Irwan Zuldani Apresiasi Pedagang Lapangan Apeksi, Festival Seni Budaya Sumbar 2026 Sukses dan Bersih

HEADLINE31 Dilihat

Padang|SumbarInvestigasi.com- Festival Seni Budaya Sumatera Barat 2026 yang digelar di Lapangan Balai Kota Padang, Sabtu (1/8/2026), berlangsung meriah. Selain menampilkan beragam atraksi seni budaya, kegiatan ini juga diwarnai dengan penyerahan bantuan seragam secara simbolis kepada para pedagang serta komitmen kuat pelaku UMKM dalam menjaga kebersihan lingkungan festival.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat sekaligus penggagas Festival Seni Budaya Sumatera Barat 2026, Irwan Zuldani, menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Pedagang Lapangan Apeksi, khususnya Ketua Keluarga Besar Pedagang Taman Apeksi, Daizon Fektaires, beserta sekitar 60 pedagang yang turut menyukseskan penyelenggaraan festival.

Menurut Irwan, para pedagang tidak hanya berperan sebagai pelaku usaha, tetapi juga menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kebersihan kawasan festival.

“Usai kegiatan setiap malam, mereka bersama-sama membersihkan seluruh kawasan Lapangan Apeksi. Sampah yang sebelumnya berserakan dapat dibersihkan dengan cepat hingga lokasi kembali rapi dan bersih. Ini adalah bentuk kepedulian yang patut diapresiasi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, semangat gotong royong yang ditunjukkan para pedagang menjadi bukti bahwa kesuksesan sebuah festival merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, bukan hanya panitia penyelenggara.

Sebagai bentuk penghargaan, Irwan menyerahkan kaus seragam kepada seluruh pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Lapangan Apeksi di bawah koordinasi Daizon Fektaires.

“Seragam ini merupakan simbol kebersamaan dan rasa terima kasih kami atas dukungan serta partisipasi yang telah diberikan. Semoga sinergi seperti ini terus terjalin pada kegiatan-kegiatan berikutnya,” katanya.

Irwan berharap para pedagang tidak hanya menjadi penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang publik.

Sementara itu, Ketua Keluarga Besar Pedagang Taman Apeksi Balai Kota Padang, Daizon Fektaires, mengatakan para pedagang mengedepankan semangat kekeluargaan, tanggung jawab sosial, serta disiplin dalam menjaga kebersihan kawasan festival.

“Kami tidak sekadar berdagang, tetapi juga membangun kebersamaan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, komunitas pedagang, dan masyarakat untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan,” ujarnya.

Daizon menjelaskan, setiap hari setelah aktivitas perdagangan berakhir sekitar pukul 23.00 WIB, seluruh pedagang bergotong royong membersihkan area festival. Aksi tersebut diikuti seluruh pedagang tanpa terkecuali, mulai dari pedagang bakso, bakso bakar, kerupuk kuah, telur gulung, mi colek, raja pentol, hingga pedagang makanan dan minuman lainnya.

Menurutnya, Persatuan Pedagang Lapangan Apeksi juga memiliki aturan internal untuk menjaga ketertiban. “Sebelum pulang, seluruh pedagang wajib membersihkan sampah bersama-sama. Jika ada pelanggaran, kami memberikan teguran bertahap hingga sanksi dikeluarkan demi menjaga ketertiban bersama,” tegasnya.

Ia juga memastikan kawasan festival bebas dari praktik pungutan liar (pungli) parkir. “Alhamdulillah festival berlangsung meriah tanpa kendala. Kami menegaskan tidak ada pungutan parkir oleh kelompok pedagang, panitia, maupun pemuda di lingkungan kami, sehingga pengunjung dapat menikmati festival dengan nyaman,” katanya.

Pembina UMKM sekaligus Ketua Forum Anak Nagari Sungai Sapih (FANSS), Darman MTC, menilai keterlibatan para pedagang menjadi contoh nyata bahwa pelaku UMKM tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Apa yang dilakukan para pedagang Lapangan Apeksi patut menjadi teladan. Mereka tidak hanya mencari rezeki, tetapi juga menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan festival. Semangat seperti inilah yang perlu terus dipertahankan,” ujar Darman.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, komunitas pedagang, dan masyarakat terus diperkuat dalam setiap penyelenggaraan kegiatan budaya di Sumatera Barat.

Keberhasilan Festival Seni Budaya Sumatera Barat 2026 menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, dan komunitas pedagang mampu menghadirkan perhelatan budaya yang sukses, tertib, bersih, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

 

Penulis : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *