PADANG – Musibah yang menimpa atlet paralayang Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Gustia Permata Sari, saat berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026, menjadi pengingat pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi atlet. Di tengah perjuangannya menjalani perawatan medis akibat kecelakaan saat bertanding, biaya pengobatan Gustia ditanggung melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Bentuk perhatian terhadap kondisi atlet tersebut ditunjukkan Anggota DPR RI, Liisda Hendrajoni, yang menjenguk Gustia di Rumah Sakit Siti Rahmah, Kota Padang, Minggu (11/10/2026). Dalam kunjungan itu, Lisda didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pessel, Ronald Bernando.
Gustia mengalami kecelakaan saat mengikuti pertandingan paralayang di Kota Solok. Atlet tersebut mengalami crash landing atau pendaratan keras yang mengakibatkan cedera pada bagian lengan sehingga membutuhkan tindakan reposisi dan penanganan medis lanjutan berupa operasi.
Di tengah kondisi yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif, jaminan pembiayaan pengobatan melalui BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu bentuk perlindungan yang sangat berarti bagi Gustia dan keluarganya.
Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi atlet dan ofisial kontingen Pessel sebelumnya difasilitasi melalui bantuan pembiayaan pendaftaran oleh Lisda Hendrajoni. Perlindungan yang disiapkan sebelum pertandingan itu, kini memberikan manfaat nyata ketika salah seorang atlet mengalami musibah saat berjuang membawa nama daerah.
Lisda menyampaikan keprihatinan atas kecelakaan yang dialami Gustia. Ia berharap seluruh proses penanganan medis, termasuk operasi dan pemulihan, berjalan lancar sehingga atlet tersebut dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.
“Kami tentu sangat prihatin atas musibah yang dialami Gustia. Semoga seluruh proses penanganan medis berjalan lancar dan Gustia segera diberikan kesembuhan. Yang terpenting saat ini adalah kesehatannya dan bagaimana proses pemulihan dapat berjalan dengan baik,” ujar Lisda.
Menurut Lisda, jaminan sosial merupakan kebutuhan penting bagi atlet, terutama mereka yang menekuni cabang olahraga dengan tingkat risiko cedera cukup tinggi. Perlindungan tersebut diperlukan agar atlet dapat bertanding dengan dukungan jaminan sosial, sementara keluarga tidak harus menghadapi kekhawatiran berlebihan apabila terjadi kecelakaan yang dijamin dalam program tersebut.
“Sejak awal kita ingin memastikan seluruh atlet yang berjuang membawa nama baik Pesisir Selatan memiliki perlindungan jaminan sosial. Kita tentu tidak menginginkan adanya kecelakaan, tetapi ketika musibah terjadi, setidaknya atlet dan keluarganya tidak lagi dibebani persoalan biaya pengobatan,” katanya.
Bagi Lisda, perhatian terhadap atlet tidak boleh berhenti ketika pertandingan selesai atau hanya tertuju pada perolehan medali. Kondisi kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan karier atlet juga harus menjadi bagian dari tanggung jawab bersama.
Ia pun memberikan semangat kepada Gustia agar tetap tegar menghadapi masa pemulihan dan tidak kehilangan optimisme dalam menjalani proses pengobatan.
“Menjadi atlet adalah sebuah pengabdian dan kebanggaan. Gustia sudah menunjukkan semangat perjuangannya untuk daerah. Sekarang fokuslah pada kesembuhan, jangan memikirkan hal lain terlebih dahulu,” tutur Lisda.
Ia juga berharap keluarga Gustia senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan dalam mendampingi proses perawatan hingga pemulihan selesai.
Sementara itu, Kepala Disparbudpora Pessel, Ronald Bernando, turut memberikan dukungan moral kepada Gustia. Kehadirannya bersama Lisda menjadi bentuk perhatian terhadap atlet daerah yang mengalami musibah ketika mengikuti kompetisi olahraga tingkat provinsi.
Peristiwa tersebut sekaligus menegaskan bahwa prestasi olahraga harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap aspek keselamatan. Terlebih pada cabang paralayang, yang membutuhkan kesiapan teknis, pertimbangan kondisi cuaca, serta dukungan penanganan medis yang memadai.
“Prestasi tentu menjadi harapan kita bersama. Namun, keselamatan dan kesehatan atlet harus tetap menjadi prioritas utama. Atlet adalah aset berharga daerah yang harus kita jaga dan lindungi,” kata Ronald.
Kecelakaan yang dialami Gustia menjadi pelajaran bahwa perlindungan atlet tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembinaan dan persiapan menghadapi pertandingan. Jaminan sosial juga menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman bagi atlet yang mempertaruhkan kemampuan dan tenaganya demi mengharumkan nama daerah.
Dengan adanya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Gustia diharapkan dapat menjalani tahapan pengobatan dan pemulihan sesuai kebutuhan medis serta ketentuan program yang berlaku.
Kini, fokus utama adalah kesembuhan Gustia. Dukungan keluarga, perhatian pemerintah daerah, dan perlindungan jaminan sosial diharapkan menjadi penguat bagi atlet paralayang Pessel tersebut untuk melewati masa sulit dan kembali bangkit menatap masa depan di dunia olahraga.




















