PESISIR SELATAN – Semangat memperkuat sinergi antara ranah dan rantau menjadi pesan utama yang disampaikan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (DPP PKPS) di Gedung Painan Convention Center (PCC), Rabu (8/7/2026).
Di hadapan ratusan perantau yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia, Hendrajoni menyampaikan bahwa pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan tidak bisa hanya bertumpu pada kekuatan masyarakat yang berada di kampung halaman. Menurutnya, keberhasilan anak nagari di perantauan merupakan modal besar yang harus diintegrasikan secara sistematis dalam pembangunan daerah.
“Kehadiran seluruh dunsanak dari berbagai penjuru Tanah Air bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menghadirkan optimisme baru bagi masa depan Kabupaten Pesisir Selatan,” kata Hendrajoni dalam sambutannya.
Ia mengatakan, falsafah merantau bagi masyarakat Minangkabau bukan berarti meninggalkan kampung halaman, melainkan menimba pengalaman, ilmu pengetahuan, jaringan, dan keberhasilan untuk kemudian dibawa pulang menjadi kekuatan membangun daerah asal.
“Hubungan ranah dan rantau merupakan kekuatan strategis yang harus terus dipelihara. Namun kita juga harus jujur mengakui bahwa hingga hari ini sinergi tersebut masih belum optimal. Potensi besar para perantau belum sepenuhnya terhubung dengan kebutuhan pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurut Hendrajoni, selama ini informasi investasi masih terbatas, program kerja berjalan sendiri-sendiri, dan kolaborasi yang terbangun lebih banyak bersifat insidental. Karena itu, Munas dan Rakernas PKPS 2026 harus menjadi titik awal perubahan.
“Kita ingin mengubah hubungan emosional menjadi hubungan yang lebih terstruktur, profesional, dan berkelanjutan. PKPS tidak hanya menjadi organisasi silaturahmi, tetapi menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan,” ucapnya.
Dalam pidatonya, Hendrajoni memaparkan besarnya potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Pesisir Selatan, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan hingga pariwisata.
Ia menyebut kawasan Mandeh, Pantai Carocok Painan, Langkisau dan berbagai destinasi wisata nagari membutuhkan dukungan investasi, inovasi, serta sumber daya manusia yang unggul agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Di sisi lain, ribuan bahkan ratusan ribu perantau Pesisir Selatan telah sukses menjadi pengusaha, akademisi, birokrat, profesional hingga anggota TNI dan Polri.
“Ini merupakan modal sosial dan modal intelektual yang luar biasa besar. Mari kita bangun tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi digital sehingga potensi ranah dan rantau benar-benar saling menguatkan,” katanya.
Ia juga mengajak para perantau tidak hanya berkontribusi melalui bantuan sosial, tetapi mulai mengembangkan investasi produktif pada sektor UMKM, hilirisasi hasil pertanian dan perikanan, ekonomi kreatif, pengembangan pariwisata hingga penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda.
Dalam forum tersebut, Hendrajoni juga menyampaikan sejumlah gagasan strategis yang diharapkan menjadi hasil Munas PKPS.
Di antaranya pembentukan Pessel Diaspora Center sebagai pusat data dan jejaring perantau, Pessel Rantau Fund sebagai instrumen pembiayaan profesional bagi proyek strategis daerah, revitalisasi surau kreatif sebagai pusat pendidikan karakter dan literasi digital, serta penyusunan regulasi yang memperkuat kemudahan investasi bagi putra-putri Pesisir Selatan yang ingin membangun kampung halaman.
“Kami ingin tidak ada lagi jarak antara ranah dan rantau. Yang ada hanyalah satu tujuan bersama, yakni membangun Pesisir Selatan yang lebih maju, mandiri, dan bermartabat,” tambahnya.
Selain mengajak perantau berinvestasi, Hendrajoni juga memaparkan berbagai capaian pembangunan yang berhasil diperjuangkan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan selama 2025-2026 meski berada di tengah keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi.
Menurutnya, berbagai program berhasil diperoleh dari pemerintah pusat melalui komunikasi dan koordinasi yang intensif.
Beberapa di antaranya pembangunan dan rehabilitasi sejumlah jembatan, peningkatan jalan, rehabilitasi jaringan irigasi, bantuan rumah tidak layak huni, rehabilitasi sekolah, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga bantuan bagi nelayan.
“Di tengah keterbatasan anggaran, kami tidak pernah berhenti memperjuangkan anggaran ke Jakarta. Berkat dukungan berbagai pihak, sejumlah program pembangunan berhasil direalisasikan untuk masyarakat Pesisir Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PKPS, Adi Karsyaf, menyatakan Rakernas I menjadi momentum menyatukan visi seluruh keluarga besar PKPS agar memiliki arah gerak yang lebih terukur dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, PKPS ingin hadir bukan sekadar sebagai organisasi paguyuban perantau, tetapi menjadi wadah yang mampu menghimpun potensi sumber daya manusia, jaringan usaha, hingga investasi yang dimiliki warga Pesisir Selatan di berbagai daerah.
“Kami menyambut baik ajakan Bupati Hendrajoni untuk memperkuat kolaborasi ranah dan rantau. PKPS siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menghimpun potensi perantau agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Pesisir Selatan,” katanya.
Ia menyebut, hasil Munas dan Rakernas akan diarahkan menjadi program kerja yang konkret dan berkelanjutan.
“Kami ingin membangun organisasi yang modern, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Potensi besar perantau harus dikelola secara terorganisir sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kampung halaman,” ujarnya.
Adi juga mengajak seluruh pengurus PKPS di berbagai daerah menjaga kekompakan serta memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah.
“Ranah dan rantau tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ketika seluruh potensi itu dipersatukan, saya yakin Pesisir Selatan akan mampu melompat lebih cepat menjadi daerah yang maju, sejahtera, dan memiliki daya saing,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Bupati Hendrajoni secara resmi membuka Musyawarah Nasional dan Rapat Kerja Nasional I DPP PKPS Tahun 2026 dengan harapan forum tersebut melahirkan berbagai gagasan dan program strategis yang mampu mempererat hubungan ranah dan rantau sekaligus mempercepat pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan di masa mendatang.


















