PESISIR SELATAN – Setelah sempat terhenti selama beberapa tahun, pembangunan Pasar Surantih di Kecamatan Sutera akhirnya dipastikan kembali dilanjutkan pada tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Hendrajoni menegaskan komitmennya untuk menuntaskan proyek yang telah lama dinantikan masyarakat tersebut sebagai upaya menghidupkan kembali pusat perekonomian warga.
Seiring dimulainya kembali pembangunan, seluruh pedagang yang selama ini beraktivitas di kawasan Pasar Surantih akan direlokasi sementara ke Lapangan Bola Gadih Basanai Surantih. Relokasi dilakukan agar proses konstruksi dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas pembangunan.
Pasar Surantih merupakan salah satu pusat perdagangan utama di Kecamatan Sutera. Karena itu, keberadaannya memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Mangkraknya pembangunan sejak 2021 sempat menjadi perhatian publik karena menyebabkan fasilitas pasar belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pedagang maupun masyarakat.
Kini, harapan itu kembali muncul setelah Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memastikan proyek tersebut masuk dalam prioritas pembangunan tahun 2026.
Berdasarkan dokumen pengadaan pemerintah, proyek kelanjutan pembangunan Pasar Surantih memiliki Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp6.307.877.578. Sebelum pekerjaan fisik dimulai, pemerintah telah menyelesaikan tahapan pengadaan jasa pengawasan. Proses tender berlangsung mulai 22 Mei hingga 10 Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan konstruksi.
Pekerjaan fisik direncanakan mulai pada Agustus 2026 dan ditargetkan rampung pada Desember 2026. Pemerintah berharap seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal sehingga pasar baru dapat segera difungsikan.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan bahwa kelanjutan pembangunan Pasar Surantih merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pasar tradisional memiliki peran penting sebagai pusat perdagangan rakyat sehingga penyelesaiannya tidak bisa terus tertunda. Pemerintah ingin menghadirkan fasilitas yang lebih representatif, tertata, dan mampu meningkatkan kenyamanan pedagang maupun pembeli.
Selama proses pembangunan berlangsung, aktivitas jual beli akan dipusatkan di lokasi relokasi yang telah disiapkan di Lapangan Bola Gadih Basanai. Pemerintah mengimbau seluruh pedagang untuk menempati lokasi tersebut agar roda perekonomian masyarakat tetap berjalan sembari menunggu pembangunan selesai.
Seorang tokoh masyarakat Kecamatan Sutera, Bofi Panungkek menyambut baik keputusan pemerintah melanjutkan proyek tersebut. Menurutnya, masyarakat sudah cukup lama menunggu kepastian penyelesaian Pasar Surantih.
“Ini merupakan kabar baik bagi masyarakat. Pasar Surantih adalah urat nadi perekonomian warga Sutera. Kami berharap pembangunan kali ini benar-benar selesai sesuai target, sehingga pedagang tidak lagi berjualan di fasilitas yang kurang memadai,” ujarnya.
Ia menilai relokasi sementara merupakan langkah yang wajar selama bertujuan mempercepat penyelesaian proyek. Namun demikian, pemerintah juga diharapkan memastikan lokasi relokasi memiliki fasilitas yang memadai sehingga aktivitas perdagangan tetap berjalan normal.
“Yang terpenting sekarang adalah komitmen semua pihak untuk mengawal pembangunan hingga tuntas. Jangan sampai proyek ini kembali terhenti. Jika pasar selesai dibangun dengan baik, dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh pedagang, pembeli, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kecamatan Sutera,” katanya.
Dengan dimulainya kembali proyek bernilai lebih dari Rp6,3 miliar tersebut, masyarakat berharap Pasar Surantih segera hadir sebagai pusat perdagangan yang lebih modern, tertata, aman, dan nyaman, sekaligus menjadi simbol bangkitnya kembali aktivitas ekonomi di Kecamatan Sutera setelah bertahun-tahun menunggu kepastian penyelesaian pembangunan. (Castro*)

















