PESISIR SELATAN — Kabar membanggakan datang dari sektor kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Museum Mande Rubiah kini telah memperoleh Nomor Pendaftaran Nasional Museum, sebuah pencapaian yang menandai masuknya museum bersejarah tersebut dalam pencatatan museum secara nasional.
Nomor Pendaftaran Nasional Museum menjadi langkah penting bagi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) dalam memperkuat keberadaan, pengelolaan, sekaligus pelestarian Museum Mande Rubiah sebagai salah satu warisan sejarah dan kebudayaan daerah.
Museum Mande Rubiah yang berada di kawasan Lunang tersebut telah diresmikan sejak 8 Maret 1980. Namun, hingga beberapa waktu lalu, museum yang menyimpan jejak sejarah dan kebudayaan masyarakat Pesisir Selatan itu belum pernah didaftarkan untuk memperoleh Nomor Pendaftaran Nasional Museum.
Proses tersebut akhirnya berhasil diwujudkan pada masa kepemimpinan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Pesisir Selatan, Ronald Bernando bersama Kepala Bidang Kebudayaan Maidin.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja pamong budaya dan staf Bidang Kebudayaan yang secara bertahap melengkapi berbagai administrasi serta persyaratan yang dibutuhkan.
Proses pendaftaran juga tidak berhenti pada pemenuhan dokumen. Tim melakukan verifikasi dan validasi langsung ke lapangan untuk memastikan data, keberadaan, serta kondisi Museum Mande Rubiah sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan.
Kepala Disparbudpora Pesisir Selatan Ronald Bernando mengatakan, diperolehnya Nomor Pendaftaran Nasional Museum merupakan langkah penting dalam upaya pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan Museum Mande Rubiah.
Menurutnya, pencatatan secara nasional bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Museum Mande Rubiah sebagai salah satu aset kebudayaan yang memiliki nilai sejarah bagi daerah maupun Indonesia.
“Ini merupakan langkah penting bagi kita dalam memperkuat keberadaan dan pengelolaan Museum Mande Rubiah. Museum ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang harus terus kita jaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Ronald, Senin (28/9/2026).
Ia menyampaikan apresiasi kepada pamong budaya dan seluruh staf Bidang Kebudayaan yang telah bekerja melengkapi berbagai persyaratan hingga proses pendaftaran tersebut dapat direalisasikan.
Ronald berharap, dengan telah tercatat secara nasional, pengelolaan Museum Mande Rubiah ke depan dapat semakin diperkuat, baik dari sisi administrasi, pemeliharaan koleksi, maupun pengembangan museum sebagai ruang edukasi masyarakat.
“Harapan kita tentu Museum Mande Rubiah semakin berkembang, terkelola dengan baik dan bisa menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah serta kebudayaan yang ada di Pesisir Selatan,” ujarnya.
Dengan diperolehnya Nomor Pendaftaran Nasional tersebut, Museum Mande Rubiah kini memiliki pencatatan secara nasional sebagai salah satu museum di Indonesia.
Status tersebut juga diharapkan membuka peluang lebih luas bagi Museum Mande Rubiah untuk mendapatkan perhatian dan dukungan pemerintah, termasuk melalui Kementerian Kebudayaan, dalam rangka pengembangan dan pemajuan museum.
Bagi Pesisir Selatan, keberadaan Museum Mande Rubiah bukan sekadar tempat penyimpanan benda-benda bersejarah. Museum tersebut menjadi salah satu ruang untuk merawat ingatan kolektif masyarakat, mengenalkan perjalanan sejarah, serta menjaga warisan budaya agar tidak terputus oleh perubahan zaman.
Karena itu, pencatatan secara nasional diharapkan menjadi momentum awal untuk meningkatkan pengelolaan museum secara berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah bagaimana museum ini tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal, memahami dan menghargai sejarah serta budaya kita,” ucap Ronald.
Ia menambahkan, generasi muda perlu diberikan ruang yang lebih luas untuk mengenal warisan budaya daerah. Dengan demikian, sejarah Museum Mande Rubiah tidak hanya tersimpan dalam koleksi, tetapi juga hidup melalui pengetahuan dan pemahaman generasi penerus.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berharap pencapaian tersebut menjadi pijakan untuk terus memperkuat pelestarian sejarah dan kebudayaan sekaligus menjadikan Museum Mande Rubiah sebagai salah satu ruang edukasi dan destinasi budaya yang semakin dikenal masyarakat.
















