Drama Jadwal Porprov XVI Sumbar: Dari Kabar Gembira 10 November hingga “Ciee Galaauuu Tuuu”

DAERAH, HEADLINE, OLAHRAGA122 Dilihat

PESISIR SELATAN — Kepastian pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 kembali menjadi tanda tanya. Setelah muncul harapan pelaksanaan diundur hingga 10 November, insan olahraga di sejumlah daerah justru kembali dibuat bertanya-tanya setelah belum adanya keputusan tertulis mengenai perubahan jadwal.

Dinamika itu berlangsung dalam dua hari terakhir, Kamis-Jumat (24-25/9/2026), dan melibatkan KONI Sumatera Barat serta KONI kabupaten/kota se-Sumbar.

Ketua KONI Pesisir Selatan M. Adli menjadi salah seorang yang mengikuti langsung rangkaian pertemuan tersebut. Ia hadir dalam rapat koordinasi KONI Sumbar bersama KONI kabupaten/kota hingga menunggu hasil pertemuan Ketua KONI Sumbar Hamdanus dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi di Pendopo Gubernur, Jumat pagi.

Rangkaian persoalan bermula dari Rapat Koordinasi KONI Sumbar bersama KONI kabupaten/kota yang digelar Kamis (24/9/2026) di Kantor KONI Sumbar.

Berdasarkan surat undangan Nomor 1148/U/K-SB/KU/IX/2026, sebanyak 19 KONI kabupaten/kota diundang untuk menyamakan persepsi terkait pelaksanaan Porprov XVI Sumbar 2026.

Dalam rapat tersebut, berbagai persoalan persiapan daerah dibahas. Sebanyak 12 KONI kabupaten/kota, termasuk Pesisir Selatan, menyampaikan aspirasi agar pelaksanaan Porprov digeser ke November 2026.

Salah satu alasan yang disampaikan adalah persoalan APBD Perubahan yang belum dapat dicairkan sesuai kebutuhan persiapan kontingen.

Bagi Pesisir Selatan, persoalan tersebut bukan soal keengganan mengikuti Porprov. Atlet telah dipersiapkan, cabang olahraga telah bergerak dan pemerintah daerah juga telah menyiapkan dukungan anggaran.

Persoalannya adalah waktu yang dinilai terlalu sempit untuk menyelesaikan pencairan anggaran, administrasi, perlengkapan kontingen hingga kebutuhan keberangkatan atlet secara tertib.

Dari rapat tersebut, Ketua KONI Sumbar Hamdanus kemudian dijadwalkan bertemu Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi untuk menyampaikan aspirasi daerah terkait perubahan jadwal. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar Tasliatul Fuaddi juga hadir dalam rangkaian rapat tersebut.

Jumat pagi, sejumlah Ketua KONI kabupaten/kota, termasuk M. Adli, ikut menunggu hasil pertemuan Hamdanus dengan gubernur di Pendopo Gubernur.

Bagi mereka, hasil pertemuan itu dinilai penting karena menyangkut kepastian persiapan atlet dan kontingen di masing-masing daerah.

Harapan baru muncul setelah Hamdanus selesai bertemu Gubernur Mahyeldi.

Menurut Adli, Hamdanus kemudian menghampiri para pengurus KONI kabupaten/kota yang menunggu dan menanyakan kesiapan mereka apabila Porprov dilaksanakan pada 10 November 2026.

“Apakah KONI kabupaten dan kota siap melaksanakan Porprov pada 10 November 2026 mendatang?” kata Adli, menirukan pertanyaan Hamdanus saat itu.

Pertanyaan tersebut, menurut Adli, langsung disambut antusias para pengurus KONI yang hadir. Sejumlah Ketua KONI bahkan saling bersalaman dan melakukan tos sebagai bentuk kegembiraan.

“Alhamdulillah, Jumat berkah,” ujar salah seorang Ketua KONI yang hadir, seperti ditirukan Adli.

Bagi Pesisir Selatan, kemungkinan pelaksanaan pada 10 November memberikan ruang waktu lebih panjang untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan kontingen.

Kabar tersebut kemudian menyebar cepat ke sejumlah grup WhatsApp KONI kabupaten/kota dan cabang olahraga. Atlet, pelatih serta pengurus Pengcab yang sebelumnya menunggu kepastian mulai mendapatkan gambaran baru mengenai waktu pelaksanaan.

“Kami yang ada di sana tentu menangkapnya sebagai kabar gembira. Bahkan kabar Porprov diundur itu sudah menyebar ke grup-grup WhatsApp Cabor dan KONI kabupaten/kota. Kawan-kawan menyambut gembira karena menganggap sudah ada jalan keluar,” ucap Adli.

Namun, harapan tersebut belum berubah menjadi keputusan resmi.

Menurut Adli, setelah pertemuan dengan gubernur, Hamdanus menyampaikan bahwa tahapan selanjutnya adalah menemui Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat untuk mengurus administrasi formal terkait perubahan jadwal.

Di tengah penantian tersebut, KONI Sumbar justru kembali mengingatkan daerah agar menyelesaikan pendaftaran kontingen melalui aplikasi Sirimau.

Batas pendaftaran yang sebelumnya berakhir Kamis (24/9) pukul 23.59 WIB diperpanjang hingga Jumat (25/9) pukul 18.00 WIB.

Dalam rilis tersebut, Hamdanus meminta pendaftaran segera diselesaikan dan waktu tambahan yang diberikan dimanfaatkan hingga batas akhir.

