Kebakaran Rumah di Lunang Pessel, Ibu dan Anak Terluka, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

PESISIR SELATAN — Kebakaran menghanguskan satu unit rumah permanen dan dua sepeda motor di Kampung Sungai Gedang, Nagari Lunang Tengah, Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, Senin (19/10/2026) dini hari.

Peristiwa yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap itu mengakibatkan dua orang korban, yang merupakan ibu dan anak, keduanya mengalami luka bakar ringan. Sementara itu, bangunan rumah yang terbakar mengalami kerusakan berat dengan total kerugian material ditaksir mencapai Rp300 juta.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasat Pol PP dan Damkar) Kabupaten Pesisir Selatan, Dongki Agung Pribumi, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 04.10 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas piket Regu A Pos Sektor Damkar Tapan segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.

“Begitu menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Kami mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran berkapasitas 4.000 liter,” kata Agung.

Operasi pemadaman berlangsung hingga pukul 06.30 WIB. Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Selain berhasil mengendalikan kebakaran, petugas juga menyelamatkan dua unit rumah yang berada di sisi kiri dan kanan bangunan yang terbakar.

Meski demikian, satu unit rumah permanen beserta dua sepeda motor tidak dapat diselamatkan dari amukan api. Kerusakan berat pada bangunan membuat kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Agung mengatakan, penanganan kebakaran turut melibatkan unsur TNI dan Polri melalui Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat yang membantu proses penanganan di lokasi.

“Kami mengapresiasi keterlibatan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat yang turut membantu penanganan kebakaran. Sinergi semua pihak sangat penting agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke bangunan di sekitarnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Petugas telah memastikan kondisi di lokasi terkendali setelah operasi pemadaman selesai dilaksanakan sesuai prosedur operasional standar (SOP).

Agung juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada malam hingga dini hari. Warga diminta memastikan instalasi listrik, kompor, serta sumber api lainnya dalam kondisi aman sebelum beristirahat atau meninggalkan rumah.

Menurutnya, kewaspadaan dan pemeriksaan rutin terhadap sumber-sumber yang berpotensi memicu kebakaran merupakan langkah penting untuk mencegah kejadian serupa serta melindungi keselamatan jiwa dan harta benda.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan di lingkungan rumah. Respons cepat petugas dan dukungan warga sangat dibutuhkan untuk meminimalkan dampak kebakaran, terutama ketika api muncul saat sebagian besar penghuni rumah sedang beristirahat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *