Derasnya “Ombak Pasisia”, E-Sport Pessel Bidik 4 Medali di Porprov XVI Sumbar

PESISIR SELATAN – Kontingen E-Sports Indonesia (ESI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) datang ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat dengan tekad besar. Tak sekadar meramaikan persaingan, tim e-sport Pessel membidik empat medali dari empat nomor pertandingan yang akan diikuti pada 10–13 Oktober 2026 di Youth Center, Kota Padang.

Sebanyak 20 atlet dan ofisial resmi dilepas oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pesisir Selatan, Ronald Bernando, Kasat Pol PP dan Damkar Pessel, Dongki Agung Pribumi, bersama Wakil Ketua I KONI Pesisir Selatan sekaligus Ketua ESI Pessel, Robby Octora Romanza, menjelang keberangkatan menuju arena pertandingan.

Pelepasan tersebut bukan sekadar seremoni pemberangkatan. Di baliknya, tersimpan harapan agar para atlet mampu membuktikan bahwa olahraga elektronik atau e-sport telah berkembang menjadi cabang olahraga prestasi yang membutuhkan keterampilan, strategi, disiplin, kerja sama, dan mental bertanding yang kuat.

Dengan persiapan dan semangat juang yang dibawa, kontingen ESI Pessel diharapkan mampu bersaing menghadapi atlet-atlet terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Kepala Disparbudpora Pessel, Ronald Bernando, yang juga bertindak sebagai bapak angkat cabang olahraga e-sport, berpesan agar para atlet menjaga nama baik daerah, memperkuat kekompakan, dan menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan.

“Pesan saya kepada seluruh atlet, jaga nama baik Kabupaten Pesisir Selatan selama berada di arena pertandingan. Tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan berikan hasil yang membanggakan bagi daerah kita,” kata Ronald di Painan, Jumat (9/10/2026).

Menurutnya, Porprov menjadi kesempatan bagi generasi muda Pesisir Selatan untuk menunjukkan kemampuan dan membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dalam perkembangan olahraga modern.

Ia menilai e-sport bukan lagi sekadar aktivitas bermain gim, melainkan cabang olahraga yang menuntut kedisiplinan, kemampuan menyusun strategi, koordinasi tim, kecepatan mengambil keputusan, serta ketangguhan mental dalam menghadapi lawan.

“Kita ingin anak-anak muda Pesisir Selatan membuktikan bahwa e-sport bukan hanya sekadar bermain gim, tetapi sudah menjadi cabang olahraga prestasi yang membutuhkan kedisiplinan, strategi, kerja sama tim, dan mental juara,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua ESI Pessel, Robby Octora Romanza, menegaskan kontingennya memasang target empat medali dari empat nomor pertandingan yang diikuti. Target tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi para atlet untuk tampil maksimal di setiap pertandingan.

Empat nomor yang akan diikuti kontingen Pessel adalah Mobile Legends, Free Fire, E-Football Mobile, dan E-Football Console. Seluruh pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 10–13 Oktober 2026 di Youth Center Padang.

Robby optimistis para atlet mampu memberikan perlawanan terbaik dengan mengandalkan persiapan, kemampuan individu, kekompakan, dan semangat membawa nama daerah.

“Target kita empat medali dari empat nomor pertandingan yang diikuti. Tentu ini bukan target yang ringan, tetapi saya percaya dengan kemampuan, persiapan, dan semangat juang para atlet yang akan membawa nama Pesisir Selatan,” tutur Robby.

Dengan nada penuh optimisme, ia menyampaikan slogan perjuangan yang menjadi penyemangat kontingen ESI Pessel dalam menghadapi persaingan di arena Porprov.

“Derasnya ombak Pasisia, siap malambuik medali Porprov XIV Sumbar pada cabor e-sport. Kita datang bukan sekadar bertanding, tetapi untuk berjuang dan membawa pulang prestasi bagi daerah,” ucapnya.

Di balik target medali tersebut, Robby juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam pertandingan e-sport tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menguasai permainan. Kondisi fisik, kesehatan, konsentrasi, serta kestabilan emosi turut menjadi faktor penting yang memengaruhi performa atlet.

Pertandingan dengan intensitas tinggi menuntut pemain tetap fokus, mampu membaca strategi lawan, dan mengambil keputusan secara cepat dalam situasi penuh tekanan. Kesalahan kecil akibat kehilangan konsentrasi bahkan dapat mengubah jalannya pertandingan.

Karena itu, Robby meminta seluruh atlet menjaga kesehatan, mengatur waktu istirahat, serta mempertahankan kondisi terbaik selama kompetisi berlangsung.

“Saya berpesan kepada seluruh atlet agar menjaga kesehatan, mengatur waktu istirahat, dan mempertahankan performa selama pertandingan. Jangan sampai kehilangan fokus hanya karena persoalan kecil. Bermainlah dengan tenang, percaya diri, dan tetap solid sebagai satu tim,” ujarnya.

Lebih jauh, ia berharap keikutsertaan ESI Pessel pada Porprov kali ini tidak berhenti pada upaya mengejar medali. Ajang tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan atlet secara berkelanjutan, sekaligus membuka jalan bagi munculnya talenta-talenta baru yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

Menurutnya, prestasi yang diraih di tingkat daerah dapat menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan, meningkatkan kualitas atlet, dan memperluas peluang generasi muda Pesisir Selatan berkiprah dalam kompetisi yang lebih tinggi.

Kini, dengan 20 atlet dan ofisial yang siap berjuang, harapan masyarakat Pesisir Selatan tertuju pada perjuangan kontingen e-sport di Kota Padang. Empat nomor pertandingan menjadi empat peluang untuk membuktikan kemampuan sekaligus memperjuangkan tambahan medali bagi Pesisir Selatan.

Target empat medali memang bukan perkara mudah. Namun, dengan disiplin, strategi, kekompakan, dan mental bertanding yang kuat, kontingen ESI Pessel diharapkan mampu menjawab tantangan dan mengibarkan kebanggaan daerah di arena Porprov Sumatera Barat 2026.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *