PESISIR SELATAN – Upaya panjang memperkuat pengawasan wilayah laut dan menanggulangi praktik penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) di kawasan pesisir Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mulai menemukan titik terang. Setelah diperjuangkan sejak 2013, pembangunan Pos Angkatan Laut (Pos AL) di Muara Jambu, Nagari Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, kini mulai direalisasikan.
Pembangunan fasilitas pertahanan dan pengawasan wilayah laut tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kehadiran unsur TNI Angkatan Laut di kawasan selatan Pesisir Selatan yang selama ini membutuhkan pengawasan lebih optimal.
Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Novermal, mengungkapkan, pembangunan Pos AL itu merupakan hasil perjuangan panjang yang akhirnya mendapat dukungan dari Komandan Kodaeral II dan Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni.
Menurut Novermal, gagasan pembangunan Pos AL tersebut berangkat dari persoalan praktik illegal fishing yang selama bertahun-tahun menjadi perhatian masyarakat Pesisir Selatan. Pengawasan laut yang lebih dekat dan efektif dinilai sangat dibutuhkan untuk melindungi sumber daya perikanan sekaligus menjaga kepentingan nelayan lokal.
“Perjuangan panjang sejak 2013 itu akhirnya mulai membuahkan hasil. Penanggulangan illegal fishing yang selama ini menjadi persoalan di wilayah Pesisir Selatan, Insya Allah dapat ditangani lebih optimal dengan hadirnya Pos AL di Punggasan,” ujar Novermal, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, proses perencanaan pembangunan Pos AL tersebut bermula dari diskusi dengan Dankodaeral II saat itu, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, ketika keduanya bertemu dalam kegiatan olahraga joging pada Car Free Day (CFD) di Jalan Sudirman, Padang.
Pertemuan informal tersebut kemudian berkembang menjadi pembahasan yang lebih serius. Diskusi dilanjutkan di Markas Komando Kodaeral II, Teluk Bayur, Padang, hingga dilakukan peninjauan langsung terhadap lokasi yang direncanakan menjadi tempat pembangunan Pos AL di Kecamatan Linggo Sari Baganti.
Dari rangkaian komunikasi dan koordinasi tersebut, rencana pembangunan akhirnya memperoleh dukungan pemerintah daerah.
Novermal menyebut, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni memberikan dukungan terhadap rencana tersebut melalui pengalokasian anggaran secara bertahap dalam pembahasan anggaran tahun 2026.
Dengan dukungan pokok-pokok pikiran (pokir) Novermal selaku anggota DPRD serta persetujuan alokasi anggaran dari pemerintah daerah, pada tahun anggaran 2026 mulai dilakukan pengadaan tanah dan pembangunan fisik gedung Pos AL.
Pembangunan tersebut dilaksanakan secara bertahap. Sementara penyelesaian fisik bangunan direncanakan dilanjutkan melalui penganggaran tahun 2027.
“Alhamdulillah, rencana ini mendapat dukungan Bupati Hendrajoni. Pada tahun anggaran 2026 sudah dilakukan pengadaan tanah dan pembangunan fisik secara bertahap. Insya Allah, pembangunan akan dituntaskan melalui anggaran tahun 2027,” katanya.
Novermal juga berharap, di bawah kepemimpinan Dankodaeral II yang baru, Laksamana Pertama TNI Muchammad Riza, dukungan terhadap keberadaan Pos AL Muara Jambu Punggasan dapat terus diperkuat, terutama menyangkut aspek administrasi dan kesiapan operasional.
Menurutnya, keberadaan bangunan Pos AL tidak boleh berhenti sebatas pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, fasilitas tersebut diharapkan segera berfungsi sebagai pusat pengawasan dan pembinaan potensi maritim di wilayah pesisir Pesisir Selatan.
Selain memperkuat upaya pencegahan illegal fishing, Pos AL juga diharapkan mampu mendorong pengembangan potensi kelautan dan perikanan, membangun komunikasi dengan masyarakat nelayan, serta mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di kawasan perairan.
“Selain penanggulangan illegal fishing, Pos AL nantinya juga berfungsi sebagai pembina pengembangan potensi maritim di wilayah setempat. Tujuannya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat Pesisir Selatan,” ucap Novermal.
Ia menilai, masyarakat Pesisir Selatan tidak hanya membutuhkan perlindungan terhadap ancaman pencurian sumber daya laut, tetapi juga membutuhkan pendampingan dan pembinaan agar potensi maritim yang dimiliki dapat dikelola secara maksimal.
Karena itu, Novermal berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI Angkatan Laut, DPRD, dan masyarakat nelayan terus terjaga sehingga kehadiran Pos AL Muara Jambu Punggasan benar-benar memberikan manfaat nyata.
Bagi masyarakat pesisir Linggo Sari Baganti, pembangunan Pos AL tersebut diharapkan menjadi babak baru dalam memperkuat pengawasan laut, melindungi sumber daya perikanan, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi maritim yang lebih baik.
Setelah melalui proses perjuangan selama lebih dari satu dekade, masyarakat Pesisir Selatan kini menantikan penyelesaian pembangunan dan pengoperasian Pos AL tersebut agar manfaatnya dapat segera dirasakan.



















