PESISIR SELATAN — Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang berpotensi memperparah pencemaran udara serta mengancam kesehatan masyarakat.
Kabut asap yang menyelimuti wilayah Pessel menjadi perhatian karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan menurunkan kualitas udara. Dalam kondisi tersebut, kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan menjadi hal penting agar kabut asap tidak semakin parah.
Hendrajoni menegaskan, masyarakat harus berperan aktif dalam mencegah kebakaran, termasuk dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Pessel agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap yang menyelimuti wilayah kita. Saya tegaskan, jangan membakar hutan dan lahan karena dampaknya sangat merugikan, baik bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan agar kondisi ini tidak semakin memburuk,” ujar Hendrajoni, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, pencegahan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kepedulian seluruh lapisan masyarakat. Upaya tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi juga memerlukan kesadaran warga untuk menghindari tindakan yang dapat memicu munculnya titik api.
Hendrajoni menyebut, kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak yang lebih luas. Selain merusak ekosistem dan mengancam kelestarian lingkungan, kebakaran juga menghasilkan asap yang dapat mengganggu jarak pandang serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, perlu mendapat perhatian khusus ketika kualitas udara memburuk.
Karena itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat. Jika harus beraktivitas di luar rumah, warga disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel asap.
Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah sembarangan, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, serta memastikan api benar-benar padam setelah digunakan. Langkah sederhana tersebut penting untuk mencegah munculnya titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran lebih besar.
Selain itu, warga diharapkan segera melaporkan kepada aparat atau petugas terkait apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran hutan dan lahan di lingkungan sekitar.
Apabila mengalami keluhan kesehatan seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau iritasi mata yang semakin berat, masyarakat sebaiknya segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) berharap keterlibatan aktif masyarakat dapat membantu mencegah kebakaran hutan dan lahan sekaligus mengurangi risiko kabut asap yang mengganggu kehidupan sehari-hari.
Hendrajoni kembali mengingatkan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan sembarangan, serta selalu meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.
“Jangan sampai kelalaian kita menyebabkan kebakaran yang merugikan banyak orang. Mari kita jaga lingkungan bersama, lindungi kesehatan keluarga, dan segera laporkan apabila menemukan titik api. Pencegahan jauh lebih baik daripada kita harus menghadapi dampak kebakaran dan kabut asap,” tutur Hendrajoni.
Melalui imbauan tersebut, masyarakat diharapkan semakin waspada dan mengambil langkah nyata untuk mencegah kebakaran. Dengan menghentikan praktik pembakaran hutan dan lahan serta menjaga lingkungan secara bersama-sama, risiko kabut asap di Kabupaten Pesisir Selatan diharapkan dapat ditekan.


















