Perkuat Kompetensi Kepala Sekolah, Disdik Pessel Gelar Coaching dan Penguatan Kepemimpinan

PESISIR SELATAN — Upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada proses belajar mengajar di dalam kelas, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan di tingkat satuan pendidikan. Kepala sekolah dituntut tidak sekadar mampu menjalankan administrasi, tetapi juga memiliki kapasitas dalam mengelola sekolah, membangun budaya belajar, serta menghadirkan lingkungan pendidikan yang adaptif terhadap berbagai tantangan.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dengan menggelar kegiatan Coaching dan Penguatan Kepala Sekolah Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan Pessel.

Kegiatan tersebut diikuti para kepala sekolah sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi, kapasitas, sekaligus kualitas kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Pesisir Selatan, Edi Sumarteen, M.H., serta Kasi Pembinaan SD dan SMP, Roni Walten, S.Pd.

Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, S.Pd., M.Si. Tidak hanya membuka kegiatan, Salim juga turut menjadi narasumber dengan memberikan penguatan dan arahan kepada para kepala sekolah.

Dalam arahannya, Salim Muhaimin menekankan bahwa kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam menentukan arah perkembangan sekolah. Karena itu, seorang kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang dapat menggerakkan seluruh unsur sekolah untuk bekerja secara kolaboratif dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Kepala sekolah bukan hanya bertugas mengelola administrasi sekolah, tetapi harus mampu menjadi pemimpin yang bisa menggerakkan guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan seluruh warga sekolah untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Salim dikutip keterangannya, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, tantangan dunia pendidikan terus berkembang. Perubahan kebutuhan peserta didik, perkembangan teknologi, tuntutan peningkatan kompetensi guru, hingga persoalan manajemen sekolah membutuhkan sosok kepala sekolah yang mampu mengambil keputusan secara tepat dan membangun komunikasi yang baik.

“Kita ingin kepala sekolah memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat, mampu membaca persoalan di sekolah, mencari solusi, serta berani melakukan inovasi. Sekolah harus terus bergerak dan tidak boleh berhenti pada pola-pola lama,” katanya.

Ia berharap kegiatan coaching tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap pengelolaan sekolah dan peningkatan kualitas pembelajaran.

Salim juga mendorong para kepala sekolah untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang berbagi pengalaman, berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi di sekolah, sekaligus mencari solusi secara bersama-sama.

“Yang paling penting adalah bagaimana hasil coaching ini diterapkan di sekolah. Kita ingin ada perubahan yang nyata, baik dalam manajemen sekolah, kualitas pembelajaran maupun pelayanan kepada peserta didik,” tuturnya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan harus dibangun secara berkelanjutan. Kepala sekolah sebagai pemimpin di satuan pendidikan harus mampu menciptakan lingkungan yang mendorong guru untuk terus berkembang dan peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas.

Melalui kegiatan Coaching dan Penguatan Kepala Sekolah Tahun 2026 tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan berharap lahir kepemimpinan sekolah yang semakin profesional, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.

Penguatan kapasitas kepala sekolah pada akhirnya diharapkan tidak hanya berdampak pada tertibnya tata kelola satuan pendidikan, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem belajar yang lebih baik bagi peserta didik.

Dengan kepemimpinan sekolah yang semakin kuat, Dinas Pendidikan Pesisir Selatan optimistis upaya membangun pendidikan yang maju, berkualitas, dan berdaya saing dapat diwujudkan secara bertahap.

Sebab, di balik sekolah yang berkualitas, terdapat kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh potensi untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi generasi masa depan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed