Nagari Ampiang Parak Raih Sertifikat Tsunami Ready UNESCO, Bukti Kesiapsiagaan Warga Pessel Diakui Dunia

DAERAH, HEADLINE, NASIONAL186 Dilihat

PESISIR SELATAN — Upaya membangun masyarakat tangguh bencana di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, mendapat pengakuan di tingkat internasional. Nagari Ampiang Parak, Kecamatan Sutera, resmi menerima Sertifikat Tsunami Ready UNESCO, Rabu (30/9/2026).

Sertifikat tersebut diserahkan dalam rangkaian Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempabumi dan Tsunami 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Lapangan Josal Football Academy, Cubadak Air Utara, Kota Pariaman.

Dalam kegiatan itu, Sertifikat Tsunami Ready UNESCO diberikan kepada dua wilayah di Sumatera Barat, yakni Desa Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan Nagari Ampiang Parak, Kabupaten Pesisir Selatan.

Penyerahan sertifikat tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim, Kalaksa BPBD Pessel Armen, serta sejumlah unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan kebencanaan.

Bagi Nagari Ampiang Parak, pengakuan tersebut bukan sekadar seremoni atau penghargaan. Sertifikat Tsunami Ready UNESCO menjadi penanda bahwa upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat di kawasan pesisir telah memenuhi sejumlah indikator kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami.

Wakil Bupati Pessel Risnaldi Ibrahim mengatakan, capaian tersebut merupakan hal penting bagi Pesisir Selatan sekaligus menjadi pengingat agar kesiapsiagaan tidak berhenti setelah sertifikat diterima.

“Kesiapsiagaan harus menjadi budaya bersama. Masyarakat harus memahami risiko, mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul, serta mampu bergerak cepat ketika terjadi bencana,” ujar Risnaldi.

Menurutnya, status Tsunami Ready merupakan bentuk pengakuan terhadap kesiapan masyarakat dan pemerintah nagari dalam menghadapi ancaman tsunami.

Karena itu, ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemenuhan indikator Tsunami Ready di Nagari Ampiang Parak, mulai dari pemerintah nagari, masyarakat, BPBD, pemerintah daerah hingga berbagai mitra kebencanaan.

“Ini bukan akhir, tetapi bagian dari upaya kita untuk terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat,” katanya.

Pengakuan tersebut menjadi semakin penting bagi Pesisir Selatan yang memiliki garis pantai panjang dan sejumlah kawasan yang berhadapan langsung dengan potensi ancaman gempabumi dan tsunami.

Melalui status Tsunami Ready, kesiapsiagaan dibangun bukan hanya pada aspek sarana dan prasarana, tetapi juga pada pengetahuan masyarakat mengenai risiko, sistem peringatan dini, jalur evakuasi hingga mekanisme penyelamatan ketika bencana terjadi.

Di sisi lain, Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempabumi dan Tsunami 2026 yang digelar Pemprov Sumbar menjadi ruang untuk menguji kesiapan berbagai unsur secara bersama-sama.

Rangkaian latihan meliputi Table Top Exercise (TTX), Command Post Exercise (CPX), dan Field Training Exercise (FTX). Skenario tersebut menguji bagaimana koordinasi, komunikasi, pengambilan keputusan hingga respons di lapangan dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.

Latihan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam situasi bencana, kecepatan dan ketepatan respons menjadi sangat menentukan. Sistem yang telah disiapkan harus mampu bekerja ketika komunikasi terganggu, kepanikan terjadi, dan masyarakat membutuhkan arahan untuk menyelamatkan diri.

Pemprov Sumbar menilai kesiapsiagaan menghadapi gempabumi dan tsunami harus dilakukan secara berkelanjutan. Latihan tidak cukup hanya digelar ketika terjadi bencana, tetapi perlu menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dan seluruh unsur terkait.

Dengan diterimanya Sertifikat Tsunami Ready UNESCO, Nagari Ampiang Parak kini memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan tersebut.

Sebab, di balik sertifikat yang diterima, ada tujuan yang jauh lebih besar, yakni memastikan masyarakat memahami ancaman di sekitarnya, mengetahui apa yang harus dilakukan ketika peringatan tsunami muncul, serta tahu ke mana harus menyelamatkan diri sebelum bencana datang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *