Bupati Hendrajoni Hadiri Apkasi Expo 2026, Buka Peluang Kerjasama dan Investasi untuk Pessel

DAERAH, HEADLINE, NASIONAL182 Dilihat

TANGERANG — Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, kembali membawa potensi daerahnya ke ruang yang lebih luas. Bupati Pessel Hendrajoni menghadiri Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 yang digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/8/2026).

Kehadiran Hendrajoni dalam ajang yang berlangsung hingga Sabtu (29/8/2026) itu bukan sekadar menghadiri agenda seremonial. Forum yang mempertemukan pemerintah kabupaten dari berbagai daerah di Indonesia tersebut menjadi kesempatan bagi Pessel untuk memperluas jejaring, memperkenalkan potensi unggulan daerah, sekaligus membuka pintu kerja sama di bidang perdagangan, pariwisata hingga investasi.

Bupati Hendrajoni hadir bersama Ketua TP PKK Pessel Lisda Hendrajoni, Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Ahmad Hidayat, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Afriman Julta, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Wendi.

Apkasi Otonomi Expo 2026 mengusung tema “Trade, Tourism, Investment & Procurement”. Kegiatan dipusatkan di Hall 3 dan 3A ICE BSD dan diikuti dengan berbagai agenda yang dirancang untuk mempertemukan pemerintah daerah dengan pelaku usaha serta pemangku kepentingan lainnya.

Bagi Pessel, forum tersebut memiliki arti strategis. Sebagai daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam, sektor pertanian dan perkebunan, perikanan, serta potensi pariwisata yang terus dikembangkan, peluang memperluas pasar dan menarik investasi menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui pertemuan antardaerah, pemerintah kabupaten juga dapat melihat secara langsung berbagai inovasi yang telah diterapkan daerah lain. Pertukaran pengalaman tersebut dapat menjadi referensi dalam memperkuat program pembangunan sekaligus mencari pola kerja sama yang sesuai dengan karakteristik Pessel.

Salah satu agenda penting dalam AOE 2026 adalah forum kerja sama perdagangan antardaerah yang dijadwalkan berlangsung Kamis (27/8) pukul 13.30–16.00 WIB di Nusantara 1, ICE BSD.

Forum tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, dinas perdagangan, dinas pangan dan pertanian, BUMD pangan serta bagian kerja sama. Kehadiran berbagai unsur tersebut membuka ruang untuk membahas peluang perdagangan komoditas antardaerah sekaligus mempertemukan kebutuhan daerah dengan potensi produksi daerah lainnya.

Tak hanya perdagangan, agenda AOE 2026 juga menyentuh sektor yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah, yakni perkebunan kelapa sawit.

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dijadwalkan menggelar talkshow bertema “Peran Strategis Pemerintah Daerah dalam Pembangunan Kelapa Sawit Indonesia Berkelanjutan” pada Kamis (27/8) pukul 14.00–16.00 WIB.

Topik tersebut menjadi relevan bagi Pessel mengingat sektor perkebunan, termasuk kelapa sawit, memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Pembahasan mengenai tata kelola perkebunan berkelanjutan sekaligus membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk mendapatkan informasi dan perspektif baru mengenai pengembangan komoditas tersebut.

Rangkaian expo juga diisi dengan kunjungan stand selama tiga hari, forum kerja sama perdagangan antardaerah, serta workshop pengenalan dan simulasi e-Katalog Versi 6 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Keikutsertaan dalam workshop pengadaan tersebut memberikan kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mengikuti perkembangan sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah yang semakin terdigitalisasi. Pengetahuan tersebut penting untuk mendukung proses pengadaan yang lebih efektif dan menyesuaikan dengan kebijakan nasional.

Di sisi lain, kehadiran kepala daerah dalam forum nasional seperti Apkasi Expo juga menjadi ruang diplomasi ekonomi bagi daerah. Hubungan antarpemerintah kabupaten tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama konkret yang berdampak terhadap perdagangan, investasi maupun promosi potensi daerah.

Bagi Pessel, tantangannya adalah bagaimana momentum tersebut dapat diterjemahkan menjadi kerja sama nyata setelah kegiatan expo berakhir. Potensi daerah yang diperkenalkan perlu diikuti dengan langkah lanjutan agar peluang investasi, perdagangan dan pariwisata tidak berhenti sebatas pertemuan dan penjajakan.

Apkasi Otonomi Expo 2026 sendiri dijadwalkan ditutup pada Sabtu (29/8) pukul 15.00–17.00 WIB di Panggung Seni Budaya Hall 3 ICE BSD.

Keikutsertaan Pesisir Selatan dalam agenda tersebut diharapkan memperkuat posisi daerah dalam jejaring ekonomi nasional. Dari Tangerang, peluang baru bagi Pessel kini terbuka, tinggal bagaimana jejaring yang dibangun selama expo dapat dikonversi menjadi kerja sama yang benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *