PESISIR SELATAN – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terus diperkuat melalui gerakan edukasi dan intervensi gizi yang menyentuh langsung masyarakat. Pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan pelayanan kesehatan di fasilitas medis, tetapi juga mendorong keterlibatan keluarga, kader Posyandu, TP-PKK, hingga pemerintah nagari.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pergerakan Masyarakat (Germas) Gerakan Cegah Stunting yang digelar di Lapangan STAI Balai Selasa, Kecamatan Ranah Pesisir, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni dan diikuti ratusan kader Posyandu serta unsur lintas sektor.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimca Ranah Pesisir, pimpinan STAI Balai Selasa, Kepala Puskesmas Balai Selasa, perangkat nagari, pengurus TP-PKK kecamatan dan nagari, serta tenaga kesehatan.
Dalam sambutannya, Lisda menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari lingkungan keluarga. Perhatian terhadap asupan gizi, kesehatan ibu selama kehamilan, serta pemantauan tumbuh kembang anak menjadi bagian penting dalam memutus risiko stunting sejak dini.
Menurutnya, membangun generasi yang sehat dan berkualitas tidak cukup hanya dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Diperlukan langkah nyata, pendampingan berkelanjutan, serta keterlibatan seluruh unsur yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Lisda meminta para ibu untuk lebih memperhatikan kecukupan nutrisi keluarga. Ia juga mendorong tenaga kesehatan dan kader Posyandu agar lebih aktif memberikan edukasi, mendeteksi kelompok berisiko, serta memastikan ibu hamil dan balita mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan.
Salah satu langkah konkret yang menjadi perhatian dalam program tahun ini adalah pemberian multivitamin kepada 1.000 ibu hamil yang berisiko mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) selama tiga bulan.
“Tahun ini pemerintah daerah meluncurkan intervensi khusus berupa pemberian multivitamin bagi 1.000 ibu hamil berisiko KEK selama tiga bulan. Kita ingin memastikan seluruh sasaran menerima bantuan tepat waktu dan mematuhi konsumsinya agar status gizi meningkat dan stunting benar-benar dapat dicegah secara maksimal,” ujar Lisda.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi diikuti pemantauan secara rutin sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh ibu hamil yang menjadi sasaran.
Lisda juga mengingatkan agar Germas tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Gerakan ini harus menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Pesisir Selatan, Agustina Rahmadani, mengatakan pihaknya berkomitmen mengawal pelaksanaan intervensi pencegahan stunting melalui seluruh jajaran puskesmas.
Ia menekankan pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut menjadi fase penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga kebutuhan gizi ibu dan anak harus mendapat perhatian serius.
“Program intervensi pemberian multivitamin bagi ibu hamil KEK ini dirancang untuk menutup celah kekurangan nutrisi mikro sejak dalam kandungan. Dinas Kesehatan PPKB bersama jajaran Puskesmas Balai Selasa dan Puskesmas Penyangga akan melakukan pemantauan ketat melalui kader Posyandu agar suplemen ini benar-benar dikonsumsi secara teratur oleh ibu hamil penerima manfaat,” kata Agustina.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting tidak bisa dibebankan hanya kepada sektor kesehatan. Dukungan TP-PKK, pemerintah nagari, kader Posyandu, dan keluarga sangat diperlukan agar edukasi serta intervensi gizi dapat berjalan efektif hingga ke tingkat rumah tangga.
Melalui kegiatan Germas Gerakan Cegah Stunting ini, Pemkab Pesisir Selatan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi dan pemeriksaan kesehatan semakin meningkat.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas. Sebab, pencegahan stunting bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan gizi hari ini, melainkan juga investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak di Kabupaten Pesisir Selatan.














