PWI Pessel-Kodim 0311 Pessel Perkuat Sinergi, Bahas TMMD hingga Koperasi Desa Merah Putih

DAERAH, HEADLINE66 Dilihat

PESISIR SELATAN — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesisir Selatan bersilaturahmi dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0311 Pesisir Selatan. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara insan pers dengan jajaran TNI dalam mendukung pembangunan daerah.

Ketua PWI Pesisir Selatan, Robby Octora Romanza, mengatakan PWI merupakan salah satu organisasi wartawan yang diakui Dewan Pers. Para wartawan yang tergabung di dalamnya menjalankan tugas jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.

Namun demikian, kata Robby, tidak semua wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik tergabung dalam PWI. Sebaliknya, wartawan yang tergabung dalam PWI dipastikan merupakan wartawan yang menjalankan kerja jurnalistik.

“Dari itu, kami berharap silaturahmi ini tetap terjaga dan berkesinambungan. Apalagi sebentar lagi Kodim 0311 Pessel akan menggelar kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD),” ujar Robby, Senin (28/9/2026).

Ia berharap PWI Pesisir Selatan dapat dilibatkan dalam kegiatan TMMD sehingga publikasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.

Menurutnya, keterlibatan media bukan sekadar untuk memberitakan kegiatan TNI, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyampaikan berbagai program pembangunan kepada masyarakat secara luas.

Robby juga memperkenalkan sejumlah pengurus PWI Pesisir Selatan yang hadir dalam pertemuan tersebut. Ia berharap, komunikasi yang telah terbangun diharapkan tidak berhenti pada agenda silaturahmi semata.

“Kami berharap silaturahmi ini tidak hanya sebatas agenda seremonial, tetapi terus berlanjut dalam bentuk komunikasi dan kolaborasi,” katanya.

Sementara itu, Dandim 0311 Pessel Letkol Inf Yudi Eka Pratama, M.Han., menyambut baik kunjungan jajaran PWI Pesisir Selatan.

Yudi mengaku memiliki pengalaman di bidang penerangan TNI atau Pendim. Menurutnya, tugas penerangan tidak jauh berbeda dengan fungsi kehumasan pada instansi sipil, terutama dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan membangun komunikasi dengan media.

“Silaturahmi dengan teman-teman wartawan bukanlah hal yang baru bagi saya,” ucapnya.

Ia mengatakan, pengalaman di bidang penerangan membuat dirinya memahami betapa besar pengaruh pemberitaan terhadap persepsi masyarakat.

Menurutnya, informasi yang disampaikan kepada publik dapat membentuk cara pandang seseorang terhadap suatu persoalan. Karena itu, ia menilai pemberitaan perlu disampaikan secara profesional, berimbang, dan berdasarkan fakta yang terjadi.

“Kalau informasi tersebut tidak baik, tentunya juga bisa membuat pembacanya berpikir negatif, bahkan bisa menimbulkan manajemen konflik,” ujarnya.

Meski demikian, Yudi menekankan pentingnya independensi dan profesionalitas wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik akan berdampak baik terhadap pembangunan daerah.

“Kami berharap kepada rekan-rekan PWI Pessel tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan tetap profesional serta berimbang dalam menyampaikan informasi, sehingga dapat menciptakan suasana yang kondusif di Pesisir Selatan,” katanya.

Selain membahas hubungan media dan TNI, pertemuan tersebut juga menjadi momentum bagi Dandim menyampaikan sejumlah program dan agenda yang tengah dikawal Kodim 0311 Pessel.

Salah satunya terkait penerimaan prajurit TNI. Yudi mengajak masyarakat Pesisir Selatan memanfaatkan kesempatan penerimaan prajurit yang akan dibuka mulai 1 Oktober 2026.

Ia menegaskan proses penerimaan dilakukan secara gratis dan masyarakat diminta melapor apabila menemukan praktik pungutan ataupun upaya menggunakan jasa “beking”.

“Tidak ada yang bayar, semuanya gratis. Jika ada yang meminta uang atau beking-bekingan, lapor kepada saya. Akan kita proses,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penerimaan tersebut mencakup Bintara, Tamtama, maupun Perwira. Namun, informasi mengenai persyaratan dan kuota penerimaan tetap perlu mengacu pada pengumuman resmi TNI.

Selain itu, Dandim juga menyinggung sejumlah program pemerintah yang mendapat dukungan Kodim 0311 Pessel, salah satunya pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Menurut Yudi, saat ini terdapat 46 KDMP di bawah binaan Kodim 0311 Pessel. Sebanyak 39 koperasi disebut telah selesai dibangun, sementara tujuh lainnya masih dalam proses.

Keberadaan koperasi tersebut, kata dia, diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di tingkat nagari.

“Jadi, kami berharap di Pesisir Selatan ini satu nagari satu Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.

Ia menyebut, keberadaan koperasi dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pertanian seperti pupuk dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan demikian, aktivitas ekonomi dapat berputar di tengah masyarakat dan memberikan manfaat bagi petani.

Selain KDMP, Kodim 0311 Pessel juga terlibat dalam pengawalan sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), revitalisasi sekolah, pembangunan jembatan, serta penguatan ketahanan pangan.

Saat ini, kata Yudi, pihaknya juga mengawal sekitar delapan program MBG di Pesisir Selatan dan dua kegiatan revitalisasi sekolah.

Kodim 0311 Pessel juga turut mengawal pembangunan sejumlah infrastruktur, di antaranya jembatan Armco, jembatan beton, dan jembatan gantung.

Dalam mendukung ketahanan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat, Kodim juga tengah mempersiapkan pembangunan sumur bor yang sumber airnya akan diuji terlebih dahulu melalui laboratorium sebelum dimanfaatkan untuk konsumsi.

“Kita ingin memastikan air yang digunakan masyarakat benar-benar layak. Sebelum dikonsumsi, akan kita uji melalui laboratorium,” katanya.

Tak hanya pembangunan, persoalan lingkungan dan potensi bencana juga menjadi perhatian Kodim 0311 Pessel.

Yudi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penebangan pohon secara ilegal serta tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, kerusakan lingkungan dapat memperbesar risiko banjir dan longsor, terutama di daerah yang memiliki kerawanan bencana seperti Pesisir Selatan.

Ia juga mengingatkan masyarakat maupun perusahaan agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan. Kodim telah memasang sejumlah banner imbauan di lokasi yang dinilai rawan kebakaran.

“Pesisir Selatan termasuk daerah yang rawan bencana. Karena itu, mari kita sama-sama menjaga lingkungan agar risiko bencana bisa kita tekan,” ucapnya.

Dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, Kodim 0311 Pessel juga terus berkoordinasi dengan Polri serta unsur terkait lainnya.

Yudi berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian, media, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga berbagai program pembangunan dan upaya menjaga keamanan serta lingkungan dapat berjalan bersama.

“Semoga silaturahmi ini tetap terjaga dengan baik dan kita tetap saling berkoordinasi serta berkolaborasi demi kemajuan daerah ke depan,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *