PESISIR SELATAN — Pembangunan kembali Jembatan Gantung Bintungan di Nagari Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan anggaran tidak menyurutkan upaya pemerintah daerah menghadirkan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
Di balik dimulainya pembangunan jembatan tersebut, ternyata ada perjuangan pemerintah daerah dalam mencari dukungan anggaran ke pemerintah pusat.
Ketua DPRD Pesisir Selatan, Darmansyah mengungkapkan, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni bahkan disebut kerap memanfaatkan waktu libur untuk pergi ke Jakarta demi menemui kementerian dan menjemput dukungan anggaran bagi pembangunan di daerah.
Hal itu disampaikan Darmansyah saat menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Gantung Bintungan, Nagari Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir.
“Kami tahu bahwa Bapak Bupati sudah bekerja keras untuk meminta dukungan anggaran ke pusat. Bahkan pada waktu libur beliau juga sering ke Jakarta untuk menjemput anggaran, dengan harapan bisa mewujudkan keinginan masyarakat Pesisir Selatan,” ujar Darmansyah, Senin (3/8/2026).
Menurut Darmansyah, perjuangan tersebut patut diapresiasi karena dilakukan di tengah kondisi efisiensi anggaran yang membuat ruang fiskal pemerintah daerah semakin terbatas.
Ia menilai, terealisasinya pembangunan Jembatan Gantung Bintungan menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui DPRD mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
“Meskipun di tengah efisiensi anggaran beliau masih bisa melaksanakan pembangunan jembatan ini. Hal ini tentunya patut kita apresiasi dan kita syukuri bersama,” ucapnya lagi.
Darmansyah juga menyampaikan ucapan terima kasih secara khusus kepada Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni yang dinilai telah mendengarkan suara masyarakat terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pesisir Selatan.
Untuk diketahui, Jembatan Gantung Bintungan merupakan akses penting bagi masyarakat Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir. Infrastruktur tersebut sebelumnya mengalami kerusakan sejak 2024 dan kondisinya semakin parah setelah diterjang banjir pada 27 November 2025.
Banjir menyebabkan jembatan tersebut hanyut, sehingga tidak lagi dapat digunakan secara normal. Akibatnya, mobilitas masyarakat terganggu, aktivitas ekonomi terhambat, dan akses menuju berbagai pelayanan dasar menjadi tidak optimal.
Kini, melalui dukungan dana Transfer ke Daerah (TKD), Pemkab Pesisir Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) kembali membangun jembatan tersebut.
Jembatan baru itu memiliki panjang bentang 90 meter dengan nilai kontrak Rp4.728.956.107. Pekerjaan dilaksanakan CV Arifan dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender, terhitung sejak kontrak 3 Agustus hingga 31 Desember 2026.
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengatakan, pembangunan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan infrastruktur yang aman dan andal bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memahami bahwa infrastruktur merupakan urat nadi pembangunan dan penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Hendrajoni.
Menurutnya, keberadaan jembatan yang layak tidak hanya berkaitan dengan transportasi. Jembatan juga menjadi penunjang aktivitas masyarakat di bidang pertanian, pendidikan, kesehatan, sosial hingga perekonomian.
Hendrajoni berharap pembangunan jembatan tersebut nantinya mampu mempercepat mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian dan mendorong pertumbuhan ekonomi warga.
Selain itu, keberadaan jembatan diharapkan mampu memperkuat konektivitas antar wilayah, mempermudah akses pendidikan dan kesehatan serta mengurangi keterisolasian masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Darmansyah juga menyampaikan bahwa perhatian pemerintah daerah terhadap Kecamatan Ranah Pesisir saat ini mulai terlihat melalui peningkatan alokasi pembangunan.
Ia menyebut, dari sekitar Rp41 miliar dana Transfer ke Daerah (TKD), sekitar Rp10 miliar telah diperuntukkan bagi pembangunan di Kecamatan Ranah Pesisir.
Karena itu, Darmansyah menilai aspirasi masyarakat untuk mendapatkan pembangunan yang lebih merata merupakan hal yang wajar.
“Artinya masyarakat di sini bukan belum merdeka, tapi Bapak Novermal sebagai Anggota DPRD Dapil IV mau minta lebih, agar pembangunan di Kecamatan Ranah Pesisir bisa lebih merata,” ujarnya sambil berseloroh.
Ia bahkan menilai masyarakat Ranah Pesisir tidak salah memilih wakilnya di DPRD karena aspirasi pembangunan terus disuarakan.
Sementara itu, tokoh masyarakat Ranah Pesisir yang juga Anggota DPRD Pesisir Selatan Novermal mengatakan, pembangunan kembali Jembatan Gantung Bintungan merupakan harapan masyarakat yang telah lama dinantikan.
Menurutnya, keterbatasan anggaran sebelumnya membuat pembangunan tertunda. Karena itu, dimulainya pembangunan hari ini menjadi momentum penting bagi masyarakat.
Novermal juga mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap Kecamatan Ranah Pesisir. Ia menyebut selain jembatan, sejumlah pembangunan infrastruktur seperti jalan dan saluran irigasi saat ini juga mulai direalisasikan.
Namun, Novermal berharap porsi anggaran untuk Ranah Pesisir terus ditingkatkan pada 2027.
Ia juga meminta pemerintah daerah memperbaiki kondisi Pasar Balaiselasa yang dinilainya mulai kumuh dan becek, terutama ketika hujan. Selain pembenahan fisik pasar, ia mengusulkan pembangunan lampu High Mast agar kawasan pasar lebih terang dan tetap hidup pada malam hari.
Dengan peletakan batu pertama tersebut, pembangunan Jembatan Gantung Bintungan resmi dimulai. Bagi masyarakat Pelangai Gadang, jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan akses vital yang diharapkan kembali membuka jalur mobilitas, menggerakkan ekonomi dan memperlancar aktivitas sehari-hari.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni, Ketua DPRD Pesisir Selatan Darmansyah, anggota DPRD Dapil IV Ranah Pesisir–Linggo Sari Baganti, sejumlah kepala OPD dan perwakilan, Forkopimca, wali nagari serta tokoh masyarakat setempat.















