PESISIR SELATAN – Ketua Umum DPP PKPS, Adi Karsyaf, menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat, terutama para perantau asal Pesisir Selatan, harus ikut mengambil peran nyata untuk mempercepat kemajuan kampung halaman.
Hal itu disampaikan Adi Karsyaf saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (DPP PKPS) di Gedung Painan Convention Center (PCC), Rabu (8/7/2026).
“Saya tidak ingin memberikan tanggapan, tetapi saya akan memberikan semangat. Sebab, membangun Kabupaten Pesisir Selatan ini tidak bisa diserahkan hanya kepada pemerintah daerah saja,” ujar Adi Karsyaf.
Ia mengajak seluruh putra-putri Pesisir Selatan yang tersebar di berbagai daerah, termasuk jajaran Dinas Pariwisata yang berada di luar daerah, untuk bersama-sama berkontribusi membangun kampung halaman.
“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan membangun kampung halaman kita,” katanya.
Menurutnya, PKPS tidak ingin hanya menjadi organisasi silaturahmi para perantau. Ke depan, organisasi yang dipimpinnya akan mulai bergerak lebih konkret melalui berbagai program sosial sekaligus membuka peluang investasi bagi Pesisir Selatan.
“Untuk saat ini kita mulai dengan gerakan-gerakan sosial melalui organisasi ini. Secara bisnis nanti kami akan melakukan sejumlah lobi kepada para pengusaha agar mau berinvestasi di Pesisir Selatan,” ucapnya lagi.
Ia mengungkapkan, meski baru dilantik sebagai Ketua Umum DPP PKPS pada Agustus tahun lalu, organisasi yang dipimpinnya telah menunjukkan kepedulian besar ketika bencana melanda Pesisir Selatan.
Tanpa instruksi khusus dari pengurus pusat, jaringan PKPS di seluruh Indonesia bersama DPW masing-masing wilayah secara spontan menggalang donasi bagi masyarakat terdampak.
“Kami tidak mengatur berapa nominal yang harus diberikan. Berapapun silakan dikumpulkan, yang penting bermanfaat,” tuturnya.
Gerakan kemanusiaan tersebut, kata dia, juga melibatkan kerja sama dengan Gebu Minang. Dari aksi solidaritas itu berhasil dihimpun bantuan sekitar Rp800 juta yang kemudian disalurkan kepada korban bencana dalam bentuk paket sembako.
“Alhamdulillah, kawan-kawan memberikan kontribusi yang sangat besar. Semua bergerak tanpa komando, karena memiliki rasa kepedulian terhadap kampung halaman,” ujarnya.
Ia menegaskan, PKPS akan terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Namun demikian, kolaborasi hanya dapat berjalan maksimal apabila pemerintah daerah menerapkan prinsip keterbukaan dan transparansi.
“Kami berharap ke depan selalu bersinergi mendukung program pemerintah daerah. PKPS akan selalu mensupport dari luar. Pemerintah daerah juga harus terbuka dan transparan, sehingga kami tahu apa saja yang benar-benar dibutuhkan dan bisa kami bantu,” katanya.
Ia memastikan bantuan yang diberikan PKPS bukan sekadar janji.
“Tentunya kami akan membantu secara nyata, bukan hanya omon-omon,” pungkasnya.
Sebagai bentuk dukungan langsung terhadap program unggulan “Nagari Mangaji” yang digagas Bupati Hendrajoni, DPP PKPS menyerahkan 200 mushaf Al-Qur’an.
Tak berhenti di situ, ia memastikan bantuan tersebut akan kembali ditambah dalam waktu dekat.
“Insya Allah paling lambat Agustus nanti, kami akan menambah 1.000 Al-Qur’an lagi melalui Bundo Kanduang PKPS,” tambahnya.
Sebelumnya, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni saat membuka Munas dan Rakernas I DPP PKPS mengajak seluruh perantau memperkuat kolaborasi ranah dan rantau melalui investasi, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Menurut Hendrajoni, potensi besar yang dimiliki para perantau harus diintegrasikan dengan program pembangunan daerah agar mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menggagas pembentukan Pessel Diaspora Center, Pessel Rantau Fund, revitalisasi surau kreatif, serta regulasi yang mempermudah investasi bagi putra-putri Pesisir Selatan yang ingin membangun kampung halaman. Dengan sinergi tersebut, Hendrajoni berharap hubungan ranah dan rantau tidak lagi sebatas ikatan emosional, tetapi menjadi kekuatan nyata dalam mempercepat pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan.




















