PESISIR SELATAN — Bantuan teknologi budidaya ikan sistem bioflok dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI tahun 2026 mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel). Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Pesisir Selatan, Andi Syafinal, turun langsung meninjau kelompok pembudidaya ikan penerima bantuan, Senin (31/8/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan yang disalurkan kepada masyarakat tidak berhenti pada tahap serah terima saja, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha budidaya ikan dan memberikan dampak ekonomi bagi kelompok penerima.
Di lokasi, Andi Syafinal melihat langsung kondisi sarana dan prasarana bioflok serta aktivitas budidaya yang dilakukan kelompok penerima bantuan. Ia juga memberikan pembinaan dan arahan terkait pengelolaan budidaya ikan menggunakan sistem bioflok.
Menurut Andi, bantuan yang bersumber dari KKP RI tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong masyarakat mengembangkan usaha perikanan budidaya dengan memanfaatkan teknologi.
“Bantuan ini harus dimanfaatkan dan dikelola dengan baik. Kita berharap kelompok penerima dapat meningkatkan produksi ikan sekaligus menjadikan kegiatan budidaya ini sebagai sumber pendapatan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan program bantuan tidak hanya dilihat dari tersalurkannya fasilitas kepada masyarakat. Lebih jauh, bantuan tersebut harus mampu meningkatkan produktivitas serta memberikan manfaat nyata bagi anggota kelompok.
“Yang paling penting adalah bagaimana bantuan ini tidak hanya selesai pada tahap penyerahan, tetapi benar-benar berkembang dan memberikan manfaat bagi anggota kelompok,” katanya.
Andi menyebut, Dinas Perikanan dan Pangan Pesisir Selatan akan terus melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap kelompok penerima. Langkah itu dinilai penting agar berbagai persoalan teknis yang muncul selama proses budidaya dapat segera ditangani.
Menurutnya, penerapan sistem bioflok membutuhkan pengelolaan yang baik dan konsisten. Karena itu, kelompok diminta terus meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha budidaya, termasuk menjaga kondisi fasilitas serta melakukan perawatan secara rutin.
“Kalau ada kendala di lapangan, kita akan berupaya melakukan pendampingan dan mencari solusi bersama,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan kelompok penerima agar menjaga dan merawat seluruh fasilitas bioflok yang telah diberikan. Sarana tersebut diharapkan dapat digunakan dalam jangka panjang sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dalam waktu singkat.
Pemanfaatan teknologi bioflok diharapkan dapat membantu pembudidaya meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas usaha. Meski demikian, hasil budidaya tetap sangat bergantung pada kemampuan kelompok dalam mengelola fasilitas, menjaga kualitas lingkungan budidaya, serta melakukan pemeliharaan secara konsisten.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berharap pengembangan budidaya ikan melalui sistem bioflok dapat menjadi salah satu pilihan usaha produktif bagi masyarakat, khususnya kelompok pembudidaya ikan skala kecil.
Program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan produksi ikan, membuka peluang pendapatan baru, dan memperkuat sektor perikanan budidaya sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan.
Melalui pendampingan secara berkelanjutan, pemerintah daerah ingin memastikan bantuan dari KKP RI benar-benar memberi nilai tambah bagi penerima. Dengan demikian, fasilitas yang telah diberikan tidak sekadar menjadi sarana bantuan, tetapi berkembang menjadi usaha budidaya yang produktif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



















