PESISIR SELATAN — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) terus menggenjot sektor pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui program unggulan Nagari Kanyang. Tahun 2026, produksi padi ditargetkan mencapai 193.000 ton gabah.
Namun, hingga Agustus 2026, produksi baru mencapai sekitar 160.000 ton. Artinya, masih ada sekitar 33.000 ton produksi yang harus dikejar hingga akhir tahun.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan, Hamdi, mengatakan target tersebut didukung dengan sasaran luas tanam padi sekitar 41.000 hektare sepanjang 2026.
“Target produksi kita tahun ini 193 ribu ton gabah. Sampai Agustus produksinya sudah sekitar 160 ribu ton. Artinya masih ada sekitar 33 ribu ton yang harus kita kejar sampai akhir tahun,” kata Hamdi di Painan, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, peningkatan produksi tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni bersama Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan melalui program Nagari Kanyang.
“Untuk mencapai produksi 193 ribu ton itu, target luas tanam kita sekitar 41 ribu hektare. Ini yang terus kita dorong dan optimalkan,” ujarnya.
Hamdi menyebut, Pesisir Selatan memiliki modal cukup besar untuk mempertahankan produksi pangan. Salah satunya sekitar 22.000 hektare Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang harus dijaga agar tidak beralih fungsi.
“Kita memiliki sekitar 22 ribu hektare LP2B. Lahan ini tentu harus kita jaga karena menjadi salah satu kekuatan untuk mempertahankan produksi pangan ke depan,” ucapnya.
Tak hanya mengejar produksi gabah, Dinas Pertanian juga menargetkan pertumbuhan sektor pertanian Pesisir Selatan pada 2026 berada di atas 10 persen.
Target tersebut, menurut Hamdi, tidak lepas dari sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya kondisi infrastruktur pengairan yang belum sepenuhnya mendukung optimalisasi lahan pertanian.
Di Pesisir Selatan terdapat lima bendungan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dan sekitar 40 bendungan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian.
“Kalau kita lihat kondisinya, sekitar 60 persen mengalami kerusakan. Ini tentu menjadi tantangan karena air sangat menentukan keberhasilan musim tanam,” tuturnya.
Selain infrastruktur irigasi, sektor pertanian juga menghadapi pengaruh fenomena El Nino dan bencana alam yang dapat mengganggu ketersediaan air maupun merusak sarana pendukung produksi.
Meski menghadapi berbagai kendala, Dinas Pertanian Pesisir Selatan tetap menyiapkan strategi untuk menjaga keberlanjutan produksi, termasuk mempersiapkan dukungan untuk sektor pertanian pada 2027.
Pemkab Pessel bahkan telah menyiapkan proposal usulan bantuan sekitar Rp80 miliar kepada pemerintah pusat. Anggaran tersebut diusulkan untuk memperkuat sarana produksi hingga mekanisasi pertanian.
Dari total usulan itu, sekitar Rp20 miliar diarahkan untuk bantuan benih padi dan jagung. Sementara sekitar Rp60 miliar diusulkan untuk bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) melalui E-Banper, yang mencakup kebutuhan prapanen hingga pascapanen.
“Untuk 2027 kita juga sudah menyiapkan usulan yang akan kita bawa ke pusat. Ada bantuan benih padi dan jagung sekitar Rp20 miliar, kemudian alsintan melalui E-Banper sekitar Rp60 miliar untuk prapanen dan pascapanen,” kata Hamdi.
Menurutnya, dukungan benih dan modernisasi alat pertanian diperlukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus meringankan beban kerja petani. Penguatan sarana tersebut diharapkan mencakup seluruh tahapan produksi, mulai dari pengolahan lahan hingga penanganan hasil panen.
Dengan demikian, program Nagari Kanyang tidak hanya diarahkan pada peningkatan luas tanam dan produksi, tetapi juga penguatan ekosistem pertanian agar ketahanan pangan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Ketika produksi meningkat, sarana petani semakin baik dan pengelolaan dari prapanen sampai pascapanen semakin optimal, tentu ketahanan pangan semakin kuat. Ini yang terus kita dorong melalui Nagari Kanyang,” pungkasnya.


















