PESISIR SELATAN — Yayasan Pondok Pesantren IQRA’ Barung-Barung Balantai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, melakukan penyegaran jajaran pimpinan dan pengelola madrasah, Senin (24/8/2026).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus meningkatkan mutu pendidikan agama dan pendidikan umum di lingkungan Pondok Pesantren IQRA’.
Pelantikan jajaran pimpinan baru dipimpin langsung Ketua Yayasan Pondok Pesantren IQRA’ Barung-Barung Balantai, Drs. Ahmad Syafei. Kegiatan turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, H. Yufrizal, S.Ag., M.H.I., unsur pembina dan pengawas yayasan, pemerintahan nagari, serta keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren IQRA’.
Dalam penyegaran kepemimpinan tersebut, Hamidun, M.Pd., dipercaya sebagai Kepala MTsN IQRA’, dengan Ricky Ricardoe, S.Pd., sebagai Wakil Kepala.
Sementara itu, Anggi Nofiandra, S.Pd., dipercaya memimpin Madrasah Aliyah IQRA’ sebagai kepala madrasah, didampingi Afrio Wandi Putra, S.Pd.Gr., sebagai Wakil Kepala.
Selain jajaran pimpinan madrasah, Drs. Ali Munar Yong Imam Kayo juga dipercaya sebagai Wakil Pimpinan Pondok Pesantren IQRA’.
Susunan kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pimpinan pondok, madrasah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, yayasan, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren IQRA’ Barung-Barung Balantai, Drs. Ahmad Syafei, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran yang baru dilantik.
Ia berpesan agar amanah yang diberikan tidak sekadar dimaknai sebagai jabatan struktural, tetapi sebagai tanggung jawab untuk membawa lembaga pendidikan tersebut semakin maju.
“Bagi yang sudah dilantik pada bulan yang baik ini, kami berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. Jadikan jabatan ini sebagai tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun generasi yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap agama dan masyarakat,” ujar Ahmad Syafei.
Menurutnya, kemajuan pondok pesantren tidak dapat dibangun hanya oleh seorang pimpinan. Dibutuhkan kebersamaan dan kekompakan seluruh unsur, mulai dari yayasan, pimpinan madrasah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga masyarakat.
Karena itu, penyegaran kepemimpinan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dan menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, H. Yufrizal, S.Ag., M.H.I., mengapresiasi langkah Yayasan Pondok Pesantren IQRA’ dalam melakukan penyegaran jajaran pimpinan.
Ia berharap para pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan tugas dengan integritas dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi santri maupun peserta didik.
“Jabatan adalah amanah. Karena itu, kepada pimpinan yang baru dilantik, mari kita bekerja dengan ikhlas, profesional dan penuh tanggung jawab. Pendidikan madrasah dan pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang baik,” kata Yufrizal.
Yufrizal menekankan, penguatan pendidikan keagamaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan umum. Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, para pendidik dituntut mampu beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai agama dan budaya yang menjadi fondasi pendidikan.
Menurutnya, madrasah dan pondok pesantren memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter, moral, dan kepedulian sosial.
“Ke depan, kita berharap Pondok Pesantren IQRA’ semakin maju, mampu meningkatkan kualitas lulusan, serta terus memberikan kontribusi bagi masyarakat Pesisir Selatan, khususnya dalam bidang pendidikan keagamaan,” tambahnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Pembina Yayasan Pondok Pesantren IQRA’, Armaidi Datuak Indo Lawik; Dewan Pembina Dasrul Datuak Rajo Lelo; Dewan Pengawas Madrasah IQRA’, Zulfira, S.Ag.; serta sejumlah unsur Pemerintahan Nagari Barung-Barung Balantai, di antaranya Joni Arman, Dodi Iskandar, Hendro Putra Madhani, dan Yessi.
Penyegaran kepemimpinan ini diharapkan tidak berhenti pada pergantian posisi, tetapi menjadi langkah awal untuk memperkuat tata kelola dan budaya kerja di lingkungan Pondok Pesantren IQRA’.
Dengan kepemimpinan baru dan semangat kebersamaan, Yayasan Pondok Pesantren IQRA’ Barung-Barung Balantai menargetkan lembaganya semakin solid dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, sekaligus membentuk generasi muda yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.















