebakaran.
“Kami langsung mengantarkan bantuan dengan mendirikan satu unit tenda keluarga, bantuan sembako, perlengkapan dapur, beras, kasur dan kebutuhan lainnya,” kata Yusmardi.
Menurutnya, tenda keluarga didirikan karena para korban tidak lagi memiliki tempat tinggal yang layak setelah rumah mereka dilalap api. Setidaknya lima orang anggota keluarga kini membutuhkan tempat berlindung sementara.
Yusmardi mengatakan, kondisi tersebut semakin mendesak karena terdapat seorang anak laki-laki dalam keluarga korban yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah itu.
“Berdasarkan data yang disampaikan di lapangan, dalam keluarga ini ada satu anak laki-laki yang tidak punya tempat tinggal lagi, sehingga penanganannya perlu disegerakan,” ucapnya.
Ia menyebut, dalam setiap kejadian bencana, anak-anak merupakan kelompok yang sangat rentan dan membutuhkan perhatian khusus.
“Setiap kejadian bencana, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan menjadi korban dan paling menderita dibandingkan orang dewasa,” ucapnya.
Selain bantuan darurat, Dinsos PPPA Pessel juga akan mengupayakan penanganan lanjutan bagi keluarga korban. Mereka akan diusulkan untuk mendapatkan berbagai program bantuan sosial pemerintah.
“Para keluarga tersebut akan diusulkan ke dalam DTKS dan program bansos ke Kementerian Sosial. Harapannya mereka diusahakan untuk mendapatkan program bansos,” tutur Yusmardi.
Sementara itu, Camat Pancung Soal Yolli Aang Sofria mengatakan pemerintah kecamatan bersama pemerintah nagari akan terus memantau kondisi keluarga korban, terutama untuk memastikan kebutuhan mendesak mereka terpenuhi selama masa pemulihan.
“Kita tentu prihatin dengan musibah yang dialami warga. Untuk sementara, kebutuhan tempat tinggal dan kebutuhan dasar harus menjadi perhatian bersama. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah nagari dan pihak terkait agar keluarga korban tidak berjalan sendiri menghadapi kondisi ini,” ujar Yolli.
Ia mengapresiasi respons Dinsos PPPA Pessel yang langsung turun ke lokasi dan membawa bantuan, termasuk tenda keluarga yang sangat dibutuhkan korban.
“Bantuan seperti ini sangat berarti bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Kami berharap penanganan selanjutnya juga dapat terus dilakukan sesuai kebutuhan keluarga korban,” katanya.
Penanganan korban tidak mudah. Lokasi rumah yang terbakar hanya dapat ditempuh menggunakan sepeda motor, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 200 meter dari jalan raya yang bisa dilalui kendaraan roda empat.
Dalam penyaluran bantuan tersebut, Dinsos PPPA Pessel didampingi Camat Pancung Soal, Wali Nagari, Tagana, tokoh masyarakat Nagari Kudo-Kudo Indrapura, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan keluarga korban mendapat penanganan secara terpadu, tidak hanya pada kebutuhan darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan setelah kehilangan tempat tinggal dan seluruh perlengkapan rumah tangga akibat kebakaran.















