PESISIR SELATAN — Upaya memperkuat perlindungan dan pembinaan terhadap generasi muda terus dilakukan Polres Pesisir Selatan. Kali ini, Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres) Pesisir Selatan Kompol H. Syafrizen, S.H., menggandeng jajaran Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah VII Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dan SMKN 1 Painan untuk memperkuat sinergi melalui program Polisi Peduli Pendidikan.
Koordinasi tersebut berlangsung di Ruangan Waka Polres Pesisir Selatan, Kamis (5/11/2026) pagi. Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu dihadiri Kepala SMKN 1 Painan Almes Gangga, S.Pd., M.Pd., Kasi SMKN Cabdin VII Nasril, S.Pd., serta perwakilan Cabdin VII Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Deta Mahendra, S.Pd., M.M.
Kompol Syafrizen mengatakan, dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus menjaga masa depan generasi muda. Karena itu, kepolisian tidak bisa bekerja sendiri dalam menangani berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu tumbuh kembang pelajar.
Menurutnya, sinergi antara kepolisian, dinas pendidikan, pihak sekolah, guru, dan orang tua perlu diperkuat agar berbagai persoalan di lingkungan pendidikan dapat dicegah sejak dini.
“Program Polisi Peduli Pendidikan ini tidak hanya berbicara tentang kehadiran polisi di sekolah, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat dan mampu melindungi anak-anak dari berbagai ancaman,” ujar Kompol Syafrizen.
Ia menekankan, sejumlah persoalan yang kerap muncul di lingkungan pelajar, seperti perundungan atau bullying, penyalahgunaan narkotika hingga perilaku menyimpang, harus menjadi perhatian bersama.
“Bullying, narkoba dan berbagai bentuk perilaku yang dapat merusak masa depan anak harus kita cegah bersama. Jangan menunggu persoalan itu menjadi besar. Guru, kepolisian dan seluruh pihak terkait harus memiliki kepedulian serta melakukan evaluasi secara berkala,” katanya.
Kompol Syafrizen juga mendorong pihak sekolah agar tidak ragu membangun komunikasi dengan kepolisian apabila menemukan persoalan yang membutuhkan penanganan. Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan memudahkan langkah pencegahan sekaligus menciptakan rasa aman bagi para pelajar.
“Kita ingin anak-anak merasa aman berada di sekolah. Sekolah harus menjadi tempat untuk belajar, membangun karakter dan mengembangkan potensi, bukan tempat yang membuat mereka merasa tertekan atau takut,” ucapnya.
Dalam koordinasi tersebut, Polres Pesisir Selatan bersama jajaran Cabdin Wilayah VII dan SMKN 1 Painan juga membahas penguatan pengawasan serta pembinaan terhadap pelajar. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif sekaligus mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kompol Syafrizen menambahkan, evaluasi terhadap pelaksanaan program harus dilakukan secara berkelanjutan sehingga setiap persoalan yang muncul dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita hadir sebelum masalah terjadi. Pencegahan jauh lebih baik daripada kita baru bergerak setelah ada korban atau persoalan,” tuturnya.
Kegiatan koordinasi berlangsung hingga sekitar pukul 10.50 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada koordinasi semata, tetapi berlanjut melalui langkah nyata antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, serta mampu melindungi generasi muda dari berbagai ancaman.
















