PESISIR SELATAN — Dinamika menjelang Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, menjadi perhatian berbagai pihak. Di tengah munculnya polemik di sejumlah nagari, masyarakat diimbau tetap menjaga ketenangan, mengedepankan persatuan, serta tidak membiarkan perbedaan pilihan memicu perpecahan.
Wakil Ketua DPRD Pesisir Selatan, Dani Sopian, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Pilwana di nagari masing-masing dengan menjunjung tinggi semangat Pilwana Badunsanak.
Politisi Partai NasDem itu menegaskan, bahwa Pilwana bukan sekadar momentum memilih pemimpin nagari, tetapi juga menjadi ujian bagi masyarakat dalam menjaga persaudaraan dan kedewasaan berdemokrasi.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Pesisir Selatan, khususnya warga yang nagarinya melaksanakan Pilwana, mari kita bersama-sama menyukseskan pesta demokrasi ini. Jaga keamanan dan ketertiban, jangan sampai perbedaan pilihan merusak hubungan persaudaraan yang sudah terjalin selama ini,” ujar Dani Sopian, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, perbedaan dukungan terhadap calon wali nagari merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut harus disikapi secara bijaksana agar tidak berkembang menjadi perselisihan yang dapat mengganggu keharmonisan masyarakat.
Dani berharap seluruh pihak dapat menahan diri, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta mengutamakan dialog apabila muncul persoalan selama tahapan pemilihan berlangsung.
“Pilwana Badunsanak jangan hanya menjadi slogan. Kita harus membuktikannya dengan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan pilihan, dan menjaga suasana tetap aman. Siapa pun calon yang kita dukung, kita semua tetap bersaudara dan memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun nagari,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan Pilwana tidak hanya diukur dari terlaksananya pemungutan suara, tetapi juga dari terjaganya keamanan, ketertiban, serta hubungan sosial masyarakat sebelum dan sesudah pemilihan.
Karena itu, Dani menilai seluruh pihak perlu mengambil peran sesuai tanggung jawab masing-masing. Para calon wali nagari diharapkan dapat memberikan teladan dalam berkompetisi secara sehat, sementara masyarakat diminta menggunakan hak pilih dengan penuh tanggung jawab.
Di sisi lain, penyelenggara Pilwana dan pemerintah daerah juga diharapkan menjalankan seluruh tahapan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Apabila terdapat keberatan atau persoalan dalam proses pemilihan, penyelesaiannya harus ditempuh melalui mekanisme yang telah ditetapkan. Langkah tersebut penting agar setiap persoalan mendapatkan penanganan yang tepat tanpa memperkeruh situasi di tengah masyarakat.
“Kalau ada persoalan dalam tahapan Pilwana, mari kita selesaikan melalui jalur dan mekanisme yang berlaku. Jangan mengambil tindakan yang justru memperkeruh keadaan. Yang paling penting, masyarakat tetap tenang dan seluruh proses berjalan sesuai aturan,” ucapnya.
Dinamika yang berkembang di sejumlah nagari menjadi pengingat bahwa pelaksanaan demokrasi di tingkat lokal membutuhkan kesiapan penyelenggara, kepastian aturan, serta partisipasi masyarakat yang bertanggung jawab.
Masyarakat juga diharapkan tetap menghormati setiap keputusan yang diambil sesuai ketentuan, sembari memastikan bahwa keberatan terhadap proses pemilihan disampaikan melalui saluran yang tersedia.
Dani berharap pelaksanaan Pilwana di Pesisir Selatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. Ia mengajak masyarakat menempatkan kepentingan nagari di atas kepentingan kelompok maupun dukungan politik sesaat.
“Harapan kita, Pilwana di Pesisir Selatan berjalan aman, lancar, dan sukses. Mari kita jaga bersama suasana yang kondusif, karena setelah Pilwana selesai, kita tetap hidup berdampingan sebagai saudara. Persatuan masyarakat adalah modal penting untuk membangun nagari yang lebih baik,” tutur Dani Sopian.
Semangat Pilwana Badunsanak diharapkan menjadi landasan bagi masyarakat Pesisir Selatan dalam menghadapi perbedaan politik secara dewasa. Sebab, demokrasi yang sehat bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, melainkan juga tentang bagaimana masyarakat tetap menjaga persatuan demi masa depan nagari kedepan.
















