PESISIR SELATAN – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni, mendorong penguatan peran posyandu agar tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi berkembang menjadi pusat layanan kesehatan masyarakat untuk seluruh kelompok usia.
Dorongan tersebut disampaikan Lisda saat membuka kegiatan “Pergerakan Masyarakat Aktifkan Posyandu” di halaman Kantor Camat Bayang Utara, Jumat (30/10/2026).
Menurut Lisda, keberadaan posyandu memiliki peran strategis dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Karena itu, transformasi posyandu harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan, kapasitas kader, serta keterlibatan aktif masyarakat.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Pesisir Selatan tersebut dihadiri Kepala Dinkes PPKB Agustina Rahmadani, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Feron Siska Zainal, Camat Bayang Utara Afridal, unsur Forkopimca, Kepala Puskesmas Bayang Utara dr. Adi Sarizal beserta jajaran, para wali nagari, kepala sekolah, kader posyandu, tenaga kesehatan, dan unsur masyarakat.
Dalam sambutannya, Lisda mengingatkan bahwa Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) tidak boleh berhenti sebagai slogan maupun kegiatan seremonial. Gerakan tersebut harus diwujudkan melalui perubahan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik, memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, menghindari kebiasaan merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, minimal satu kali dalam setahun.
Menurutnya, pemantauan tekanan darah dan kadar gula darah merupakan langkah sederhana tetapi penting untuk mendeteksi sejak dini risiko penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes.
“GERMAS bukan sekadar jargon atau seremoni. Kita harus menjadikannya sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari aktif bergerak, mengonsumsi buah dan sayur, tidak merokok, hingga rutin memeriksakan kesehatan,” ujar Lisda.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa transformasi pelayanan kesehatan primer membawa perubahan besar terhadap fungsi posyandu. Jika sebelumnya pelayanan lebih banyak berfokus pada bayi, balita, dan ibu hamil, kini posyandu diarahkan menjadi pusat pelayanan kesehatan dasar yang menjangkau seluruh siklus kehidupan.
Artinya, pelayanan posyandu tidak lagi terbatas pada kelompok ibu dan anak, tetapi juga mencakup remaja, kelompok usia produktif, hingga lanjut usia.
Transformasi ini dinilai penting agar kebutuhan kesehatan masyarakat dapat dipantau sejak dini dan berkelanjutan. Dengan demikian, posyandu menjadi garda terdepan dalam upaya promotif dan preventif, sekaligus memperkuat akses pelayanan kesehatan hingga tingkat nagari.
Lisda mengungkapkan, Kabupaten Pesisir Selatan saat ini memiliki 699 unit posyandu yang tersebar di 182 nagari. Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 71,5 persen yang telah memberikan pelayanan untuk seluruh siklus kehidupan.
Sementara itu, dari total 3.495 kader posyandu yang tersedia, baru sekitar 73 persen yang telah mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi 25 kecakapan.
Data tersebut menunjukkan bahwa penguatan posyandu masih membutuhkan perhatian serius, terutama dalam meningkatkan kemampuan kader dan memperluas cakupan pelayanan agar seluruh masyarakat dapat memperoleh manfaat secara optimal.
Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah nagari, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat dalam menyukseskan transformasi posyandu.
Lisda juga meminta dukungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sebagai perangkat daerah yang membidangi kelembagaan posyandu untuk mempercepat proses registrasi posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui Kementerian Dalam Negeri.
Menurutnya, penguatan kelembagaan dan pemenuhan standar pelayanan menjadi bagian penting agar posyandu dapat beroperasi secara lebih optimal, terarah, dan berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Lisda menyampaikan penghargaan kepada seluruh kader posyandu, bidan desa, dan tenaga kesehatan yang selama ini telah bekerja dengan penuh keikhlasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menilai, keberhasilan posyandu tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga oleh dedikasi para kader dan tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan di tengah masyarakat.
Dengan mengucapkan basmalah, Lisda secara resmi membuka kegiatan Pergerakan Masyarakat Aktifkan Posyandu di Kecamatan Bayang Utara.
Melalui gerakan tersebut, TP PKK bersama jajaran pemerintah daerah berharap kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan posyandu semakin meningkat. Sebab, posyandu yang aktif, kader yang kompeten, dan masyarakat yang peduli terhadap kesehatan merupakan fondasi penting dalam membangun keluarga sehat serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pesisir Selatan.













