Makassar — Nama Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kembali berkibar di tingkat nasional. Kali ini, prestasi tersebut datang dari dunia pendidikan dan seni kaligrafi Al-Qur’an.
Annisa Kurniawati, guru SMPN 1 Koto XI Tarusan, berhasil meraih Juara Terbaik 1 Cabang Khattatah pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VII Korpri Tingkat Nasional Tahun 2026 yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan.
Annisa tampil sebagai wakil Provinsi Sumatera Barat dalam ajang yang mempertemukan peserta-peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia tersebut.
Capaian itu menjadi prestasi tersendiri bagi Annisa sekaligus membawa nama Kabupaten Pesisir Selatan dan Sumatera Barat ke panggung nasional.
Cabang Khattatah merupakan salah satu cabang yang menguji kemampuan peserta dalam seni penulisan kaligrafi Al-Qur’an. Tidak hanya membutuhkan kemampuan artistik, cabang ini juga menuntut ketelitian, ketekunan, penguasaan teknik serta pemahaman terhadap kaidah penulisan huruf Arab.
Di tengah persaingan yang ketat, Annisa mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Karya yang dihasilkan mendapat penilaian tinggi dari dewan juri hingga akhirnya ia ditetapkan sebagai Juara Terbaik 1.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih guru SMPN 1 Koto XI Tarusan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi dan bangga atas prestasi yang diraih Annisa Kurniawati. Ini merupakan bukti bahwa guru-guru Pesisir Selatan memiliki kemampuan dan potensi yang mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Salim Muhaimin, Minggu (30/8/2026).
Menurut Salim, prestasi Annisa bukan sekadar pencapaian individu. Torehan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi guru-guru lain di Pesisir Selatan untuk terus mengembangkan kompetensi dan potensi yang dimiliki.
Ia menilai, guru memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menjalankan proses pembelajaran di ruang kelas. Prestasi yang diraih guru di berbagai bidang juga dapat menjadi contoh sekaligus sumber motivasi bagi peserta didik.
“Prestasi ini hendaknya menjadi inspirasi bagi guru-guru lainnya untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan sesuai bidangnya masing-masing,” katanya.
Kebanggaan juga dirasakan keluarga besar SMPN 1 Koto XI Tarusan. Ketua Komite Sekolah M. Noer menyebut, keberhasilan Annisa menjadi bukti bahwa sekolah di daerah memiliki peluang yang sama untuk melahirkan individu berprestasi di tingkat nasional.
“Keberhasilan ini tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMPN 1 Koto XI Tarusan. Ini menunjukkan bahwa sekolah di daerah juga mampu melahirkan sumber daya manusia yang berprestasi dan tampil sejajar dengan peserta dari daerah lain,” ucap M. Noer.
Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan potensi guru tidak hanya berkaitan dengan kompetensi akademik dan pedagogik, tetapi juga dapat berkembang melalui bidang seni, budaya dan keagamaan.
Bagi Annisa, keberhasilan di Makassar memiliki makna yang lebih luas. Ia tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mengemban nama sekolah, Kabupaten Pesisir Selatan serta Provinsi Sumatera Barat dalam kompetisi tingkat nasional.
Torehan tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi insan pendidikan lainnya di Pesisir Selatan untuk berani mengikuti berbagai kompetisi dan mengembangkan keahlian yang dimiliki.
Di tengah upaya meningkatkan kualitas pendidikan, prestasi guru di luar ruang kelas juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri dan citra dunia pendidikan daerah.
Melalui prestasi Annisa Kurniawati di MTQ VII Korpri Nasional 2026, Pesisir Selatan kembali menunjukkan bahwa potensi sumber daya manusia daerah tidak kalah bersaing ketika diberi ruang untuk berkembang dan tampil di tingkat nasional.

