Kondisi itu kembali menimbulkan pertanyaan di kalangan daerah. Sebab, pada pagi hari muncul informasi mengenai kemungkinan pelaksanaan pada 10 November, sementara beberapa jam kemudian proses pendaftaran kontingen tetap berjalan dengan tenggat waktu yang relatif dekat.

“Makanya kalau kemudian ternyata tidak ada keputusan seperti yang kami harapkan, tentu kawan-kawan merasa seperti kena prank. Pagi kami mendapat kabar yang membuat lega, sudah menyebar pula ke Cabor dan atlet, tetapi setelah itu kami kembali bertanya-tanya. Jadi sebenarnya Porprov ini kapan?” tutur Adli.

Situasi semakin menjadi perhatian setelah akun Instagram @koni_sumbar_official sempat mengunggah Story bertuliskan “CIEE GALAAAUUU TUUU”, disertai emoji tertawa terbalik dan iringan musik Crayon Shinchan.

Berdasarkan tangkapan layar yang diperoleh, Story tersebut terlihat baru diunggah sekitar 15 menit ketika didokumentasikan. Beberapa jam kemudian, unggahan itu disebut sudah tidak terlihat lagi di akun tersebut.

Belum ada keterangan terverifikasi mengenai konteks unggahan tersebut, termasuk kepada siapa kalimat itu ditujukan dan alasan unggahan tersebut kemudian tidak lagi terlihat.

Namun, kemunculannya berlangsung ketika KONI kabupaten/kota masih menunggu kepastian jadwal Porprov.

M. Adli menilai ketidakpastian jadwal bukan persoalan sederhana bagi daerah. Ada atlet yang telah berbulan-bulan menjalani latihan, pelatih yang menyusun program, Pengcab yang mempersiapkan kontingen hingga pemerintah daerah yang harus menyesuaikan dukungan anggaran.

“Kalau ditanya siapa yang galau, tentu kami galau. Atlet kami juga galau. Mereka sudah latihan berbulan-bulan, tetapi sampai mendekati pelaksanaan masih bertanya, jadi berangkat atau tidak? bertanding Oktober atau November? Ini menyangkut atlet, bukan sekadar candaan,” ujarnya.

Menurut Adli, KONI Sumbar sebagai organisasi yang menaungi KONI kabupaten/kota diharapkan dapat memberikan kepastian melalui komunikasi dan keputusan yang jelas.

“Kami tidak sedang mencari ribut dengan KONI Sumbar. Kami meminta kepastian. Kalau memang Oktober, sampaikan dan jelaskan. Kalau November, putuskan. Jangan sampai atlet kita yang menjadi korban karena daerah terus menunggu,” katanya.

Ia menegaskan, sikap Pesisir Selatan sejak awal bukan menolak pelaksanaan Porprov. KONI bersama Pengcab telah mempersiapkan atlet, sementara pemerintah daerah juga telah menyiapkan dukungan anggaran.

Persoalannya, kata dia, berkaitan dengan waktu pencairan anggaran dan proses administratif yang membutuhkan waktu.

“Yang kami perjuangkan bukan kepentingan Ketua KONI kabupaten/kota. Yang kami pikirkan anak-anak kita. Jangan sampai mereka sudah berlatih dan berharap tampil, tetapi akhirnya gagal berangkat hanya karena persoalan jadwal dan administrasi yang sebenarnya bisa diselesaikan melalui komunikasi yang baik,” ucap Adli.

Ia berharap persoalan jadwal segera mendapatkan keputusan yang dapat dijadikan pegangan seluruh daerah.

“Yang galau itu atlet kita. Yang galau Cabor. Yang galau KONI kabupaten dan kota karena kami harus memberikan jawaban kepada atlet. Jangan kegelisahan mereka justru menjadi bahan candaan,” pungkasnya.

Sebelumnya, KONI Pesisir Selatan bersama seluruh Pengcab telah menyampaikan aspirasi agar Porprov XVI digeser dari jadwal 2–14 Oktober 2026.

Pertimbangan tersebut berkaitan dengan keterbatasan waktu untuk menyelesaikan persiapan anggaran dan administrasi, termasuk konsekuensi dalam pelaksanaan kegiatan apabila seluruh kebutuhan kontingen harus dipenuhi dalam waktu yang sangat singkat.

Dalam pertemuan sebelumnya, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni juga memberikan ruang kepada KONI dan insan olahraga untuk membahas opsi jadwal sesuai kondisi persiapan kontingen. Pemerintah daerah tidak mengintervensi keputusan yang lahir dari pembahasan KONI bersama cabang olahraga.

Kini, persoalan Porprov XVI Sumbar bukan hanya menyangkut pilihan Oktober atau November. Yang ditunggu daerah adalah keputusan resmi yang jelas dan dapat menjadi dasar bagi atlet, pelatih, Pengcab, KONI maupun pemerintah daerah dalam menyusun persiapan.

Sebab, bagi atlet, kepastian jadwal bukan sekadar urusan administrasi. Di balik tanggal pertandingan terdapat latihan berbulan-bulan, persiapan fisik dan mental, target prestasi serta harapan membawa nama daerah ke arena Porprov.

Setelah kabar mengenai 10 November telanjur menyebar dari Pendopo Gubernur hingga grup-grup WhatsApp cabang olahraga, satu pertanyaan masih menggantung di kalangan insan olahraga Sumatera Barat: Porprov XVI Sumbar sebenarnya digelar kapan?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *