Pesan Bupati Hendrajoni untuk Kadis Pertanian: Jangan Hanya Terima Laporan, Turun Kelapangan!

DAERAH, HEADLINE186 Dilihat

PESISIR SELATAN — Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni memberikan pesan tegas kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan, Hamdi, yang baru saja dilantik untuk mengemban amanah sebagai pimpinan organisasi perangkat daerah.

Pesan itu disampaikan Hendrajoni agar pejabat yang dipercaya mengelola sektor pertanian tersebut bekerja secara sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab, serta tidak menyimpang dari aturan dalam menjalankan program pemerintah.

Hendrajoni menekankan, Dinas Pertanian memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, terutama petani. Karena itu, setiap kebijakan dan program yang dijalankan harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Manfaatkan program pemerintah dengan sebaik-baiknya. Saya ingatkan bekerjalah dengan baik dan penuh tanggung jawab,” kata Hendrajoni saat memberikan sambutan pada kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Pessel, Selasa (4/8/2026).

Salah satu program yang menjadi perhatian Bupati adalah Optimalisasi Lahan (Oplah) yang merupakan program Kementerian Pertanian. Program tersebut diarahkan untuk memperbaiki tata kelola air dan infrastruktur pertanian guna meningkatkan indeks pertanaman sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Melalui program Oplah, lahan pertanian diharapkan mampu meningkatkan produktivitas. Lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami sekali dalam setahun didorong agar dapat dimanfaatkan menjadi dua hingga tiga kali tanam.

Program tersebut juga mencakup perbaikan saluran irigasi, kondisi lahan pertanian milik masyarakat maupun kelompok tani, serta dukungan sarana produksi seperti pompa air untuk menghadapi persoalan kekeringan dan perubahan iklim.

Di tingkat daerah, pelaksanaannya melibatkan Dinas Pertanian bersama kelompok tani. Program ini juga didukung gerakan tanam serempak serta bantuan anggaran dan sarana prasarana yang bersumber dari pemerintah pusat melalui APBN.

Hendrajoni menyebut, program ini tidak boleh berhenti sebatas administrasi dan laporan di atas meja. Ia meminta Kadis Pertanian beserta jajaran benar-benar melihat langsung kondisi pertanian masyarakat Pesisir Selatan.

“Saya minta saudara sebagai pimpinan juga harus sering ke lapangan meninjau apa yang dibutuhkan masyarakat, apa persoalan yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

Menurut Hendrajoni, turun langsung ke tengah masyarakat penting dilakukan agar pimpinan mengetahui kondisi sebenarnya dan tidak hanya mengandalkan laporan bawahannya.

“Tujuannya agar nanti tidak terkecoh oleh laporan anggota. Jangan hanya laporan asal bapak senang saja. Turun langsung ke lapangan, dengarkan keluhan masyarakat,” ucapnya lagi.

Hendrajoni bahkan mengingatkan jajaran pimpinan agar tidak berlindung di balik laporan apabila kemudian ditemukan persoalan dalam pelaksanaan program.

“Sebab, tidak ada anak buah yang salah, yang salah adalah pimpinannya. Maka dari itu, pimpinan harus tegas,” ujarnya.

Ia menegaskan, seorang pimpinan harus mampu mengarahkan sekaligus mengawasi bawahannya. Sebaliknya, seluruh anggota juga diminta mematuhi arahan pimpinan agar roda pemerintahan dapat berjalan secara efektif.

“Begitupun anggota harus patuh pada pimpinannya agar daerah kita ini maju. Bekerjalah dengan baik dan benar. Mudah-mudahan Pesisir Selatan semakin maju,” tambahnya.

Tak hanya soal pelaksanaan program pertanian, Bupati juga menyampaikan peringatan agar seluruh jajaran bekerja secara jujur dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan pemerintah maupun masyarakat.

“Saya tidak ingin ada yang macam-macam. Siapa yang berbuat maka dia yang akan bertanggungjawab,” pungkasnya.

Ia berharap pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan menjaga integritas serta memastikan setiap program pemerintah benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Bekerjalah dengan baik dan jujur untuk Pesisir Selatan maju, tumbuh, dan berkelanjutan,” tuturnya.

Selain program Oplah, Hendrajoni juga meminta seluruh pihak memberikan dukungan terhadap program Nagari Kanyang yang dicanangkannya. Menurutnya, program tersebut memiliki keterkaitan dengan penguatan sektor pertanian dan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat nagari.

Ia berharap sektor pertanian Pesisir Selatan tidak hanya menjadi penerima program pemerintah pusat, tetapi mampu mengoptimalkan setiap peluang yang tersedia untuk meningkatkan produksi, produktivitas, dan kesejahteraan petani.

Dengan potensi lahan pertanian yang dimiliki, Hendrajoni menilai program-program pemerintah harus dikelola secara tepat sasaran. Kunci utamanya, menurut dia, berada pada kepemimpinan yang mau turun ke lapangan, mendengar langsung persoalan petani, dan memastikan setiap bantuan maupun program tidak menyimpang dari tujuan awal.

Pesan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Kadis Pertanian, Hamdi untuk membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata di lapangan.

Sebab bagi pemerintah daerah, keberhasilan pembangunan pertanian bukan sekadar berapa banyak program yang dilaksanakan, tetapi seberapa besar dampaknya terhadap kehidupan petani dan ketahanan pangan masyarakat Pesisir Selatan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *