PESISIR SELATAN — Kapolres Pesisir Selatan AKBP Ricky Ricardo menegaskan tidak akan mentoleransi anggotanya yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, illegal logging maupun pertambangan tanpa izin (PETI).
Penegasan itu disampaikan Ricky saat menerima audiensi dan silaturahmi Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesisir Selatan periode 2026–2029 di Aula Mapolres Pesisir Selatan, Kamis (10/9/2026).
Pertemuan yang dihadiri jajaran Polres Pessel dan pengurus PWI tersebut menjadi ruang untuk membangun komunikasi sekaligus membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan keamanan, penegakan hukum dan kondisi sosial masyarakat di daerah.
Di hadapan pengurus PWI, Ricky mengatakan sejak awal dirinya telah mengingatkan seluruh personel agar tidak terlibat dalam berbagai aktivitas yang melanggar hukum.
“Dari awal sudah saya tekankan kepada anggota agar jangan terlibat dan jangan main-main dengan ini,” ujar Ricky.
Ia juga mengingatkan setiap personel yang melakukan pelanggaran harus siap mempertanggungjawabkan perbuatannya. Menurutnya, jabatan sebagai anggota Polri bukan alasan untuk mendapatkan perlindungan ketika terbukti melakukan kesalahan.
“Saya sudah ingatkan, kalau ada yang melakukan kesalahan jangan nanti menangis menghadap saya,” katanya.
Selain membahas pengawasan internal, audiensi tersebut juga menyoroti upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat, terutama di kalangan pelajar.
Kasat Narkoba Polres Pesisir Selatan AKP Hardi Yasmar mengatakan pihaknya akan meningkatkan edukasi ke sekolah-sekolah sebagai bagian dari langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Menurut Hardi, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, Polres Pessel akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dalam pelaksanaan edukasi tersebut.
“Edukasi akan kita lakukan ke sekolah-sekolah. Kita juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Pessel,” ucap Hardi.
Dalam kesempatan yang sama, PWI Pessel menyampaikan sejumlah masukan terkait optimalisasi peran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat.
Perwakilan PWI Pessel, Maulana Makmun atau yang akrab disapa Simon Tanjung, menilai keberadaan Bhabinkamtibmas perlu lebih dioptimalkan agar tidak hanya terlihat dalam kegiatan seremonial.
Menurut Simon, Bhabinkamtibmas seharusnya menjadi salah satu ujung tombak kepolisian dalam menyerap informasi, persoalan dan keluhan masyarakat di tingkat nagari.
“Selama ini yang kami lihat mereka hanya sebatas turun ke lapangan, berfoto, dan selanjutnya kirim laporan ke komandan,” kata Simon.
Ia berharap pola tersebut dapat dievaluasi sehingga kehadiran Bhabinkamtibmas benar-benar dirasakan masyarakat di masing-masing wilayah tugasnya.
Menanggapi masukan tersebut, Kapolres Ricky mengatakan Polres Pessel telah menyiapkan program untuk mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas.
Ia menyebut personel Bhabinkamtibmas telah diinstruksikan untuk lebih aktif melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat, termasuk melalui kunjungan dari rumah ke rumah.
“Malahan kita sudah menginstruksikan Bhabinkamtibmas minimal lima kali sehari door to door berkunjung ke rumah-rumah masyarakat untuk mendengarkan apa yang dirasakan dan dikeluhkan masyarakat,” ujarnya.
Ricky menegaskan kunjungan tersebut tidak semata-mata untuk memenuhi kewajiban pelaporan. Lebih dari itu, personel diminta mampu memahami kondisi masyarakat serta memberikan edukasi dan memperhatikan setiap persoalan yang ditemukan di lapangan.
“Berikan edukasi dan apa yang menjadi keluhan masyarakat harus menjadi perhatian,” tuturnya.
Selain narkoba dan kamtibmas, persoalan lingkungan juga menjadi perhatian Polres Pesisir Selatan. Ricky mengatakan pihaknya saat ini fokus meningkatkan imbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang rawan terbakar.
“Saya sekarang juga fokus terkait imbauan karhutla di wilayah hukum Polres Pessel. Saya meminta agar masyarakat tidak membakar hutan sembarangan dan jangan buang puntung rokok sembarangan. Mari sama-sama jaga hutan kita,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PWI Pesisir Selatan Robby Octora Romanza mengatakan audiensi tersebut merupakan bagian dari langkah awal kepengurusan PWI periode 2026–2029 dalam membangun komunikasi dengan berbagai lembaga dan institusi di daerah.
Ia menyebut pers memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang akurat, berimbang dan mencerdaskan masyarakat. Karena itu, komunikasi yang sehat antara insan pers dan kepolisian dinilai penting untuk mendukung keterbukaan informasi publik.
“PWI Pessel siap membangun sinergi dan komunikasi yang sehat dengan Polres Pesisir Selatan. Kami berharap hubungan ini dapat terus terjalin dengan baik, khususnya dalam mendukung keterbukaan informasi kepada masyarakat,” ujar Robby.
Audiensi tersebut menjadi momentum bagi PWI Pessel dan Polres Pesisir Selatan untuk memperkuat komunikasi dan kemitraan, sekaligus membuka ruang penyampaian kritik dan masukan secara konstruktif.
Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung penyampaian informasi terkait keamanan, pelayanan masyarakat dan penegakan hukum secara cepat, akurat dan berimbang, tanpa mengurangi fungsi kontrol sosial pers.



















