PESISIR SELATAN – Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah menangis usai terjatuh saat menjemput ompreng Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat.
Dalam video yang beredar di Facebook, anak tersebut mengaku khawatir harus mengganti biaya sebesar Rp80 ribu apabila ompreng yang dibawanya hanyut. Pengakuan itu sontak menjadi perhatian warganet dan memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pelaksanaan program MBG di lokasi tersebut.
Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Frim dan memperlihatkan seorang anak laki-laki menangis sambil menceritakan kejadian yang baru dialaminya.
“Kalau hanyuik ompreng tu, bayia 80 ribu,” ucap bocah tersebut dengan nada terisak-isak ketika ditanya oleh seorang pria yang berada di lokasi.
Berdasarkan keterangan yang ditulis pengunggah, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 15.16 WIB. Disebutkan, anak yang menangis merupakan siswa SD Negeri 24 Salido Kecil, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan.
Dalam unggahan itu dijelaskan, bocah tersebut terjatuh ketika hendak menjemput ompreng MBG yang pengambilannya berada di luar lingkungan sekolah. Saat melintasi sebuah jembatan darurat, ia kehilangan keseimbangan hingga terjatuh dan mengalami luka di bagian tangan.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar di media sosial. Hingga Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 09.34 WIB, video itu telah dibagikan 27 kali, memperoleh 105 tanda suka, serta memunculkan sedikitnya 55 komentar dari warganet.
Sejumlah pengguna media sosial menyayangkan peristiwa yang dialami bocah tersebut. Mereka menilai insiden itu perlu menjadi perhatian seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
“Tata kelolanya buruk, ladang korupsi. Itu tanggung jawab mereka, biaya berobat minta,” tulis akun Facebook Doni Lala di kolom komentar.
Komentar lain meminta agar kejadian tersebut tidak berhenti menjadi perbincangan di media sosial, tetapi juga harus ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
“Laporkan, dan usut ke pihak terkait,” tulis warganet lainnya.
Di sisi lain, sejumlah netizen mengingatkan agar informasi yang beredar terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak sekolah maupun pengelola Program MBG untuk mengetahui kronologi secara utuh, termasuk memastikan kebenaran pernyataan mengenai kewajiban mengganti ompreng senilai Rp80 ribu.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari pihak SD Negeri 24 Salido Kecil maupun pengelola Program Makan Bergizi Gratis terkait peristiwa tersebut.
Redaksi juga telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan, Salim Muhaimin. Namun hingga berita ini diturunkan, pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp belum mendapat tanggapan.
Media ini masih terus berupaya memperoleh klarifikasi dari seluruh pihak terkait, termasuk mengenai mekanisme distribusi ompreng MBG, prosedur pengambilannya, serta kebenaran informasi bahwa peserta didik diwajibkan mengganti biaya apabila ompreng hilang atau hanyut. Jika klarifikasi resmi telah diperoleh, berita ini akan diperbarui.

















